MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Hari ini Elaine akan berangkat ke Colmar bersama Derryl. Karena perjanan akan memakan waktu kurang lebih lima setengah jam jadi mereka berangkat cukup pagi hari ini.


Jam tujuh Derryl sudah tiba di rumah Esmee. Karena sudah meminta izin jadi Esmee dan Leandre tidak kaget dengan kedatangan Derryl.


"Paman, Bibi kita berangkat dulu ya." pamit Elaine.


"Mari Paman, mari Bi," tambah Derryl.


"Hati - hati ya. Derryl jaga kesayangan bibi dengan baik ya," ucap Esmee


"Baik Bi," jawabnya.


Mobil Derryl melaju dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Mereka memilih untuk menikmati perjalanan yang akan memakan waktu ini.


Bagi Derryl kenyamanan Elaine sekaranglah yang menjadi prioritas utamanya. Jika nanti mereka terlambat untuk makan siang bersama masih ada makan malam untuk menebus makan siang yang terlewatkan.


Derryl memang berniat mengajak Elaine untuk menginap, tapi tidak di rumah orang tua Derryl. Karena dia tau Jerry dan Siera pasti akan menginap juga disana saat ada acara makan bersama di rumah utama.


Tentunya Derryl khawatir akan keselamatan Elaine. Karena dia tahu siapa Jerry, laki - laki itu akan melakukan apapun demi sebuah kekuasaan dan kedudukannya. Seperti mengirim Derryl menjadi sherif adalah salah satu ulah Jerry.


"Sayang, kita emang nanti nginep dimana?" pertanyaan Elaine memecahkan keheningan.


"Nanti kita cari hotel di dekat sana aja." Derryl menatap Elaine sekilas dengan perasaan yang kian mendalam.


"Terserah kamu aja deh." Elaine bermanja di bahu Derryl yang tengah fokus dengan jalanan.


Di rumah keluarga Cusion terlihat para pelayan sibuk dengan persiapan untuk makan siang keluarga besar ini. Berbagai macam makanan mereka siapkan di atas meja makan.

__ADS_1


Kamar - kamar tamu sudah dibersihkan dan sudah dipersiapkan dengan apik. Maryam juga sudah menyiapkan berbagai macam kue kering buatannya sendiri untuk dihidangkan nanti.


Keahlian Maryam membuat kue membuat wanita paruh baya ini membuka toko kue yang kini sudah berkembang pesat. Nama toko Cusion cake and bakery dengan merk kue M&R sudah terkenal dan banyak digemari orang.


Untuk toko kue Maryam sengaja memberikan nama Cusion karena memang masih dalam naungan perusahaan suaminya. Tapi untuk merk kuenya Maryam memberikan nama M&R yang berarti Maryam dan Robert.


Bukan hanya di Colmar, pasaran kue M&R sudah sampai di kota - kota kecil seperti Kaysersberg. Di kota kecil ini banyak toko kue yang menjual berbagai macam bentuk kue dan roti dengan merk M&R.


"Momy kamu so sweet banget si." Elaine merasa kagum dengan Maryam setelah mendengar banyak cerita dari Derryl.


"Aku jadi pengen belajar bikin cake sama Momy," ucapan Elaine yang membuat Derryl tersenyum karena melihat semangat yang tinggi pada diri Elaine.


Mereka tiba di rumah utama keluarga Cusion tepat satu jam sebelum waktu makan siang. Kedatangan Elaine mendapat sambutan yang cukup hangat dari Robert dan juga Maryam.


"Panggilnya Momy aja biar lebih enak, jangan tante lagi ya." Elaine merasa senang dengan sikap ramah Maryam.


"Iya Mom." Elaine mengiyakan perkataan Maryam.


Nampaknya Maryam menyukai Elaine, Derryl ikut senang jika momy nya bisa langsung akrab dengan Elaine.


"Disini dulu Derryl suka main," ucap Maryam saat mereka tiba di sebuah taman yang sangat cantik menurut Elaine.


"Dulu disebelah sana ada prosotan dan ayunan juga. Karena dulu Derryl merengek kepada ayahnya minta tamannya diisi dengan permainan." Maryam kembali berjalan sambil menceritakan masa lalu Derryl. Elaine yang tidak tahu apa - apa hanya mengangguk dan mengiyakan perkataan Maryam.


"Kamu udah lama ya kenal Derryl?" Maryam bertanya setelah mereka duduk di salah satu kursi dekat kolam ikan.


"Belum Tante, eh Mom. Kami baru dua bulan kenal, dan kami baru dua minggu menjalin hubungan," jawab Elaine jujur.

__ADS_1


"Momy lihat kamu wanita yang baik, dan Derryl kelihatannya sangat mencintai kamu. Momy harap kamu dan Derryl akan terus bersama." Maryam memegang tangan Elaine, dia menatap Elaine dengan tatapan iba.


"Mom, makanannya sudah siap." Derryl datang menghampiri Maryam dan Elaine.


"Oh kalau gitu kita makan dulu Yuk." Maryam menarik tangan Elaine agar berjalan bersamanya.


Derryl yang melihat tingkah sang momy hanya geleng - geleng kepala.


"Kamu sudah jelas diterima dengan baik di rumah ini maupun di hati momy," batin Derryl melihat mereka yang meninggalkannya sendirian.


Semua sudah duduk di tempatnya masing - masing tak terkecuali Jerry dan Siera yang baru saja tiba. Meja makan menjadi hening setelah mereka memakan makanan mereka masing - masing.


"Ini pasti pacar kamu ya Der?" tanya Jerry yang pura - pura tidak tahu.


"Iya, namanya Elaine, Kak." Wajah Derryl nampak pias. Elaine juga terlihat tidak suka dengan pembicaraan Jerry, sudah jelas mereka pernah bertemu waktu itu tapi Jerry masih saja bertanya.


"Derryl bagaimana tugasmu di Paris?" tanya Robert yang telah menyelesaikan makannya sedari tadi.


"Semuanya terasa menyenangkan, Dad," jawab Derryl.


"Kamu masih belum mau dengan tawaran dari Dady?" Pertanyaan itu langsung membuat Jerry membelalakkan matanya. Dia merasa terprovikasi dengan tatapan dan senyum tipis di wajah Derryl.


"Maaf sebelumnya, saya ijin ke toilet sebentar." Elaine memecahkan ketegangan mereka.


"Oh iya mari Elaine, momy tunjukkan." Maryam menunjukan letak toilet kepada Elaine.


Sebenarnya Elaine tidak ingin ke toilet, dia hanya tidak ingin ikut dalam pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Derryl rasanya akan mengundurkan diri sebagai sherif dan akan fokus belajar mengembangkan bisnis Dady." Derryl berhasil membuat mata Jerry membulat dengan sempurna.


"Baguslah, saham kamu disana juga tidak sedikit Derryl. Dady bangga sama kamu, segeralah gantikan Dady. Dan satu lagi segeralah berikan Dady cucu yang lucu." Jawaban dari Robert membuat hati Derryl berbunga - bunga.


__ADS_2