MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
WILLIAM ATAU DAMITRI


__ADS_3

“Jadi Bibi Hannah istri mendiang ayah kamu?” ucap Derryl yang masih tidak percaya.


“Iya Derryl, Bibi juga baru mengetahuinya sekarang,” jawab Bibi Hannah.


William atau yang dikenal Damitri oleh Bibi Hannah memang dulu pernah menceritakan kisahnya. Dia memang mengatakan jika dirinya sudah menikah dan mempunyai seorang putri yang cantik. Tapi Bibi Hannah tidak pernah menyangka jika gadis kecil yang dimaksud itu adalah Elaine.


Awal pertemuan Bibi Hannah dan William berawal saat dirinya menemukan laki – laki yang tidur di teras rumahnya dengan pakaian yang tidak tertata. Wajahnya sangat kotor hingga membuat Bibi Hannah merasa iba. Setelah itu Bibi Hannah mencoba untuk mengajaknya berkomunikasi dan ternyata bukanlah orang gila.


Sejak saat itu William tinggal di rumah Bibi Hannah dengan membayar sewa kos setiap bulannya. Sebenarnya Bibi Hanah tidak meminta uang sewa, tapi karena William memaksa karena dia merasa tidak enak akhirnya Bibi Hannah mau menerimanya.


Setelah lebih dari lima bulan tinggal dalam satu rumah dalam kamar berbeda, akhirnya William memperistri Hannah agar mereka bisa tidur dalam rumah dan kamar yang sama. Pernikahan mereka berjalan harmonis meskipun Hannah tidak bisa memberikan William keturunan.


Sejak itu William mulai menceritakan tentang Elaine kepada Hannah. Sebenarnya William berniat untuk mempertemukan Hannah dengan Elaine. Tapi sayang sekali, sebelum dia mempertemukan Elaine dengan Hannah Tuhan sudah lebih dulu mengambil nyawanya.


“Bibi tidak pernah menyangka jika Elaine yang ayahmu ceritakan adalah gadis yang sudah aku anggap seperti anak Bibi sendiri.” Hannah berbicara seolah dia juga masih belum percaya apa yang terjadi kepadanya.


“Akupun merasakan hal yang sama Bu, aku juga masih belum menyangka jika sekarang aku akan memanggil Bibi dengan panggilan ibu.” Elaine kembali memeluk Hannah seolah dia tidak mau melepaskannya. Derryl yang melihat kedekatan mereka berdua merasa senang, setidaknya ini bisa mengurangi rasa kesepian Elaine setelah dia kehilangan seorang ibu.


“Bibi Esmee pasti akan sangat terkejut jika mendengar berita ini,” ucap Elaine setelah melepaskan pelukannya.


Di tempat lain, Siera dan Jerry tengah berbicara serius dengan seseorang yang akan ikut menjalankan misinya. Dia juga ingin menghancurkan Elaine dan juga Derryl seperti halnya Jerry. Mereka telah merencanakan penculikan Elaine dengan sangat apik dan juga terkonsep.


“Kita tunggu saja sampai wanita itu keluar dari rumah Hannah,” ucap laki – laki itu.


“Jangan sampai misi ini gagal, karena aku tidak mau jika sampai Cusions Construction jatuh ke tangannya.” Wajah Jerry yang angkuh terlihat dengan jelas.


“Biar aku nanti yang memancing wanita itu keluar.” Siera menambahkan.


“Apa kau tidak berfikir jika kita menculik keduanya itu akan sangat menguntungkan?” pertanyaan itu membuat senyum menyeringai di wajah Jerry megembang.


“Em boleh juga, kita bawa keduanya saja.” Jerry mulai menyetujui rencana dari sekutunya.

__ADS_1


“Kita bawa Hannah sekalian untuk kita jadikan jaminan, anggap saja untuk berjaga – jaga jika adikmu tidak menjalankan perjanjian nantinya.” Tambahnya.


“Benar juga, kita lancarkan misi malam ini saja, dan jangan sampai tetangga menaruh curiga,” ucap Jerry sambil mengetuk – ngetukkan jarinya di atas meja.


“Tenanglah, disana tempatnya sangat sepi tidal banyak yang tinggal disana.”


Setelah pendiskusian mereka, Jerry menunggu waktu yang tepat yaitu tengah malam. Karena dirasa waktu sudah mendekati tengah malam, Jerrynmeluncurkan anak buahnya untuk mengecek kondisi rumah Hannah. Dengan cepat anak buah Jerry menyemprotkan gas bius ke dalam rumah Hannah agar mereka bertiga tidak sadarkan diri.


Tujuan Jerry bukanlah untuk membunuh, tapi dia ingin Derryl menjauhkan tangannya dari saham perusahaan apa lagi dari kursi CEO perusahaan.


“Target sudah tidak sadarkan diri,” laki – laki itu memberi informasi kepada Jerry.


“Bawa dia ke alamat yang telah aku berikan.” Perintah Jerry kepada para anak buahnya.


Dengan cepat dan hati – hati para anak buah Jerry memasukan mereka bertiga ke dalam mobil yang telah disiapkan. Mereka melakukannya dengan melihat situasi agar tidak ada orang lain yang mengetahui aksi mereka.


Sampai di sebuah bangunan tua yang dulunya adalah tempat penyimapanan barang, Hannah diikat di ruangan tersendiri. Sedangakan Elaine dan Derryl hanya dipisahkan oleh sebuah tirai.


Jerry memandangi wajah Elaine yang terlihat sangat polos namun menarik. Jerry membelai pipi Eleine sejenak sebelum akhirnya dia beralih ke tempat Derryl diikat.


“Kakak,” ucap Derryl yang tersentak kaget melihat Jerry ada di depannya.


“Apa ini?” tanya Derryl melihat sekeliling dan hanya ada anak buah Jerry.


“Kamu sudah bangun, baguslah kalau begitu.” Jerry duduk dengan kaki yang ia angkat sebelah.


“Apa maksud ini semua.” Derryl mulai emosi.


Anak buah Jerry hendak memukul Derryl tapi Jerry menghentikannya.


“Shuuutt,jangan.” Cegah Jerry.

__ADS_1


“Kamu tahukan akhir bulan ini akan ada rapat dewan. Aku mau kamu mengatakan kepada Dady jika kamu tidak mau menjadi seorang presdir,” ucap Jerry dengan wajah sombongnya.


“Keterlaluan, hanya karena sebuah kedudukan kau tega berlaku seperti ini kepada adikmu sendiri.” Derryl mengucapkannya dengan lantang.


“Hey apa kamu lupa, kamu yang selalu Dady dan Momy manjakan sejak dulu. Dan sekarang kamu juga yang akan menjadi presdir untuk meggantikan Dady? No, no, no Derryl, itu tidak akan terjadi. Aku akan melakukan apapun agar saham Dady bisa menjadi milikku,” ucap Jerry yang sudah mendekatkan wajahnya ke arah Derryl.


“Diam,” bentak seseorang dari balik tirai.


Jerry yang mendengarnya akhirnya meninggalkan Derryl dan mendekati Elaine.


“Sayang, jangan seperti itu nanti cantiknya luntur.” Jerry kembali membelai wajah mungil Elaine.


“Elaine,” ucap Derryl lirih saat mendengar suara itu.


“Buka tiranya.” Perintah Jerry kepada anak buahya. Dan seketika tirai terbuka dan menampakkan Derryl yang juga terikat dengan kursi sema halnya dengan Elaine.


“Derryl.” Elaine manangis tersedu – sedu saat melihat Derryl juga terikat disana bersamanya.


“Diam, aku akan berlaku kasar jika kamu terus menangis. Dan jangan macam – macam atau aku akan menikmati tubuhmu.” Bentak Jerry yang membuat tangan Derryl mengepal dengan sangat kuat.


“Jangan sentuh dia apalagi sampai menyakiti dia,” ucap Derryl yang geram melihat Jerry.


Senyum Jerry menyeringai dan tiba – tiba tangannya menjambak rambut Elaine hingga wanita itu menangis kesakitan.


“Ahh..” teriak Elaine.


“Aku bilang jangan sentuh dia.” Derryl tak lagi dapat menahan emosinya.


“Tentu saja Derryl,kalau kamu mau berhenti menjadi pewaris Cusions Construction aku tidak akan mengganggunya lagi.” Jerry berjalan ke arah Derryl.


“Bawa wanita tua itu kemari.” Perintah Jerry kemudian.

__ADS_1


Tiga anak buah Jerry masuk ke ruangan sebelah dan datang dengan membawa Hannah yang terbaring lemas dia atas tempat tidur dengan tangan dan kaki yang terikat. Melihat itu semua membuat Elaine kaget bukan main, tapi Elaine lebih terkejut kala melihat laki – laki yang membawa Hannah.


“Evrard,” ucap Elaine yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


__ADS_2