
Derryl melakukan patroli pagi ini, ia berkeliling villa Elaine beberapa kali untuk memastikan keadaan wanita itu. karena Elaine tak kunjung keluar Derryl memutuskan untuk berhenti di tanah kosong tak jauh dari villa Elaine.
"apa dia baik baik saja?" batin Derryl bertanya tanya
Tenggah asik menunggu di dalam mobil nya akhirnya Derryl melihat sosok Elaine keluar dari gerbang villa.
"syukurlah kau baik baik saja" ucap Derryl melihat Elaine keluar.
Derryl menghidupkan mobilnya menjalankannya perlahan mengikuti arah langkah kaki Elaine. Dia menghentikan mobilnya disamping Elaine, membuat wanita itu terkejut saat melihat Derryl menurunkan kaca mobilnya.
"apa kakimu sudah membaik?" tanya Derryl kepada Elaine
"Ehh ya sudah lumayan berkat bantuan anda"
" saya sangat berterima kasih atas bantuan anda kemarin" tambah Elaine
"terima kasih kembali. apa ini kebiasaanmu berjalan jalan pagi?" tanya Derryl ramah
" ya, aku suka udara pagi disini sangat menyegarkan"
" mau berjalan jalan sebentar? ke taman?" ajak Derryl menawarkan
" Emm boleh" jawab Elaine mengiyakan tawaran Derryl.
Mobil melaju menuju ke taman, hanya butuh waktu kurang dari 1 menit mereka sampai di taman. Mereka berjalan mengelilingi taman sambil bercengkrama.
Mereka saling bertukar cerita satu sama lain. Derryl menceritakan profesinya sebagai sherif, beberapa tugasnya dan alasan kenapa dia sekarang pindah ke kota Paris.
Sama seperti Derryl menceritakan kisahnya Elaine juga sedikit bercerita alasanya ada di villa sekarang. dan ia juga menceritakan kehidupannya di kota tua Strasbourg.
" jadi setelah bibimu kembali kau akan kembali ke sana?" tanya Derryl
"hemm sepertinya iya, aku juga belum bisa meninggalkan kehidupan ku disana"
"mari istirahat sebentar " ajak Derryl menunjuk salah satu bangku yang ada di taman.
***
Di kota tua Strasbourg Abelano menerima dokumen berisi identitas pelaku yang menghajar para anak buahnya. Ia nampak terkejut rentenir itu adalah salah seorang teman sekolahnya.
__ADS_1
" kita temui dia sekarang" ucap Abelano tegas
"selesaikan masalah di kantor aku akan segera kembali ke sana" perintah Abelano kepada Gilbert.
Sudah dua hari Abelano tak mengunjungi kantornya, ia menugaskan Gilbert untuk mengurus segala sesuatu selama ia menyelesaikan masalahnya di Strasbourg.
Dengan emosi yang meluap Abelano memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju markas rentenir itu. Secepat mungkin dia ingin segera menyelesaikan masalah ini. Dia akan berjanji akan menuntut para preman itu bila saja salah satu anak buahnya ada yang mengalami cedera.
Mobil Abelano berhenti di depan sebuah rumah tua di sebuah desa kecil. Dia keluar dari mobilnya, dengan langkah panjang Abelano mendekati rumah itu yang disusul dengan para anak buahnya. Saat hendak memasuki rumah Abelano di hadang para preman disana.
Dengan santai Abelano hanya mengatakan " panggilkan bos kalian, aku teman lamanya"
Salah satu dari mereka masuk kerumah lalu kembali keluar bersama bos mereka.
"Oh tuan Abelano, senang berjumpa dengan anda Tuan" ucap Herrix
" apa masalahmu dengan anak buahku" jawab Abelano tanpa basa basi.
Herrix yang tidak mengetahui orang yang dihajar oleh para anak buahnya adalah anak buah Abelano ia hanya diam dengan wajah kebingungan. Abelano yang mengerti ekspresi Herrix menjelaskan yang terjadi.
"apa yang kalian lakukan? cepat berlutut dan meminta maaflah kepada mereka" suara Herrix meninggi melihat anak buahnya hanya diam.
Seketika mereka berlutut dan meminta maaf kepada Abelano dan anak buahnya sesuai perintah dari Bos mereka. Herrix pun ikut meminta maaf kepada Abelano atas nama anak buahnya.
Sepeninggalan Abelano, Herrix terlihat marah besar kepada anak buahnya.
" siapa yang menyuruh kalian menghajar mereka" suara Herrix dengan nada tinggi.
" Bos mereka bukan tandingan kita, kalian tau. Bos mereka bukan sembarang orang, dia adalah orang yang sangat berpengaruh di Paris. Kalian mendengar tidak?" ucapnya lagi dengan emosi meninggi
" maaf bos kami tidak tahu hal itu" jawab salah satu dari mereka.
"berdamailah dengan mereka, aku tak mau mendengar kalian punya masalah lagi dengan mereka, ingat itu." tegas Herrix
Tentu Herrix tak mau berurusan dengan orang yang satu ini. Abelano bukanlah orang sembarangan, bukan hanya kerja sama antar negara, tapi bisnis Abelano mencapai kerja sama antar benua hingga menembus pasar global.
***
" kurasa kita harus pulang sekarang, sebelum cacing cacing di perutku ini mengamuk" canda Elaine kepada Derryl.
__ADS_1
"Ohh kau benar, maaf aku lupa kau belum mengisi perutmu" jawab Derryl dengan candaan juga.
Mereka begitu asyik bertukar cerita hingga melupakan sarapan. Derryl mengantar Elaine kembali ke villa dengan mobilnya.
" turunlah dulu kau juga belum mengisi perutmu bukan? anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih ku atas pertolonganmu kemarin" ucap Elaine mengajak Derryl untuk mampir ke villanya.
" baiklah aku tidak bisa menolak yang satu ini" jawab Derryl menyetujui.
Elaine menyiapkan menu sarapan dengan cepat, ia membuat telur gulung dan memanaskan lauk yang Julia berikan tadi malam untuknya.
" mau minum apa?" tanya Elaine
" terserah saja, buatkan yang sama denganmu" jawabnya.
Elaine kembali ke dapur membuat minum untuk mereka. dengan cepat ia kembali lagi ke ruang makan dengan dua gelas jus di tangannya.
" segelas jus apel sudah siap" suara Elaine meletakkan gelas yang ada di tangannya ke atas meja.
menu sarapan sudah siap di atas meja, mereka menyantap dengan lahap.
"kau yang memasak semua ini?" tanya Derryl setelah menghabiskan makanan nya.
" tidak, aku hanya membuat telur gulung ini. yang lain masakan dari rumah bibiku"
" wanita yang kemarin temanmu?"
" dia pelayan di rumah bibiku, tapi kita sudah seperti teman" jawab Elaine ramah.
Mereka berbincang cukup lama hingga Derryl di sadarkan oleh bunyi ponselnya.
" baiklah aku akan kesana" suaranya menjawab suara dari sebrang telepon.
" aku harus pergi sekarang, ada yang harus kerjakan" ucap Derryl
" terima kasih atas makanannya, apa kau senggang malam ini?" tanya nya kepada Elaine
" aku selalu senggang" jawab Elaine tersenyum
"baiklah ku jemput malam ini, aku harus mentraktirmu juga kali ini" ucap Derryl kemudian berlalu meninggalkan villa.
__ADS_1
Mobil Derryl melaju dengan sangat cepat, ia memacunya dengan kecepatan tinggi agar sampai tepat waktu. Dia tak habis fikir asyik bercengkrama dengan gadis pujaan hatinya membuatnya sampai lupa ada tugas yang tenggah menunggunya.
"aku harus bisa membawamu kepelukanku" desirnya dalam hati saat memikirkan Elaine.