MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
KEKASIH MASA LALU


__ADS_3

" apa kau senang?" tanya Elaine.


" ya, pemandangannya sanggat indah" jawab Derryl.


Karena waktu sudah semakin gelap mereka memutuskan untuk menyudahi jalan - jalannya. Di sepanjang jalan Derryl tak henti - hentinya menggandeng tangan Elaine. Pandangannya seperti tak ingin berpaling dari wajah wanita ini. Sinar matahari senja semakin membuat wajah cantik Elaine berseri.


dzzrt.. ponsel Elaine berdering.


" kamu dimana Elaine?" suara bibi Hannah dari telfon.


" aku sedang keluar bibi, ada apa?" jawab Elaine.


" bibi baru saja menutup toko dan sekarang dalam perjalanan ke rumahmu" timpal bibi Hannah.


" baik bibi aku akan segera pulang"


tuut.. tuut.. tuut..


Sambungan telfon terputus, Elaine dan Derryl bergegas menuju mobil.


" ada apa?" Derryl bertanya penasaran.


" tidak ada apa - apa, bibi Hannah akan mampir ke rumahku" jawab Elaine.


Dalam perjalanan pulang mereka tak banyak bicara di dalam mobil membuat suasana menjadi hening. Beruntung perjalanan mereka hanya menempuh waktu beberapa menit.


" bibi sudah lama menunggu?" tanya Elaine saat turun dari mobil.


" tidak, bibi baru saja tiba"

__ADS_1


" mari masuk"


Mereka bertiga masuk ke rumah Elaine bersama, bibi Hannah terlihat membawa beberapa sandwich.


" apa yang bibi bawa?" tanya Elaine melihat kantong di tangan bibi Hannah.


" oh ya ini bibi membawa beberapa sandwich, kita makan bareng ya" ajak bibi Hannah.


" ayo Derryl jangan sungkan - sungkan" bibi Hannah mempersilahkan.


" iya bi" jawab Derryl.


Bibi Hannah sudah tau apa makanan yang disukai dan tidak disukai oleh Elaine, jadi dirinya sudah pasti membelikan yang khusus untuk Elaine.


" bibi emang paling tau kesukaan aku" tutur Elaine melihat sandwich kesukaannya.


Dengan santai mereka menghabiskan sandwich mereka masing - masing. Derryl yang masih terlihat malu - malu akhirnya juga ikut menghabiskan sandwich nya.


" nak Derryl mau menginap disini?" tanya bibi Hannah tiba - tiba


Sontak saja Derryl tersentak kaget dan tersedak sandwich yang ada di mulutnya, bibi Hannah yang melihat itu hanya tersenyum.


uhhuukk uhhuukk..


" sebentar sebentar aku ambilkan minum" Elaine bergegas mengambil air minum.


" ini diminum dulu"


Elaine memberikan air minum itu kepada Derryl. Dalam hati menurut bibi Hannah sikap Derryl terkesan lucu baginya.

__ADS_1


" kamu tidak apa - apa?" Elaine menepuk - nepuk punggung Derryl.


" ya aku baik- baik saja" jawabnya gugup.


***


Zena terlihat sangat senang menghabiskan akhir pekan ini bersama laki - lakinya. Baldwin mengajak Zena pergi ke sebuah villa miliknya yang terletak di sebuah pegunungan yang sangat indah.


" pemandangan disini jauh lebih indah dari pemandangan di villa milik ayah sayang" Zena bergelanyut manja di bahu Baldwin.


mereka duduk di balkon sambil memandangi indahnya pemandangan sore. matahari terbenam memang menjadi pemandangan favorit bagi Zena, dari pada sunrise dia lebih suka sunset.


dzzrrtt...


Ponsel Baldwin berdering membuat Zena merasa terganggu karena mengacau keromantisannya.


" iya ada apa?" jawab Baldwin tanpa basa basi.


" anda pernah mengatakan bahwa aku bisa menghubungi Tuan kapan saja, dan sekarang aku sedang butuh teman" suara Mayla sedikit merayu.


" aku tidak bisa kali ini" jawab Baldwin singkat.


" apakah anda sibuk sekarang?" tanyanya lagi.


" aku sedang bersama tunanganku sekarang, lain kali aku akan menemanimu" Baldwin menutup telfonnya dan segera kembali ke balkon menyusul Zena.


" siapa yang menelfon?" introgasi Zena.


" rekan kerjaku dia ingin mengajakku bermain golf" Baldwin berbohong.

__ADS_1


__ADS_2