MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
KESAYANGAN DI STRASBOURG


__ADS_3

" apa kau memasak semua ini?" tanya Derryl.


" tidak, Julia yang membawanya tadi pagi" jawab Elaine.


" apa kau selalu mencampur minumanmu dengan daun mint?" tanya Derryl lagi


" iya aku menyukainya, apa kau seorang pengamat yang baik?" Elaine balik bertanya


" tentu, aku seorang sherif bukan" jawab Derryl.


Ruang makan villa terasa hangat, kasih sayang terpancar dari mata keduanya. Mereka sesekali bergurau dan saling memandang satu sama lain. selesai makan siang. Mereka membersihkan meja makan bersama bak seorang sepasang suami istri.


Di tengah keromantisan mereka, ponsel Elaine tiba tiba berdering dan nama Abelano tertera di layar ponselnya.


" Hallo" sapa Elaine


"Hai Elaine, apa kabar?" tanya Abelano dari sebrang telepon.


"iya aku baik, bagaimana denganmu?"


"ya aku baik, apa kau sedang di villa?"


" ya, aku sedang bersama seorang teman"

__ADS_1


" teman?? ohh baiklah maaf mengganggu kalian"


Abelano menutup sambungan telfonnya, ia berfikir teman yang di maksud Elaine disini adalah laki laki yang kemarin.


" mungkinkah dia sudah sedekat itu dengan laki laki itu" batin Abelano.


Baldwin keluar dari ruang rapat dengan muka masam, ia tidak mengerti apa penyebab saham perusahaannya turun saat ini. Dia memilih untuk melewatkan makan siangnya, dia masuk ke ruang kerjanya dan membantingkan dirinya di kursi. Baldwin memijit mijit pelipisnya, dia merasa sangat pusing memikirkan saham perusahaan.


"apa penyebab semua ini" fikir Baldwin.


braaakk..


Suara pintu kantor dibuka dengan paksa menampakkan Zena disana.


" apa yang sudah kau lakukan?" tanya Zena dengan wajah marah.


" apa kau tidak melihat ini?" Zena menunjukkan ponselnya.


Dan benar saja di media sosial dan juga pemberitaan terpampang foto Baldwin dengan seorang gadis di salah satu tempat dugem di kota tua Strasbourg.


" sejak kapan berita ini muncul?" tanya Baldwin dengan marah.


"harusnya kau mengecek ponselmu untuk melihat berita" bentak Zena.

__ADS_1


Baldwin menghubungi orang orangnya yang bekerja di media pemberitaan di kota tua Strasbourg.


" hapus semua berita tentang diriku, blokir semua akun media sosial yang membicarakan berita tentang diriku semua" perintah Baldwin dengan nada tinggi.


Baldwin tidak tau akan pemberitaan tentang dirinya, karena terlalu pusing memikirkan harga saham yang turun, dari pagi dia membuka ponselnya hanya untuk membalas chat saja.


Karyawan di kantornya juga banyak yang tidak mengetahui pemberitaan ini, karena pemberitaannya berasal dari kota tua Strasbourg bukan dari kota Paris.


***


Elaine terlihat sedang bahagia pergi bersama Derryl, mereka akan berjalan jalan ke menara Eifel. dalam perjalanan mereka tak henti hentinya bercanda bersama. Derryl yang sudah mengetahui penderitaan yanh Elaine alami selama ini berusaha untuk selalu menghiburnya.


" apa kau juga suka suzi?" tanya Elaine di sela sela pembicaraan mereka.


" aku lebih menyukaimu"gombal Derryl.


"aku akan kembali ke rumah bibi Esmee besok, mereka akan kembali dari bulan madunya besok sore" ucap Elaine menjelaskan.


" apa kau akan langsung kembali ke Strasbourg?" tanya Derryl terlihat sedikit sedih.


" Lusa mungkin aku akan kembali, aku sudah sangat lama meninggalkan bibi Hannah dan kesayangan ku disana"


" apa kau memiliki kesayangan disana?" tanya Derryl kaget.

__ADS_1


" iya, bunga bunga di toko bibi Hannah" jawab Elaine ceria.


Derryl menghela nafas karena lega mendengar jawaban dari Elaine. Dia berfikir kesayangan nya mungkin seorang lelaki tapi ternyata hanya sebuah bunga jadi dia tak perlu cemburu.


__ADS_2