MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
KENCAN PERTAMA


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu, Elaine dan Derryl tiba di La Petite France. Elaine yang sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini masih saja dibuat kagum.


Desain rumah rumah tradisional disana menjadi favorit tersendiri bagi Elaine. Jembata tertutup, menara, dan tempat makan yang di bangun di tepian bendungan Vauban menjadikan tempat ini semakin indah.


"Suasana di malam hari akan sangat menyenangkan" Elaine memulai pembicaraan.


" Tapi kenapa kita tidak berkunjung pada malam hari saja" saut Derryl.


" aku tidak ingin membuat kekasihku kecapekan karena besok dia harus kembali lagi ke Paris"


Jawaban dari mulut Elaine benar benar membuat Derryl menggembangkan senyumnya dengan sempurna. Dari Elaine yang tadinya malu malu kini dia sudah menyebutkan bahwa Derryl adalah kekasihnya.


" Mari membuat kenangan disini"


Elaine mengeluarkan ponselnya, mengambil foto mereka di tengah jalanan yang berlapis batu.


" anggap saja ini kencan pertama kita"


Elaine mengatakannya dengan senyum yang merekah, dia menggandeng tangan Derryl lalu melanjutkan perjalanan mereka.


***


Anak sulung dari pasangan Maryam dan Robert ini memang berbeda kepribadian sangat jauh dengan adikknya Derryl. Dia selalu berusaha menyingkirkan Derryl dari dunia bisnis. Karena dia tidak ingin jika perusahaan keluarga nya harus jatuh kepada adiknya.


Tak hanya Jerry yang ingin menyingkirkan Derryl, Siera istri Jerry juga menginginkan hal yang sama.


Di dalam rumahnya Jerry dan Siera terlihat sedang berbicara empat mata sampil menyesap teh apel kesukaan Jerry.


" aku tadi bertemu Derryl dengan kekasihnya" tutur Jerry dengan wajah datar.


" benarkah? dimana kau bertemu dengannya?" tanya Siera.


" Aku sekarang punya rencana lain" ucap Jerry dengan senyum yang menyeringai.


" apa rencanamu?"


" akan aku pertimbangkan dulu, dan ingat jangan sampai mama dan papa tau soal ini" Siera hanya mengiyakan perintah sang suami.

__ADS_1


Jerry kembali menyesap teh apelnya, lalu dia kembali berfikir tentang rencana dia yang ingin menyingkirkan Derryl dari dunia bisnis.


***


" Hallo Abelano" suara Leandre dari sebrang telfon.


" iya Ndre, ada apa?" jawab Abelano.


" tidak, aku hanya ingin mengajakmu bermain golf jika kau ada waktu" ajak Leandre.


" aku mau Ndre, tapi sekarang aku sedang di Strasbourg"


" ada masalah apa disana?" tanya Leandre


" tidak tidak, aku hanya memastikan sesuatu"


" Elaine juga sudah kembali ke Strasbourg kemarin, kau bertemu dengannya?"


Pertanyaan Leandre membuat otak Abelano kembali mengingat ingatan lamanya. Keromantisan wanita itu dengan laki laki yang dilihatnya di menara Eifel tempo hari membuat dadanya sesak.


" Abelano" panggil Leandre karena tak mendapat jawaban dari temannya.


" baiklah sebaiknya lanjutkan pekerjaanmu"


" iya"


Abelano mematikan sambungan telfonnya, dia menghela nafas panjang mengingat apa yang dilihatnya di menara Eifel.


Tapi dadanya kian menjadi sesak bagai tak mendapat udara saat mengingat apa yang telah dilakukan Calista kepadanya.


" wanita itu benar benar biadab" teriak Abelano.


***


Elaine menikmati pemandangan saat menyusuri kanal dengan perahu mesin. Katedral yang terlihat kuno namun terawat membuat pemandangan disana semakin indah.


Puas dengan perjalanannya di atas perahu kini Elaine beralih ke Barrage Vauban. Sebuah jembatan sekaligus bendungan yang memiliki teras.

__ADS_1


Elaine mengajak Derryl menyusuri lorong di dalamnya, naik ke teras atas dan melihat pemandangan dari ketinggian.


" jika dilihat di malam hari akan semakin sempurna karena banyaknya lampu warna warni" ucap Elaine dengan tatapan kagumnya.


" bukankah ini kencan pertama yang sangat indah" ucap Elaine.


Wanita ini kini bergelanyut manja di bahu Derryl dengan memandangi keindahan dari atas teras.


Derryl semakin gemas dengan tingkah Elaine, dia mencubit halus pipi wanita ini dengan penuh cinta.


" auu" Elaine mengelus pipinya.


" kau membuatku gemas. Sudah jam makan siang mari cari tempat makan dulu" ajak Derryl.


Mereka keluar dari Barrage Vauban tanpa melepaskan gandengan tangannya. Elaine mengajak Derryl ke sebuah restoran bintang empat yang tak jauh dari sana.


" aku selalu makan disini jika bersama bibi Hannah" ucap Elaine saat mereka sudah memasuki restoran.


Pelayan menghampiri mereka dan mencatat setiap pesanan dari pasangan kekasih ini. Saat menunggu pesanan yang belum datang , ponsel Elaine berdering dan ternyata dari bibi Marsella.


" Hallo bibi ada apa?"


" apa kau sedang di rumah sayang?" tanya Marsella.


" maaf bibi tapi Elaine sedang tidak di rumah sekarang. Ada apa bi?" tanya Elaine


" tidak sayang bibi hanya ingin berkunjung ke rumahmu, jangan lupa beri tahu bibi jika kau sudah pulang nanti "


Marsella mematikan sambungan telfonnya, Elaine terlihat bingung dengan sikap ibunya Evrard. Elaine sangat penasaran karena tidak biasanya bibi Marsella menelfonnya.


" siapa yang menelfonmu?" tanya Derryl.


" bibi Marsella, ibunya Evrard" Jawab Elaine


" ada apa?"


" tidak tahu, dia hanya berpesan agar aku menghubungi nya saat aku sudah pulang nanti"

__ADS_1


Mereka mengakhiri obrolan mereka saat pelayan datang mambawa makanan pesanan mereka.


__ADS_2