MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
OLEH-OLEH BULAN MADU


__ADS_3

Elaine tidak melakukan jogging di pagi hari seperti biasanya karena dia akan kembali kerumah bibinya pagi ini. Dia juga akan menjemput bibi Esmee dan paman Leandrenya di bandara.


" pak, aku pamit dulu, jaga kesehatan bapak" pamit Elaine ramah kepada security villa pak Payan.


" baik nona, berhati hatilah" jawab nya sopan.


Elaine dijemput supir bibinya kali ini tidak seperti saat dia pindah ke villa. Elaine tidak membawa banyak barang seperti saat perpindahannya minggu lalu, ia hanya membawa satu koper.


Mereka menuju rumah utama terlebih dahulu untuk menurunkan barang bawaan Elaine. setelah Elaine menghabiskan sarapan nya kini saatnya ia bersiap pergi ke bandara untuk menyambut kepulangan bibinya.


***


Zena terlihat sangat marah, lagi lagi laki lakinya tak dapat dia hubungi sejak semalam. fikirannya menjadi melayang kepada hal hal yang mungkin laki lakinya lakukan saat frustasi.


" kemana saja dia ini, membuat pusing saja" teriak Zena yang sangat marah karena telfonnya tidak dapat tersambung dengan ponsel Baldwin.

__ADS_1


Baldwin memang sengaja mematikan ponselnya, dia tak mau Zena akan mengganggu kesenangannya. dia juga tidak mau Zena menyusulnya seperti yang sudah sudah, karena wanita ini memasang sinyal gps di ponsel Baldwin.


Baldwin membuka matanya, kepalanya masih terasa sedikit pusing. tapi dia segera sadar kalau dirinya tidur di kamar vvip karaoke semalam.


***


Elaine telah sampai di bandara bersama supir bibi Esmee, kurang dari 5 menit jet pribadi paman Leandrenya sudah mendarat di bandara. pintu jet terbuka menampakkan sepasang suami istri yang baru saja menghabiskan waktu berbulan madu. para pengawalpun sudah siap untuk mengawal kepulangan Nyonya dan Tuan mereka.


Elaine sedikit berlari lalu memeluk bibi dan juga pamannya, ia juga mengelus perut bibinya sambil tersenyum.


" bersabarlah sayang" jawab bibi Esmee.


Mereka pulang bersama dalam satu mobil, Elaine memilih duduk di sebelah supir dari pada harus di belakang fikirnya. Mobil melaju dengan mobil pengawalan berada di belakang dan juga di depan.


Di rumah utama para pelayan juga sudah mempersiapkan penyambutan kepulangan Nyonya dan Tuan mereka. Berbagai menu makanan sudah tersaji memenuhi meja makan. Kini mereka juga sudah berkumpul di depan pintu depan untuk menyambutnya.

__ADS_1


" seharusnya kau tidak perlu menjemput bibi sayang" ucap bibi Esmee.


" aku merindukan bibi jadi aku harus ikut menjemput bibi di bandara" jawab Elaine tersenyum sumpringah.


Mereka tiba di rumah utama, terlihat para pelayan memberikan salam hormat kepada Tuan dan Nyonya mereka. Para pengawal berjalan di belakang terlihat membawa banyak oleh oleh. Tentu saja Esmee dan Leandre tidak lupa membelikan oleh oleh untuk para pelayan dan juga karyawan mereka.


Rumah utama nampak ramai sekarang, kepulangan sang Tuan dan Nyonya membawa keceriaan seisi rumah kembali. Esmee membagikan oleh oleh untuk para pelayan dirumahnya, dia juga membeli bermacam macam makanan dari sana untuk para pelayan dan juga karyawan.


" terima kasih Nyonya" suara pelayan Esmee saat menerima oleh oleh.


" makanan ini tolong di bagikan kepada seluruh pelayan ya, jangan lupa juga bagi kepada tukang sayur dan tetangga yang lain" Esmee memerintahlan pelayannya.


Masih ada 12 koper besar berisi oleh oleh yang di bawa oleh Esmee dan Leandre. dua diantara koper itu oleh oleh untuk keluarga dan yang lain sovenir dan makanan ringan untuk karyawan mereka dikantor.


" Nyonya dan Tuan adalah orang yang baik, aku menyayangi mereka" kata seorang pelayan kepada temannya.

__ADS_1


" iya, walaupun mereka sukses tapi tidak sombong dan juga tetap dermawan" jawabnya.


__ADS_2