MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
SIAPA WANITA ITU ?


__ADS_3

Setelah makan siang mereka memutuskan untuk pulang karena panggilan dari bibi Marsella. Elaine dan Derryl akhirnya memutuskan untuk mampir ke rumah Evrard.


"Bibi" panggil Elaine.


tok.. tok ..tok..


" tunggu sebentar" jawab Marsella dari dalam.


"Hay Elaine, ada apa kemari. Dan siapa ini" sambut Marsella setelah membuka pintu.


" Saya Derryl bi"


" Oh ya ayo masuk dulu"


Marsella mempersilahkan Elaine dan juga Derryl. Mereka masuk mengikuti langkah Marsella dari belakang.


" ayo duduk dulu"


Elaine dan Derryl duduk setelah Marsella mempersilahkan mereka.


Mereka sedikit berbincang bincang, Evrard tak terlihat disana. Dia memang sengaja pergi ke toko ayahnya karena tidak mau menerika ribuan pertanyaan dari sang ibu. Dan tak lama setelah nya, pelayan datang dengan nampan berisi makanan ringan dan juga tiga gelas minuman.


" ayo diminum dulu" Marsella mempersilahkan.


" iya bi" jawab Elaine.


Akhirnya Elaine membuka pembicaraan terlebih dulu setelah keheningan tercipta sesudah mereka menyesap minuman masing masing.


" Sebenarnya ada apa Bibi menelfon Elaine tadi?" tanya Elaine.


" Oh itu, sebenarnya bibi tak enak mengatakannya kepadamu"


"Memangnya ada apa bi?" tanyanya.


" kata Evrard dia ingin tinggal sendiri, tapi bibi juga tak enak hati jika harus menyuruhmu pindah"

__ADS_1


" Evrard mengatakan kepada bibi katanya kamu akan kembali ke Paris dan menetap disana. Karena itulah bibi memberanikan diri untuk mengatakannya" tambahnya


"benarkah seperti itu Elaine?" tanya Marsella kemudian


Untuk beberapa saat tak ada jawaban dari wanita cantik itu. Dirinya merasa sangat kecewa dengan yang telah Evrard lakukan.


"mungkinkah dia sudah tak ingin melihatku lagi" batin Elaine


" Biar Elaine sendiri nanti yang berbicara dengan Evrard bi" jawab Elaine berusaha menahan bulir air matanya.


" Maaf bi, tapi kita harus pamit. Permisi bi" dengan tergesa- gesa Elaine menarik tangan Derryl untuk segera keluar.


Derryl yang masih bingung hanya mengikuti wanita itu ke dalam mobil. Dan saat di dalam mobil Elaine tak lagi dapat menahan air matanya. Cairan bening itu luruh membasahi ke dua pipinya.


" Elaine" panggil Derryl yang tak mendapat jawaban apapun dari Elaine.


Derryl mengijak pedal gas dengan kuat, dia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia ingin cepat sampai di rumah supaya bisa menenangkan kekasihnya ini.


Derryl membukakan pintu mobil untuk Elaine.


Dengan sisa- sisa tenaga yang ia miliki Elainepun ikut turun di bantu oleh sang kekasih. Derryl mengajak Elaine duduk di ruang santai bukan di ruang tamu. Akan lebih menyenangkan di ruang santai, karena atapnya terbuat dari kaca sehingga suasana seja dapat dilihatnya.


" kenapa Evrard sebegitu teganya kepadaku"


Tiba - tiba Elaine bersuara memecah keheningan yang telah mereka ciptakan.


" mungkin dia benar ingin menjadi seseorang yang mandiri, atau mungkin dia ingin tinggal disini bersama kekasihnya" Tutur Derryl.


" tapi dulu dia berkata aku boleh tinggal disini selama aku mau, tapi sekarang dia malah mengusir aku" ucap Elaine dengan nada kecewa.


" sudahlah jangan terlalu difikirkan, bukankah lebih baik tinggal di Paris agar kita bisa sering bertemu"


Kata - kata yang Derryl lontarkan berhasil membuat sudut bibir Elaine menyunggingkan senyuman.


" kamu bisa tinggal bersama bibi dan juga pamanmu, atau mungkin tinggal di villa yang kau tinggali sebelumnya"

__ADS_1


" kamu tak perlu menangis hanya karena masalah ini" tutur Derryl kemudian.


Seketika Elaine memeluk Derryl dengan erat, seperti tak ingin melepaskan laki - laki itu.


" kamu memang paling bisa membuat aku tersenyum" ucap Elaine dalam dekapan Derryl.


***


"Tuan saya membawa informasi tentang wanita yang bersama Tuan muda Derryl" ucap Alex asisten Jerry


" siapa wanita itu?"


" wanita itu memang benar kekasih dari Tuan Derryl, dia bernama Elaine dia asli Paris. Ibunya telah meninggal sedangkan sang ayah hilang bak di telan bumi. Dia diasuh oleh bibinya yang bernama Esmee sejak ibunya meninggal. Dan suami dari bibinya adalah pemilik Loyal Corp's" jelas Alex secara detail.


" Loyal Corp's, usahakan untuk bisa membangun kerja sama dengan mereka dalam bidang apapun. Aku ingin menyelidiki mereka secara mendalam" ucap Jerry tegas.


" baik Tuan"


Alex meninggalkan Jerry yang masih duduk di ruang kerjanya. Jerry nampaknya sedang memikirkan sesuatu, rencana yang telah ia siapkan mungkin akan diubahnya nanti.


" Loyal Corp's, ternyata dia bukan wanita sembarangan. Keluarganya adalah orang - orang terpandang" guman Jerry dengan tangannya yang sibuk mebolak balik tiap lembar laporan yang diberikan Alex.


***


Elaine sudah menghubungi bibi Esmee maupun bibi Hannah. Untuk bibi Esmee dia merasa senang keponakannya akan kembali ke Paris. Tapi tidak bagi bibi Hannah, dirinya merasa sedih akan ditinggal Elaine. Bibi Hannah juga tak habis fikir kenapa Evrard dengan tega meminta Elaine keluar dari rumah itu.


Sebenarnya bibi Hannah sudah meminta Elaine untuk tinggal bersamanya, tapi Elaine merasa tidak enak. Karena rumah bibi Hannah hanya ada satu kamar tidur saja.


" Elaine berjanji akan sering - sering mengunjungi bibi nanti" ucap Elaine menenangkan bibi Hannah.


" awas ya jangan mengingkari janjimu itu" ancam bibi Hannah tapi terdengar seperti candaan di telinga Elaine.


" iya bibi pasti, Elaine mau berkemas dulu ya bi"


Elaine mematikan sambungan telfonnya. Dengan di bantu Derryl dia mengemasi semua barang- barangnya yang ada. Mereka akan berangkat ke Paris bersama pagi ini. Untuk malam ini mereka akan bermalam di rumah ini terlebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2