My Triplet Son

My Triplet Son
Unexpected - Kelvan (4)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


...........


Kelvan kembali mengerjakan pekerjaannya meskipun pikirnya entah kemana. Terlalu lelah dan merasa membuang waktu percuma Kelvan melempar berkas yang baru di bacanya. Dia benar benar tak bisa berpikir kali ini.


Baru Kelvan meletakkan kepalanya di meja suara ketukan pintu yang sangat keras membuat Kelvan menggeram. Apakah dia tidak bisa tenang barang sebentar?


"MASUK!" Seru Kelvan, emosinya benar benar tidak bisa ia kendalikan.


Masuk salah satu karyawati yang Kelvan kenal sebagai resepsionis di kantornya. Ada apa sampai resepsionis nya menghampiri dirinya secara langsung? Bukankah bisa menghubungi sekretarisnya?


"P..Ppak..di.."


"Bicara yang jelas!" Sentak Kelvan, karyawati itu masih terus mengatur nafas sembari menunjuk ke arah pintu.


"Wanita yang tadi mencari bapak pingsan di bawah." Ucap Bella, Resepsionis itu dengan satu tarikan nafas.


Kelvan segera berlari, di otaknya hanya ada Jihan, Jihan dan Jihan. Bahkan panggilan Razer saja dihiraukannya.


Sesampainya Kelvan di lobby, dia melihat Jihan yang sudah berada di sofa. Tampak darah hang mengalir dari hidungnya dan bibir yang terlihat pucat. Kelvan menghentikan langkahnya dan menatap Jihan lama.


"Apa Jihan benar benar sakit?"


"Tuan, lebih baik kita membawanya segera ke rumah sakit." Ucap Razer yang baru saja tiba dan melihat Tuannya tengah mematung.


Tanpa menjawab apapun Kelvan segera mengangkat Jihan dan berlari ke arah basement. Meski keraguan dihatinya masih besar tentang penyakit Jihan, tidak dapat dipungkiri melihat darah yang ada di hidung dan tangannya membuat Kelvan panik setengah mati. Bagaimana jika Jihan benar benar sakit?


"Biar saya saja yang menyetir Tuan."


Razer mengambil alih kunci yang tengah di pegang Kelvan, dia dapat melihat kekhawatiran yang besar di wajah Tuannya itu. Ntah Razer harus percaya atau tidak pada wanita itu. Dengan segera Razer melajukan mobilnya menuju rumah sakit keluarga Dewanto, karena itu lah rumah sakit terdekat dari sini.


Setelah Jihan di bawa ke IGD untuk di periksa, Razer menghampiri Kelvan dan menepuk pundaknya.


"Kali ini lo mau jadi siapa lagi?" Tanya Kelvan sembari menatap Razer sendu.


Razer tersenyum, dia tau Kelvan mulai meragukannya karena info tadi.


"Terserah lo mau anggep gua sebagai apa kali ini. Tapi tolong lo duduk dan tenangin diri lo dulu." Razer menarik tangan Kelvan untuk duduk di sampingnya.


Setelah beberapa menit, dokter keluar dari IGD dan menghampiri mereka. Sejenak dokter itu menundukkan badannya ketika menyadari siapa yang ada di depannya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Kelvan cepat.


"Keadaannya tidak bisa dikatakan baik baik saja, sel ganas itu kembali menggerogoti nya. Untuk sementara waktu nona Jihan masih harus dalam pengawasan kami. Tuan bisa menjenguknya nanti setelah di ruang perawatan."


"Terima kasih." Ucap Kelvan kembali mendudukkan dirinya di kursi.


Razer menatap punggung dokter itu hingga menghilang dari pandangannya, dia melihat ada yang tidak beres ketika dokter itu menjelaskan keadaan Jihan.


"Lo liat kan! Apa hasil penyelidikan orang yang lo banggain itu!" Teriak Kelvan sembari menunjuk wajah Razer.


Razer mengepalkan tangannya, kalau Kelvan bukan sahabatnya mungkin Razer akan segera memukul Kelvan karena telah meragukan uncle Alex.


"Kayanya lo sama Alex itu emang niat mau pisahin gue sama Jihan kan? Oh gue tau, jangan jangan penyelidikan Alex soal korupsi yang dilakuin orang tua Jihan cuma kebohongan kan? Bilang sama gue Razer! Siapa yang nyuruh kalian buat lakuin ini ke gue!" Teriak Kelvan, pikirannya benar benar tengah kacau.


Kali ini Razer benar benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.


BUGGH


Satu pukulan di layangkan Razer pada Kelvan, bagaimana bisa dia memiliki sahabat yang sangat bodoh seperti ini. Dia benar benar tidak bisa terima ketika Kelvan menuduh Uncle Alex dengan tuduhan yang tidak tidak. Uncle Alex sudah sangat berjasa padanya selama ini. Lebih baik dia kehilangan sahabat dari pada melupakan kebaikan dan meragukan uncle Alex.


Kelvan menyeka darah di sudut bibirnya, matanya menatap tajam pada sahabat sekaligus sekretarisnya itu. Selama dia mengenal Razer, dalam keadaan semarah apapun tidak pernah sekalipun Razer memukulnya.


Baru Kelvan membuka mulutnya Jihan tengah di dorong menuju ruang perawatan. Melihat itu Kelvan segera mengikutinya tanpa memperdulikan Razer lagi.


.


"Maafkan aku sayang.." Lirih Kelvan sembari mengecup tangan Jihan.


"K..Kelv.." Lirih Jihan membuat Kelvan mendongakkan kepalanya. Dia menatap Jihan dengan pandangan penuh penyesalan dan rasa bersalah.


Kelvan segera memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainya itu. Berkali kali kata maaf dibisikkannya di telinga Jihan.


"Sudahlah Kelv, aku tidak apa apa.."


"Maaf kan aku sayang, maaf telah membuatmu menderita."


"Di mana Razer Kelv?" Tanya Jihan, biasanya dimana pun Kelvan berada saat jam kerja pasti akan ada Razer di sampingnya.


"Sudah, kamu ga perlu memikirkan baj*ngan itu." Ucap Kelvan dengan penuh amarah.


"Apa maksudmu?" Tanya Jihan tak mengerti, ada apa? kenapa Kelvan bisa berkata seperti itu pada orang yang selalu dia percayai?

__ADS_1


"Dia sudah membohongiku perihal penyakitmu." Ucap Kelvan kembali memeluk Jihan.


Kelvan tidak menyadari jika orang yang sedang dipeluknya menampilkan senyum miring.


"Hiks..Hiks..Hiks.."


"Ada apa? kenapa menangis? Apa aku menyakitimu?" Tanya Kelvan setelah melepaskan pelukannya.


Jihan menggeleng, "Aku merasa bersalah karena membuat persahabatan kalian hancur. Maafkan aku Kelv, selain karena penyakit ini. Dulu Kau meninggalkanmu karena aku tidak mau persahabatan kalian hancur."


Kelvan menyerngit, "Apa maksudmu?"


Jihan menggeleng, tetapi tangisnya tetap terdengar. Membuat Kelvan menyadari bahwa ada yang tidak beres.


"Katakan! Jangan sembunyikan apapun lagi dariku Jihan. Ku mohon jangan membuatku gagal untuk kedua kalinya."


Jihan tersentak, dia benar benar tidak menyangka seorang keturunan Dewanto bisa memohon seperti ini.


"Sebenarnya Razer pernah ke rumah kami Kelv, dia menyuruhku untuk segera menjauhi mu. Bahkan dia menyuruh Papa untuk menyerahkan perusahaannya, dia menuduh Papa melakukan korupsi. Padahal Papah tidak pernah dan tidak berniat melakukan hal itu." Jelas Jihan dengan sesekali tersendat.


Kelvan mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka orang yang paling dia percaya selama ini mengkhianati nya. Membuatnya seperti orang gila ketika Jihan pergi meninggalkannya.


"Kenapa? Kenapa Razer melakukan itu?" Lirih Kelvan, kepalanya menggeleng sedikit tidak percaya.


"Lalu menurutmu aku bohong Kelv? Tadi pun kamu meragukan ku soal penyakit ku. Aku tau kamu tidak akan mempercayaiku, makanya aku menolak memberi tahu mu."


"Bukan, bukan seperti itu. Aku hanya tidak percaya Razer bisa melakukan itu, apa sebenarnya salahku padanya?"


"Kamu tidak salah, dia yang salah."


"Apa maksudmu Jihan! Katakan yang jelas."


"Kamu tau? kenapa dia melakukan hal itu? Karena dia menyukaiku!" Teriak Jihan


TBC


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA..


JANGAN LUPA TINGGALIN SANDAL DENGAN CARA LIKE DAN KOMEN YAAA..


ATAU KALAU MAU BISA KASIH GIFTNYA HEHEHEHE

__ADS_1


SEKALI LAGI TERIMA KASIH SEMOGA HARIMU MENYENANGKAN🥰🥰🥰


__ADS_2