MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

" Elaine, bibi pulang dulu, terima kasih oleh - olehnya" pamit bibi Hannah.


" berhati - hatilah bibi"


Elaine kembali masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Derryl masih duduk diam di sofa ruang tamu.


" kau boleh menginap disini, ada dua kamar di rumah ini. Kau boleh memakai yang itu" Elaine menunjuk salah satu kamar yang tidak dipakainya.


" tidak aku tempati, tapi aku selalu membersihkannya" tambahnya.


"baiklah" Derryl setuju.


Mereka sudah merencanakan akan pergi ke tempat yang indah di Strasbourg besok.


Derryl hanya mengiyakan tawaran dari Elaine, dengan senang hati pastinya dia tidak akan menolak. Kapan lagi kalau tidak sekarang bisa menghabiskan akhir pekan dengan wanita ini pikirnya.


"aku mau mengantarkan oleh - oleh ini ke rumah paman Marius, kamu mau ikut?" Elaine menawarkan.


" ayo aku ikut, kita naik mobil saja"


Mereka pergi ke rumah paman Marius, ayah Evrard. Elaine tidak tahu jika datang dengan Derryl bukanlah ide yang baik.


tok.. tok.. tok..


" Paman, ini Elaine"


" Elaine"


Evrard bergegas keluar dari kamarnya, ia tak lupa membawa hadiah yang sudah siapkannya.

__ADS_1


Derryl masih menunggu di dalam mobil, dia tak ikut turun karena Elaine berkata hanya sebentar saja.


" Hay Elaine"


Evrard yang girang melihat Elaine dengan spontan langsung memeluknya.


" ihh kamu ini" Elaine melepaskan pelukan Evrard.


Elaine sadar ada sepasang mata biru yang sedang mengamatinya.


" kamu pasti merindukanku bukan" ucap Evrard dengan pedenya.


" apaan sih kamu, di mana paman dan bibi? ini aku bawakan oleh- oleh untuk mereka"


Elaine memberikan sekantong oleh - oleh itu kepada Evrard.


" aku punya hadiah juga buat kamu, ta da" Evrard mengeluarkan tiket pertunjukan musik itu dari saku celananya.


" iya, konsernya besok. Aku jemput kamu besok ya".


Tak tahan melihat kedekatan mereka berdua, Derrylpun turun dari mobilnya. Dia menghampiri Elaine dan juga Evrard.


" kenapa dia masih disini" batin Evrard.


" kelamaan ya, maaf ya"


Elaine memandang ke arah Derryl, dia teringat janjinya besok akan mengajak Derryl ke tempat yang indah. Cepat - cepat Elaine memberikan tiket musik itu kepada Evrard lagi.


" maaf Evrard tapi besok aku sudah ada rencana, lain kali saja ya. Aku pulang dulu, sampaikan salamku kepada paman dan bibi ya"

__ADS_1


Elaine tanpa sadar menggandeng tangan Derryl saat menuju mobil laki - laki itu. Derryl juga tersentak kaget dengan sikap Elaine, tapi dirinya menyukainya.


***


Evrard dengan kesal membanting pintu kamarnya. Dia meninggalkan oleh - oleh pemberian Elaine di atas meja.


Elaine dan Derryl kini sudah sampai di rumah. Elaine membersihkan kamar tamu yang akan digunakan Derryl.


" aku akan membereskannya sebentar"


Derryl memilih menunggu Elaine di depan tv karena dia tidak diperbolehkan membantu membereskan kamar itu.


" sudah selesai"


" iya"


Elaine meraih gelas yang di sodorkan Derryl, lalu dia ikut duduk di atas sofa bersama laki - laki tampan itu.


Derryl memperhatikan wajah Elaine yang manis, dia memperhatikan wanita ini lekat - lekat.


" ada apa?" Elaine menengok ke arah Derryl.


Tak menjawab pertanyaan Elaine, Derryl mendekatkan wajahnya ke wajah Elaine. Wanita ini tidak bergeming justru memejamkan matanya.


Dan benar saja, seketika bibir Derryl sudah mendarat di bibir mungil Elaine. Dia mencium Elaine lembut, pelan dan sangat hati- hati.


Elaine diam menikmati ciuman Derryl, tapi bibirnya kini mulai bergerak merasakan kehangatan bibir Derryl.


Saat Elaine masih menikmati ciuman mereka yang kian mendalam, Derryl tiba - tiba melepaskan bibirnya.

__ADS_1


" aku mencintaimu" ucapnya menatap mata Elaine.


__ADS_2