My Triplet Son

My Triplet Son
Tanggung Jawab?


__ADS_3

Seorang wanita dengan mata hazel nya, yang mampu memikat seseorang yang melihatnya ingin menyayanginya. Dia bernama Arista Prisya W. Ia gadis yatim piatu yang tinggal dengan sang nenek yang mulai sakit-sakitan. Dan untuk pengobatan sang nenek ia harus bekerja paruh waktu selepas kuliah.


Arista menatap benda ditangannya, air matanya tumpah. Ia gagal menjaga kehormatannya. Ia hamil. Segera ia mengambil hpnya untuk menghubungi Kelvan, kekasihnya.


...Kelvan❤️...


^^^Temui aku di Cafe depan kompleks.^^^


^^^Sekarang^^^


Ok


"Bunda, maafin Arista. Arista gagal menepati janji Arista untuk jaga kehormatan Arista." Ucap Arista sembari menangis sesenggukan.


Segera Arista bersiap untuk menemui Kelvan di Cafe untuk memberitahukan perihal kehamilannya. Arista berjalan kaki untuk mencapai Cafe yang ditujunya, karena memang hanya berjarak 200 meter dari rumahnya.


"Kelvan.." Panggil Arista saat sampai dimeja yang diduduki Kelvan, kekasihnya.


"Oh, hay. To the point, ada apa kamu memintaku menemui mu. Aku sibuk." Ucap Kelvan datar.


Meskipun Arista dan Kelvan berpacaran, Kelvan tak pernah sekalipun berbicara lembut padanya. Arista berpikir benarkah ungkapan cinta yang Kelvan ucapkan, atau Arista hanya mainannya. Tetapi dengan segera Arista menepis pikiran buruk itu.


"Aku hamil.." ucap Arista pelan sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Kelvan hanya diam seolah sedang berpikir apa yang harus ia lakukan kedepannya.


"Aku hamil anakmu Kelv." Ulang Arista kembali saat melihat Kelvan hanya diam.


"Gugurkan." Ucap Kelvan menatap datar pada Arista.


"Apa? Enggak." Ucap Arista, menolaknya.


"Gugurkan kandungan itu dan kamu akan tetap menjadi pacarku." ucap Kelvan


"Tidak, Aku tak akan pernah menggugurkannya, cukup ia hadir karena kesalahan. Aku tak mau menanggung dosa lagi karena menggugurkan kandunganku" ucap Arista dengan mata berkaca kaca


"Oke, kalau begitu kita putus." Ucap Kelvan beranjak dari duduknya.


"Kau percaya dengan ucapan ku? Kau tak lebih dari seorang Jalang yang termakan bujuk rayuan." Ucap Kelvan memandang rendah Arista


"Aku bukan jalang, brengsek." Seru Arista. Untungnya Cafe sedang sepi sehingga tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Lalu apa? Mau tidur dengan pria yang bukan suamimu. Kau tak pantas menyandang gelar sebagai nyonya Dewanto. Aku sama sekali tak pernah menyukai apalagi mencintaimu. Dan lagi, mungkin saja yang kau kandung itu bukan benihku. Tapi benih orang lain." Ucap Kelvan sembari melangkahkan kaki meninggalkan Arista.


Arista mendudukkan dirinya di kursi. Ia kembali menangis meratapi apa yang telah terjadi padanya. Ini salahnya, harusnya ia sadar tidak mungkin seorang Kelvan Allardyio Dewanto, putra dari pengusaha tersukses di Asia mau padanya yang hanya gadis yatim piatu yang miskin. Gadis? Bahkan sekarang ia sudah tak gadis lagi.


Setelah merasa tenang Arista beranjak dari duduknya, ia memutuskan kembali pulang kerumahnya. Sesampainya di rumah ia dikagetkan oleh neneknya yang sedang memegang testpack miliknya.

__ADS_1


"Arista, bilang sama nenek ini bukan punya kamu kan nak?." Tanya Neneknya.


"Maafin Arista nek." Arista berujar lirih sembari menundukkan kepalanya.


Nenek yang mendengar jawaban Arista memegang dadanya. Tanpa perlu ditanya lagi ia sudah tau bahwa testpack itu milik cucunya. Ia merasa gagal menjaga cucunya.


"Nek, maafin Arista. Maafin Arista." Ucap Arista memeluk Neneknya.


"Siapa laki laki itu nak." Tanya Nenek.


"Pacar Arista Nek.." Arista menjeda ucapannya.


"Tetapi ia tak mau bertanggung jawab nek." Lanjut Arista kembali menangis dipelukan neneknya.


Mendengar jawaban Arista membuat sang nenek semakin kaget. Ia merasa sedih atas apa yang menimpa cucunya ini.


"Waktu nenek tak banyak Ta. Carilah informasi tentang keluargamu Ta. Bu..Bbu...Bukkkaallahh kkoo..ttakk...ddiii..ddi..lemmaar..i" Ucap Nenek pelan sembari menghembuskan nafas panjang, masih dalam pelukan Arista.


"Nenek bicara apa sih nek." Ucap Arista mengurai pelukannya. Tetapi Arista merasa aneh, ia merasa tubuh neneknya sangat lemah.


"Nek, Nenek. Jangan tinggalin Arista nek.. hiks hiks." Arista menangis sesenggukan saat mengetahui bahwa neneknya telah pergi untuk selamanya meninggalkannya sendiri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2