MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
HADIAH ISTIMEWA


__ADS_3

Bibi Esmee membuka pintu kamar Elaine.


"apa kau sedang sibuk sayang?" tanyanya kepada Elaine.


" tidak bibi. ada apa bibi?" jawab Elaine.


" bibi membawakan oleh oleh khusus untuk kesayangan bibi" kata bibi Esmee.


Bibi Esmee mengeluarkan kotak perhiasan yang menampakkan sebuah kalung di dalamnya. kalung berlian itu sangat indah, berlian dengan ukiran nama Elaine yang kecil namun detailnya sangat menawan membuat mata Elaine berbinar.


" apakah ini sungguh untukku bibi?" tanya Elaine masih tidak percaya.


" iya sayang, bibi membelinya khusus untukmu. anggap saja ini hadiah istimewa dari bibi karena kau sudah hadir dalam pernikahan bibi dan pamanmu"


" aku sangat menyukainya bibi, terima kasih"


Elaine berhambur ke pelukan sang bibi. hatinya merasa bahagia masih karena masih ada yang peduli dengannya. sosok bibi Esmee memang sudah seperti ibu bagi Elaine, jadi dia bahagia saat bisa dekat apalagi dalam pelukannya.


***


Evrard tak sabar menunggu kepulangan wanita pujaannya. rasa rindunya kian menjadi kala Elaine hanya membalas dengan singkat pesan pesan darinya.


" aku akan memastikan untuk menjemputmu" guman Evrard sambil memandangi foto Elaine di ponselnya.


" sedang apa kau ini?" tanya Atha teman Evrard.


" dia manis, cantik. siapa dia?" tanya Atha lagi saat melihat foto Elaine si layar ponsel Evrard.


" dia calon kekasihku" jawab Evrard percaya diri


" kau bercanda?"


" tidak. setidaknya aku sudah mempersiapkan penyambutan kepulangannya, dan saat itu aku akan menyatakan perasaanku" jawab Evrard tersenyum senyum.


" semoga berhasil Bro" Atha memukul bahu Evrard lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


***


Zena bertekad menemui Baldwin di kantornya hari ini. dirinya sangat kesal nomor laki laki nya tak dapat di hubungi selama dua hari ini.


" maaf Nyonya muda, Tuan sedang meeting di dalam" suara seorang wanita di meja resepsionis.


" kapan rapat selesai?" tanya Zena kesal.


" sekitar 10 menit lagi Nyonya" jawabnya gemetar melihat kemarahan di mata Zena.


" katakan pada Tuan, aku menunggu di ruangannya"


" baik Nyonya" jawabnya membungkukkan badan seraya langkah kaki Zena meninggalkan nya.


***


Abelano yang mendengar kepulangan teman dekatnya berencana akan mengunjunginya malam ini. Dirinya juga ingin menemui keponakan Leandre yang menjadi pujaan hatinya.


tok.. tok.. tok..


deg..


hati Abelano bergetar tidak karuan mendengar nama Calista. langit langit kantor serasa runtuh di atas kepalanya. dunianya terasa terbalik sekarang, wanita yang dulu ia cintai kini hadir di kantornya.


" biarkan dia masuk" suara Abelano setelah beberapa menit terdiam dan hanyut dalam fikirannya.


langkah Calista nampak anggun dengan kakinya yang jenjang. dia memasuki kantor Abelano dengan hati gembira bercampur sedih.


" kak" suara Calista lirih.


dirinya selalu memanggil Abelano dengan panggilan kakak karena laki laki ini jauh tujuh tahun lebih tua darinya.


" ohh ya silahkan duduk" jawab Abelano berusaha menutupi rasa gugupnya.


" ada apa?" Tanya Abelano

__ADS_1


" aku merindukan kakak" Suara Calista bergetar.


" maaf tapi ini kantor" Abelano masih berusaha menahan gejolak hatinya.


" maafkan atas kelancangan saya. saya ingin melamar pekerjaan disini, saya melihat ada info lowongan pekerjaan di depan" jawabnya sedikit kesal mendengar jawaban Abelano yang acuh.


" iya itu benar, tapi kalau untuk masalah itu silahkan tinggalkan saja berkas lamaran anda kepada sekretaris saya, nanti tim kami yang akan menyeleksi" Abelano masih berusaha acuh.


" baik terima kasih, saya pamit undur diri".


Calista meninggalkan kantor Abelano dengan perasaan kesal namun juga sedih. laki laki yang dulu sangat mencintainya kini bersikap acuh padanya.


***


" Nyonya muda Zena menunggu anda di dalam Tuan" kata sekretaris Baldwin ketika melihatnya.


Baldwin hanya menjawabnya dengan anggukan kecil lalu kembali berjalan menuju kantornya. dia sudah berfirasat Zena akan menemuinya di kantor karena dia memblokir nomor Zena selama dua hari ini. dia juga tidak pulang ke rumah atau apartemennya karena tidak mau wanita ini menemuinya.


" apa kau menunggu lama?" tanya Baldwin melihat Zena duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.


" apa yang kau lakukan?" tanya Zena dengan nada marah.


" aku tidak melakukan apapun sayang"


Zena bangkit dari tempat duduknya, kini berhadapan tepat dengan Baldwin.


" kau mengabaikanku dua hari ini, kemana saja dirimu??" tanya Zena dengan nada tinggi.


Baldwin tidak ingin menambah kemarahan wanita ini, dia mendekati Zena memeluknya erat lalu menciumnya sekilas.


" aku merindukanmu" bisik Baldwin di telinga Zena.


Seketika amarah dalam diri Zena meredam, amarahnya sirna kala dirinya merasakan rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya. Pelukan dari laki laki ini berhasil membuat Zena merasakan aliran listrik mengalir keseluruh pembuluh darahnya.


" kau sungguh cantik hari ini" bisik Baldwin lagi

__ADS_1


Bisikan Baldwin berhasil menyurutkan amarah Zena, kini hanya ada hasrat terpendam dalam diri mereka yang kini sudah tersalurkan.


__ADS_2