
" Hai bro" suara Leandre ketika menemui Abelano yang sudah menunggunya.
" Bagaimana bulan madumu?" tanya Abelano tanpa basa basi
" kalau aku cerita takut kamu ngiler nanti" jawab Leandre bercanda.
suara tawa mereka terdengar begitu renyah di ruang tamu. Esmee datang membawakan minuman dan cemilan untuk mereka berdua.
" diminum dulu biar tawanya makin renyah" Esmee menggoda suaminya dan Abelano.
" maaf kalau suara tawa kami mengganggu anda tuan putri" Leandre membalas godaan Esmee
" eheemm..." dehem Abelano melihat kemesraan mereka.
" maafkan aku tuan Abelano, aku pamit kebelakang sebentar" suara Esmee yang terdengar menahan malu.
" apakah Elaine ada disini?" tanya Abelano sebelum Esmee pergi.
" iya, dia ada di kamarnya sekarang. mau aku panggilkan?" tawar Esmee.
" tidak perlu"
Esmee meninggalkan mereka berdua yang saling bertukar cerita lagi. Esmee juga berfikiran sama dengan suaminya jika Abelano memiliki perasaan terhadap Elaine.
***
" apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Patric dan Keyle bersamaan.
" aku pasti akan segera mendapatkan nya" jawab Derryl yakin.
" aku akan mengajukan surat pemindahan tugas" tambah Derryl.
" kenapa? kau akan kembali ke Colmar?" tanya Patric kaget.
" tidak"
Derryl berlalu menuju kamarnya dan meninggalkan mereka berdua yang masih penasaran.
" ada apa dengannya?" tanya Patric.
__ADS_1
" dari wajahnya tapi dia tidak terlihat sedang marah justru terlihat bahagia" jawab Keyle masih memandangi pintu kamar Derryl.
" sudahlah, aku mau keluar apa kau mau ikut?" tanya Patric.
" tidak, aku harus berpatroli malam ini"
" ya sudah, selamat menjalankan tugas.
Patric meninggalkan Keyle yang masih mematung di tempatnya berdiri. Keyle hanyut dalam fikirannya, ia mencoba mengingat ingat sebuah tanda lahir yang baru saja dilihatnya.
***
Baldwin pulang larut dari kantornya karena kerjaan yang dia tinggalkan. dirinya pulang ke apartemennya malam ini, dia sudah meminta asistennya untuk membawa wanita yang dia incar. karena wanita yang Baldwin incar kali ini adalah anak kuliahan yang matre jadi mudah saja untuk menghasutnya.
" dia sudah di dalam apartemen Tuan" suara asistennya.
" jangan sampai Nyonya muda tau" perintah Baldwin.
Apartemen Baldwin terletak di lantai 4, dirinya memencet tombol lift. Namun tiba tiba saat pintu lift akan tertutup, ada seorang wanita cantik dan sexi menghentikannya dan dia ikut masuk ke dalam lift.
" maaf" katanya ramah.
Wanita itu memakai setelan kemeja putih dan rok hitam pendek. Dari penampilannya Baldwin menebak mungkin dia seorang sekretaris di sebuah perusahaan. Baldwin terus mengamati wanita itu yang tidak menekan tombol lift.
" anda sudah mewakili saya Tuan, saya lantai 4 juga" jawabnya sopan.
Mereka kembali hening, dan tidak menunggu lama pintu lift sudah terbuka. Baldwin memandang kepergian wanita itu, dia terus mengawasinya untuk mendapatkan informasi berapa nomor unit apartemennya. Dan benar saja apartemen wanita itu tak jauh dari apartemen milik Baldwin.
" unit 237" guman Baldwin.
***
" kau akan pergi pukul berapa besok?" suara Derryl dari sebrang telpon.
" mungkin aku akan pergi jam 11 besok" jawab Elaine.
" apa kau akan diantarkan oleh Paman dan Bibimu?"
" sebenarnya iya tapi aku menolaknya, mereka baru saja pulang dari bulan madunya aku tak ingin mereka kelelahan" Elaine menjelaskan.
__ADS_1
" biar aku yang mengantarmu besok" jawab Derryl cepat
" tidak perlu, aku akan merepotkan mu nanti" Elaine berbasa basi.
" tidak akan, ini bukanlah penawaran Elaine. aku akan menjemputmu besok."
Mereka melanjutkan percakapan hingga larut malam. Wajah Elaine maupun Derryl terlihat seperti layaknya orang yang sedang kasmaran. Derryl yang sudah menaruh hati kepada Elaine sejak pertama ia melihat Elaine di sebrang sungai, kini dirinya semakin jatuh hati pagi kepada wanita ini setelah mengenal nya.
" ahh aku jadi merindukan nya" guman Derryl.
***
Evrard menatap ponselnya dengan wajah kesal. dia berusaha menghubungi Elaine tapi tak dapat tersambung hanya suara dari operator yang dia dapatkan.
" sedang dalam panggilan lain, siapa yang dia hubungi? kenapa sangat lama sekali?" Evrard bertanya tanya.
" apa mungkin dia sudah mempunyai seorang kekasih disana? tapi apakah mungkin? secepat itukah? Evrard terus bertanya tanya.
Dirinya sudah mencintai Elaine dua tahun belakangan ini. Evrard sudah dibuat nya jatuh cinta sejak kepindahan Elaine ke kota Strasbourg dulu. jadi Evrard tidak akan putus asa hanya karena fikirannya yang kemana mana itu.
" aku masih akan terus berusaha untuk mendapatkammu" batin Evrard.
***
Baldwin nampak sedang menelfon seseorang sebelum masuk ke dalam apartemen nya.
" cari tau penghuni unit 237" perintah Baldwin kepada seseorang yang dia telfon.
ceklek..
Pintu apartemen terbuka, nampak seorang gadis cantik yang sudah menunggu Baldwin di depan televisinya. Dari yang Baldwin tahu gadis itu bernama Mayla. Baldwin menatapnya cukup lama, gadis itu bertubuh ramping dan memiliki kaki yang cukup jenjang bak model.
" dia cukup manis juga" guman Baldwin.
Mayla duduk dengan hanya mengenakan kimono tidur yang hanya jatuh di tengah tengah pahanya. bahan satin yang ia membalut tubuhnya membuatnya nampak begitu sexi. ditambah warna merah dari kimono tidur itu mempertegas warna kulitnya yang putih bersih.
" apa kau menunggu lama?" tanya Baldwin melepas jasnya.
" tidak Tuan" jawab nya sopan.
__ADS_1
Baldwin duduk disampingnya memperhatikannya lekat lekat dan mulai meluncurkan aksinya kepasa gadis itu.
" kau begitu manis" bisik Baldwin