
Elaine tiba di stasiun Paris, disana bibi Esmee telah memunggu kedatangannya. Elaine berhambur ke pelukan sang bibi, mencurahkan rindu setelah berpisah 2 tahun ini kali pertama mereka bertemu kembali.
"aku merindukan bibi"
"bibi juga merindukanmu, bagaimana kabarmu?"
"aku baik, bagaimana dengan bibi?"
"bibi baik sayang, bibi senang kamu bisa datang"
mereka meninggalkan stasiun menuju ke kediaman bibi Esmee. Abelano mengamati Elaine dari jauh hingga ia masuk ke dalam mobil kemudian pergi.
"ia cantik seperti ibunnya" fikir Abelano mengira bibi Esmee adalah ibunda Elaine.
"mari Tuan saatnya kita pergi" suara Gilbert sang assisten membuyarkannya.
"ya mari kita pergi"
sebenarnya Abelano tidak perlu naik kereta untuk pergi ke Paris, tapi mendengar Elaine akan pergi ke Paris naik kereta iapun memilih untuk naik kereta dan memilih kursi disamping gadis itu.
Elaine dan bibi Esmee tiba dirumah, mereka disambut para pengawal dan orang orang bibi Esmee. semenjak bibi Esmee berhubungan dengan paman Leandre bisnis yang ia jalankan berkembang pesat.
"ini rumah bibi?" tanya Elaine heran
"iya, ini semua berkat bantuan pamanmu"
"apakah bibi begitu menyayangi paman?"
"tentu, bibi sangat menyayanginya begitupun dengan dia" jawab bibi Esmee sumpringah.
__ADS_1
"kamu berkemaslah dulu dan beristirahatlah, Julia akan mengantar ke kamarmu" tambahnya sambil menyuruh asistennya membawa barang barang Elaine.
" baik bibi"
"mari nona saya antar ke kamar anda" ucap Julia ramah.
meskipun Elaine terlahir dari keluarga kaya, ia tidak menyangka bibinya bisa mengembangkan bisnis dengan begitu sukses. rumah yang di miliki bibi Esmee jauh lebih besar dari rumah utama mereka dulu.
Elaine berkemas dibantu Julia, mereka sesekali bercerita hingga akhirnya mereka sedikit lebih akrab. kepribadian Elaine yang ramah membuatnya mudah akrab dengan lawan bicaranya.
"berapa lama kau bekerja dengan bibiku" tanya Elaine penasaran.
"hampir 2 tahun nona"
"jangan panggil aku nona, panggil saja Elaine"
"tapii.." jawab Julia takut
" beristirahatlah dulu, aku akan memanggilmu saat makan siang nanti" ucap Julia seraya meninggalkan kamar Elaine.
ditengah rapat Abelano tidak fokus, bayangan Elaine bersarang difikirannya. meskipun di kota tua Strasbourg ia dikenal sebagai seorang bandit namun di kota Paris ia dikenal sebagai pebisnis sukses.
"kita akhiri rapat hari ini" suara Abelano tegas.
semua yang hadir dalam rapat terdiam bingung bos mereka tidak seperti biasanya. mereka mengira harus presentasi satu per satu seperti yang sudah sudah, tapi hari ini berbeda rapat berlangsung singkat.
"bawakan berkas berkas yang harus ditanda tangani segera keruanganku" perintah Abelano kepada Gilbert
"baik Tuan"
__ADS_1
dalam hati Gilbert menyadari bahwa Tuannya sedang jatuh cinta. ia telah menjadi asisten Abelano selama 10 tahun. dari umur tuannya 17 tahun hingga kini umur tuannya 27 tahun. tak heran jika ia begitu mengenali Tuannya.
Gilbert bukan hanya asisten tapi juga supir pribadi bagi Abelano. jadi Gilbert pernah beberapa kali mengantar Tuannya kencan buta, dan kini ekspresi Tuannya sama seperti saat Abelano berkencan dengan Calista.
"tok.. tok.."
"masuk" suara Abelano dari ruang kerjanya.
"ini berkasnya Tuan" suara sekertaris Abelano
"tinggal kan saja"
"baik Tuan"
sedangkan Elaine kini sedang makan siang bersama bibi Esmee dan paman Leandre. bibinya sengaja mengajak paman Leandre makan siang dirumahnya untuk memperkenalkan Elaine dan juga menyambut kedatangan Elaine.
"Elaine tolong jaga bibimu sampai hari pernikahan nanti" ujar Leandre
"iya paman dan setelah itu kumohon cintai bibiku ini dengan sepenuh jiwamu" jawab Elaine sedikit menggoda.
"ada apa dengan kalian ini" sahut bibi Esmee sambil senyam senyum.
"lanjutkan saja makan kalian" protesnya lagi.
"sayang, aku akan sibuk dengan urusan kantor, banyak yang harus aku kerjakan agar kita bisa berbulan madu nanti. aku tidak bisa mengantarkanmu besok, maafkan aku" ucap paman Leandre kepada bibi Esmee.
"tak apa sayang aku akan pergi bersama Elaine besok" jawabnya lembut.
" kalian ini membuatku iri" protes Elaine disertai tawa mereka semua.
__ADS_1
para pelayan ikut senang melihat suasana hangat keluarga ini. melihat Tuan dan Nyonya mereka begitu akrab, membuat mereka semakin menyayangi atasannya.