MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
MENGENANG MASA SMA


__ADS_3

"Selamat pagi"


chat yang tertera di layar ponsel milik Elaine dari Tuan tampan Abelano, Elaine menjawabnya singkat lalu keluar kamar menuju ruang makan. Elaine sempat bertukar nomor ponsel dengan Abelano saat menuju hotel kemarin, ia fikir tidak ada salahnya toh dia pemuda yang ramah teman dari pamannya juga.


"mari sarapan bersama" ajak bibi Esmee melihat Elaine keluar dari kamarnya.


"bukankah bibi hendak pergi ke Hawai" tanya Elaine


"benar tapi kami akan berangkat besok" suara paman Leandre sumpringah


"bibi tidak akan lama tinggallah disini sampai bibi pulang nanti Elaine" pinta bibi Esmee


"aku akan berkunjung ke villa ayah bibi, aku akan tinggal disana sampai bibi pulang nanti"


"apakah kau tidak nyaman tinggal disini?" tanya bibinya


"tidak bibi, bukan seperti itu, aku nyaman sangat nyaman hanya saja aku ingin berkunjung ke sana"


"baiklah jika itu maumu bibi tidak melarang, disana bibk hanya menempatkan 3 pelayan untuk bersih bersih bila dirasa kurang kamu boleh membawa pelayan dari sini nanti" tambah bibinya


"tidak bibi aku tidak memerlukannya, aku hanya ingin bibi menempatkan satu orang security untukku disana"

__ADS_1


"ohh baiklah sayang, tapi jaga dirimu dengan baik"


mereka menghabiskan sarapan masing masing. Elaine senang dengan suasana di ruang makan pagi ini, orang yang ia sayang kini telah menemukan kebahagiaan nya. paman Leandre tak henti henti tersenyum saat menyuapkan makanan ke muluk bibi Esmee.


Elaine pergi ke kamar setelah menghabiskan sarapan nya. ia membersihkan diri dan bersiap siap. Elaine akan pergi bersama Merry hari ini, ia ingin bersenang senang dengan teman lamanya. tiba tiba Elaine teringat bibi Hannah, ia tak memberikan kabar kepada bibinya sejak saat ia tiba di Paris.


"bibi" teriak Elaine saat bibi Hannah mengangkat video call darinya.


"apakah kau melupakan bibimu ini" jawab bibi Hannah memasang wajah cemberut.


"ayolah bibi, aku sedikit sibuk kemarin"


"hay sayang aku merindukan kalian" suara Elaine melihat bunga bunga di belakang bibi Hannah.


"aku merindukan bibi juga, bibilah yang paling aku rindukan. aku akan keluar sebenar bibi nanti kita sambung lagi"


tut..tut..tutt..


video call terputus, Elaine bergegas keluar kamar ia tak ingin Merry menunggu nya lama.


"bibi aku akan pergi bersama Merry" pamit Elaine kepada bibi Esmee

__ADS_1


"berhati hatilah" jawab bibinya sedikit teriak


***


Elaine dan Merry sudah membuat janji akan bertemu di sebuah kafe di salah satu Mall. Mereka akan berkeliling mall mengenang masa remaja mereka dulu. saat mereka sedang memilih sebuah baju di salah satu departemen store seorang wanita menghampiri mereka.


"hay Elaine" sapa Zenna sambil menggandeng tangan Baldwin


"ohh hay Zenna" jawabnya ketus


Elaine memilih menjauh karena tidak ingin terjadi adu mulut seperti yang sudah sudah. Zena adalah anak pemilik kampus Elaine dulu, dia tidak menyukai Elaine karena baginya Elaine adalah saingannya. Elaine yang cantik, berbakat, dan ramah banyak dikagumi para mahasiswa dikampusnya. bahkan laki laki yang dia sukapun kala itu ikut mengejar Elaine yang membuatnya begitu membenci Elaine.


Elaine hanya bersikap cuek dan acuh pada sikap Zenna kepadanya. ia kembali berjalan sambil memikirkan laki laki yang bergandengan dengan Zenna, menurutnya laki laki itu familiar baginya. ia terus mengingat hingga muncul satu kata mawar orange dalam benaknya.


"ohh ya mawar orange" ceplos Elaine membuat Merry terkejut


"ada apa dengan mawar orange"


"ohh tidak, tidak ada apa apa, kalo kamu udah selesai mari kita pulang" ajak Elaine menganti topik pembicaraan


"baiklah aku akan bayar ini dulu"

__ADS_1


mereka telah berbelanja sesuai kebutuhan mereka. Elaine hanya mengajak Merry mampir ke sebuah taman lalu memilih pulang, ia merasa sudah cukup lelah berkeliling mall untuk hari ini.


__ADS_2