
Elaine mempersiapkan dirinya untuk pergi bekerja pagi ini. Ini mungkin bukan pengalaman pertamanya bekerja di perusahaan, tapi ini kali pertamanya menjadi seorang sekertaris.
"Mungkin yang ini cocok," guman Elaine setelah memilah pakaiannya selama dua puluh menit.
Elaine akhirnya memilih blouse putih yang dia padukan dengan bawahan rok berwarna cream. Elaine juga memilih sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi yang berwarna senada dengan roknya.
Dzzrrttt...
Dering ponsel Elaine yang menampakkan nama Derryl di layar.
"Sayang, kamu yakin hari ini akan bekerja?" tanya Derryl tiba - tiba tanpa basa - basi.
"Iya Sayang aku baru mau mandi." jawab Elaine.
"Nanti aku yang anterin kamu kesana ya," ucap Derryl.
"Yaudah nanti jam 7 kesini ya, sekalian sarapan bareng disini. Aku mandi dulu ya Sayang." jawab Elaine.
"Iya deh sana baunya sampai sini tau." goda Derryl.
Sambungan telfon terputus, dengan segera Elaine mengambil handuk dan pergi ke dalam kamar mandi.
Di bawah shower Elaine membersihkan dirinya. Dia melakukannya dengan cepat dan hanya seperlunya saja. Elaine tidak mau berlama - lama, karena dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya bekerja.
Sesi membersihkan diri sudah selesai, kini tinggal sesi mempercantik diri. Elaine mengenakan pakaiannya dan duduk di depan meja rias. Tak banyak yang Elaine pakai, dia hanya memakaikan krim ke wajah dan lipstik dengan warna merah muda dia oleskan ke bibirnya.
__ADS_1
Tok..
Tok...
Tok...
"Non, ada yang mencari Nona dibawah." panggil salah satu pelayan.
"Iya Bi," jawabnya.
"Siapa yang mencari aku pagi- pagi begini." Elaine berbicara sendiri.
Dia menyelesaikan sentuhan terakhirnya dengan menggunakan lotion ke tangan dan juga kakinya. Setelah seleaai Elaine keluar untuk menemui tamu yang di maksud pelayan.
"Loh udah sampai si?" Tanya Elaine yang heran melihat Derryl sudah duduk disana bersama sang paman.
"Ihh apa si paman." Protes Elaine karena gombalan dari pamannya.
"Sarapan dulu yuk." Suara Esmee dari arah dapur dan menghampiri mereka.
"Elaine, ajak Derryl sarapan juga ayo," tambah Esmee.
Mereka kini telah beriringan duduk di depan meja makan. Banyaknya makanan yang sudah disiapkan diatas meja membuat Derryl teringat sang mama.
"Loh, Derryl ko bengong kenapa? Ngak enak ya?" Tanya Esmee membuat wajah Derryl jadi nyengir kuda.
__ADS_1
"Eh enggak ko Bi, enak. Enak banget malah sampai aku kaget." Jawaban Derryl membuat gelak tawa di meja makan menjadi meledak.
Tak hanya mereka yang tertawa, para pelayan yang tidak sengaja mendengarnya juga ikut tertawa karena sikap lucu Derryl.
"Kamu ini ya bisa aja." Tutur Esmee kepada Derryl.
Beberapa menit berlalu, kini piring mereka telah kosong tak menyisahkan apapun. Derryl kembali lagi ke ruang tamu, Leandre kembali ke kamarnya untuk mengganti baju. Esmee juga ikut menyusul sang suami ke kamar untuk membantunya, dan Elaine hanya mengambil sepatu ke kamarnya lalu kembali ke ruang tamu.
"Kamu cepet banget?" Tanya Derryl
"Akukan sudah siap, tadi tinggal ambil sepatu aja." Jawab Elaine.
"Mau berangkat sekarang?" Tanya Derryl lagi
"Iya harusnya, tapi bentar lagi nunggu bibi keluar." Jawab Elaine dengan mata yang tertuju pada pintu kamar bibinya.
Tak lama setelah Elaine dan Derryl menunggu, Esmee da Leandre akhirnya keluar dari kamar mereka.
"Kalian belum pergi?" Tanya Leandre.
"Kitakan nunggu paman sama bibi," Jawab Elaine.
"Hehe.. maaf ya." Jawab Leandre dengan muka tengil.
Akhirnya Elaine dan juga Derryl berpamitan lebih dulu sebelum Leandre. Derryl memang dengan sengaja ingin mengantar Elaine sampai depan perusahaan agar tak ada yang menggoda kekasihnya ini. Laki - laki mana yang tidak tertarik dengan Elaine, wanita cantik, pandai, dan seksi.
__ADS_1
Derryl melajukan mobilnya menuju perusahaan Valeo Corp' s dengan kecepatan sedang. Dia ingin menikmati perjalanan yang diiringi lagu melow dan ditemani sang kekasih.
Mereka sesekali menyanyikan lirik lagu itu bersama. Elaine juga bergelanyut manja di bahu Derryl hingga tangan laki - laki itu terasa kebas.