MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
PERTOLONGAN PERTAMA


__ADS_3

Abelano tak dapat menahan emosinya melihat salah satu anak buahnya dirawat di rumah sakit karena luka tembak. ia kembali menuju markasnya, ia telah meminta asistennya untuk menyelidiki dengan segera.


"ceritakan apa yang terjadi" tanya Abelano kepada anak buahnya.


"baik bos" jawab salah satu dari mereka.


Anak buahnya mulai menceritakan kejadian itu kepada Abelano. Saat hari kejadiaan mereka seperti biasa berkeliling pasar untuk menarik pajak harian. Di ujung pasar mereka melihat ada seorang laki laki paruh baya pemilik kios disereang oleh preman. Mereka berupaya menolong pemilik kios tersebut dan mengusir mereka pergi.


Saaat ditanya oleh anak buah Abelano laki laki itu mengatakan mereka menagih hutang. Dia mengatakan belum bisa membayar hutangnya yang membuat preman yang disuruh oleh rentenir itu merusak dagangannya dan menyerangnya.


Karena tidak terima dihadang oleh anak buah Abelano, para preman itu menyerang mereka kembali saat sore hari ketika mereka hendak menuju markas.


Abelano yang mendengarkan cerita itu mengepalkan tangannya dengan kuat, ia sangat marah mendengar apa yang terjadi.


" periksa seluruh cctv yang ada di tempat kejadian, selidiki siapa rentenir yang menyuruh mereka" perintah Abelano dengan nada tinggi.


Dengan sigap dan cepat para anak buah Abelano pergi untuk melaksanakan perintah bos mereka dengan segera.


***


Di villa keluarganya Elaine nampak menikmati pemandangan danau. saat kecil Elaine sering bermain di tepi danau ini bersama sang ayah. memancing hingga naik perahu kecil ia sering melakukan di danau ini dulu.


"kenapa kau tersenyum?" tanya Julia mengagetkan Elaine.


"mengingat kenangan bersama ayahku dulu bermain di danau ini" jawab Elaine tenang sambil tersenyum.


"apa kau merindukan ayahmu?"


"tentu Julia aku sangat merindukannya"


"Malam ini aku akan pulang ke rumah utama, esoknya aku akan kesini lagi membantumu membersihkan villa"


"baiklah, aku sudah terbiasa sendiri" jawab Elaine jujur


Kemarin malam Julia bermalam di villa bersama Elaine sesuai perintah Nyonya Esmeenya. Nyonyanya meminta Julia untuk membantu Elaine membersihkan villa dan membantunya memasak, karena mengingat Elaine hanya di temani satu security disana membuat Esmee khawatir dengan keponakannya.


"ayo temani aku naik perahu itu" ajak Elaine menarik tangan Julia.


"Ehh aku tidak bisa mendayung" jawab Julia yang tak didengarkan oleh Elaine.

__ADS_1


Mereka mendorong perahu kecil itu mendekat ke tepi danau. Elaine duduk di depan di susul Julia di belakangnya. Mereka mendayungnya bersama hingga sampai ke tengah danau. Saat akan perputar arah tiba tiba Julia kehilangan keseimbangan membuat perahu yang mereka tumpangi miring dan membuat Elaine terjebur ke danau.


Julia yang masih bisa berpegangan di badan perahu berhasil naik ke atas perahu kembali. Dia berusaha menolong Elaine, tapi tak banyak yang bisa ia lakukan karena Julia tak pandai berenang.


Elaine berusaha berenang ke tepian, ia tak mendekati perahu karena takut akan membahayakan Julia. Elaine berhenti berenang ia merasakan kram di kaki kanannya, ia gelagapan bak orang akan tenggelam. Julia yang kalut hanya bisa berteriak minta tolong.


"tolong.. tolong.. tolong teman saya tenggelam di danau" teriakan Julia nyaring.


Di seberang danau Derryl yang hendak memancing mendengar teriakan Julia, ia kaget melihat Elaine tenggelam di tengah danau. Derryl berlari kencang menceburkan diri ke danau untuk menolong Elaine.


Derryl berhasil membawa Elaine ke tepi danau, sama halnya dengan Julia ia bersusah payah mendayung perahu yang ia tumpangi sendiri sampai ke tepi danau.


"Elaine sadarlah kumohon" jerit Julia


Derryl melakukan pertolongan pertama untuk korban tenggelam. Sebagai seorang sherif ia sudah terlatih untuk melakukan pertolongan pertama.


"kita bawa dia ke villa dia akan kedinginan disini" ucap Derryl kepada Julia.


"baik" jawab Julia dengan wajah panik.


Derryl menggendong Elaine menuju ke villa. beruntung jaraknya hanya 200 meter jadi hanya butuh hitungan menit untuk sampai ke villa.


Derryl merebahkan Elaine ke atas karpet kamarnya karena ia tak mau membuat ranjang Elaine basah.


"ganti bajunya aku akan menunggu di luar" perintah Derryl kepada Julia dengan napas tersenggal senggal.


Derryl menunggu di luar kamar sementara Julia mengganti pakaian Elaine yang basah. setelah menunggu beberapa saat suara pintu kamarpun terbuka.


"sudah aku ganti pakaiannya" suara Julia


Derryl masuk kembali ke kamar Elaine, ia berusaha mengeluarkan air yang mungkin masuk saat Elaine tenggelam tadi. Julia khawatir bukan main, bagaimana dia tidak khawatir, dia disuruh nyonya Esmee untuk menjaga Elaine tapi kini dia malah mencelakakannya.


Air sudah keluar tapi Elaine tak kunjung sadar, Derrylpun berusaha memberikan nafas buatan untuk Elaine. dan benar seketika Elaine terbatuk.


"uhhuukk..uhhuukk.."


"syukurlah anda sudah bangun, apa anda baik baik saja?" tanya Derryl.


Elaine yang masih bingung berusaha menjawab pertanyaan Derryl.

__ADS_1


"kakiku kram" jawab Elaine menahan sakit.


" kaki kanan" tambahnya


Derryl memegang kaki Elaine ia berusaha membantu menghilangkan kram di kakinya. Julia yang melihat hanya meringis membayangkan rasa sakit itu.


"Arghh" suara Elaine kesakitan


"apa sekarang sudah lebih baik?" tanya Derryl


"iya lumayan, terima kasih atas bantuan anda"


Julia membawakan handuk dan teh hangat untuk Derryl ia fikir laki laki itu bisa terserang masuk angin jika terus memakai pakaian basah itu.


" silahkan Tuan, anda bisa masuk angin jika berpakaian seperti itu terus" ucap Julia memberikan handuk yang dibawanya.


"terima kasih nona tapi saya pamit pulang saja, nona Elaine juga sudah sadar" ucapnya sopan.


"Emm.. ehh iya terima kasih kembali tuan atas bantuan anda" jawab Julia sedikit gugup.


Derryl pergi meninggalkan villa masih dengan keadaan basah kuyup, ia hanya meminum teh yang Julia buatkan lalu berlalu meninggalkan mereka.


Elaine masih memikirkan apa yang baru saja terjadi, ia memijit mijit pelipisnya yang masih terasa pening.


"dia laki laki yang kemarin di taman" batin Elaine mengingat ingat yang terjadi di danau.


"apa kau sudah merasa baik?" tanya Julia dengan tangan yang membawa jahe hangat.


"apa laki laki tadi yang menyelamatkanku?" tanya Elaine balik.


"iya apa kau mengenalnya?"


" aku bertemu dia kemarin di taman, besok aku ceritakan. Aku lelah ingin istirahat, kau boleh kembali ke rumah utama Julia aku tak apa" ujar Elaine mengingat Julia akan kembali ke rumah utama malam ini.


"aku tak tega meninggalkanmu sendiri"


"aku sudah baik baik saja, kau pergilah aku bisa menjaga diriku".


Julia kembali ke rumah utama sedangkan Elaine beristirahat di kamarnya, sesekali ia mengingat ingat bagaimana Derryl bisa menyelamatkannya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2