My Triplet Son

My Triplet Son
Kelvan (2)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


............


Kelvan meraih berkas di hadapannya, membuka dan membacanya dengan teliti. Matanya terbelalak tak percaya. Berkas itu, pada lembar pertama merupakan laporan pemeriksaan Jihan dan tertulis dengan jelas bahwa Jihan menderita kanker otak stadium dua. Dilanjutankan nya membuka lembar kedua, dilihatnya surat di mana Jihan dinyatakan sembuh satu tahun yang lalu. Dari kop suratnya, Kelvan tau surat itu dikeluarkan oleh Mount Elizabeth Hospital.


"Apakah ini asli?" Batin Kelvan bertanya tanya.


Kembali Kelvan membuka lembaran berkas itu, surat ketiga dengan tanggal 17 Februari (empat bulan yang lalu). Surat itu berisi keterangan dimana sel sel kanker Jihan kembali tumbuh.


Kelvan mencoba mengecek keaslian surat tersebut. Dari tiga surat itu, dua diantaranya dikeluarkan oleh rumah sakit milik keluarganya. Dia memang sudah melihat cap basah di surat itu, tetapi Kelvan masih belum yakin. Kelvan segera menghubungi dokter ahli kanker di rumah sakitnya dan jawabannya sama dengan keterangan surat tersebut.


Jihan tersenyum melihat Kelvan mulai menegang, dia tentu tau apa yang sedang di katakan Dokter Liza. Namun, senyuman luntur berganti dengan ketakutan ketika Kelvan menggebrak meja dan bangkit dari kursinya. Jihan sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya, Apa rencana yang bahkan baru dimulai ini gagal?


Degg...


Jihan tersentak ketika Kelvan memeluknya, dia menatap tak percaya badan Kelvan yang bergetar di pelukannya.


"Maafkan aku... Kenapa kamu membuatku menjadi pacar tak berguna? Kenapa kamu tidak memberitahukan penyakitmu?" Lirih Kelvan tepat di samping telinga Jihan.


Mendengar pertanyaan Kelvan, senyum penuh kemenangan muncul di bibirnya. Kelvan mempercayai nya, ini akan semakin memudahkan jalannya.


"Saat itu aku tidak ingin merepotkan mu, bahkan aku masih tidak enak karena memakai uangmu untuk biaya pengobatan ku." Lirih Jihan.


Kelvan melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Jihan.


"Hey dengar.. " Ucap Kelvan lembut sembari menatap Jihan.


"Ketika aku tau kamu menggunakan uangku untuk belanja pun aku senang mendengarnya. Tentu saja aku tidak masalah kamu gunakan uang itu untuk pengobatan mu."


"Jangan berkata seperti itu lagi, lalu kenapa kamu tidak melanjutkan pengobatan? Dokter Liza berkata kamu tidak lagi berniat untuk sembuh?"

__ADS_1


Jihan menundukkan kepalanya, Kelvan dapat merasakan bahu Jihan yang bergetar. Apakah wanitanya menangis?


Hah, Bahkan Kelvan masih menganggap Jihan adalah wanitanya.


"Kamu tau bukan, setelah pertunangan itu batal, kamu membuat perusahaan kedua orang tuaku bangkrut. Kini mereka bukan siapa siapa lagi Kelv, uang mereka habis untuk biaya pengobatan ku saat itu. Kini hidup kami berganti pada karir model ku.. Ta..tapi penyakit ini tumbuh kembali, Apa yang har.." Ucapan Jihan terpotong karena Kelvan menempelkan bibirnya tepat di bibirnya. Mata Jihan membulat terlebih ketika Kelvan mulai menggerakkan bibirnya, A**staga, Secepat ini?


Kenapa aku tidak merasakan getaran apapun ketika mencium Jihan?


"Jangan berkata apapun, kamu harus sembuh. Aku akan membuka blokir pada kartu yang pernah aku berikan padamu dulu, apa kamu masih memiliki nya?" Tanya Kelvan sembari membawa Jihan menuju sofa di sudut ruangan.


Jihan menganggukkan kepalanya pelan.


"Maafkan aku membuatmu harus bekerja keras untuk menghidupi keluargamu. Besok akan ku kembalikan apa yang pernah aku ambil dari keluargamu."


"Tidak perlu... Itu sudah bukan milik kami. Kamu lebih berhak atas itu Kelv. Kamu melakukan itu karena kesalahan kami, kamu berhak menghukum kami Kelv." Lirih Jihan kembali menundukkan kepalanya.


"Aku kemari hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi saat itu, bukan untuk meminta aset keluargaku yang kamu ambil Kelv. Aa.aak..aku hanya ingin meminta maaf, aku takut umurku tak lagi panjang."


"Hei... Sudah ku katakan jangan berkata seperti itu, ini salahku yang tidak mencari mu saat itu."


Itulah yang aku syukuri...Sayang. -Batin Jihan lirih penuh kemenangan.


"Terima kasih Kelv.... Aku tidak tau harus membalas mu kebaikanmu bagaimana.."


"Tidak, kamu tidak perlu membalasnya. Aku melakukan ini karena masih mencintaimu.." Ucap Kelvan.


"Aku akan tetap membalasnya Kelv, anggap saja uang yang kamu keluarkan untukku adalah hutang. Ketika aku memiliki uang lebih nanti, akan ku kembalikan itu kepadamu Kelv."


Kelvan tampak berpikir, itu terlihat dari darinya yang mengerut dan menatap dalam ke arah Jihan. Tangannya masih terus mengusap kepala Jihan lembut.


"Jika kamu masih terus memaksa, baiklah. Kembalilah menjadi kekasihku.." Ucap Kelvan, membuat Jihan senang bukan main. Tetapi wanita itu berusaha untuk bersikap normal dan tidak terlihat sebahagia itu.

__ADS_1


"Ta..Tapi Kelv... Akk..Aku..m.."


Lagi lagi Kelvan membungkam bibir Jihan dengan bibirnya sebelum Jihan sempat menyelesaikan ucapannya. Dia menekan tengkuk Jihan untuk memperdalam ciumannya, tangannya yang lain sibuk menuju salah satu objek kesukaannya. Tentu saja benda yang berjumlah dua itu.


Tangan Kelvan menyentuh puncak gunung itu. Ciuman Kelvan turun ke leher, gunung itu dan berakhir di perut, tangannya masih sibuk dengan kegiatannya bermain dengan benda kesukaannya itu.


Kenapa tidak sebesar milik Arista, tubuh Jihan bahkan tidak mampu membuat juniorku bangun.


"Sssa..sayy..yaang..."


"Berhenti..." Ucap Jihan terbata..


Kelvan menghentikan kegiatannya, dia menatap bingung pada Jihan. Salah satu alisnya terangkat seolah bertanya Ada apa?


"Jangan di sini, bagaimana jika Razer masuk ke sini?" Tanya Jihan.


"Dia tidak akan bisa masuk, aku sudah mengunci ruangan ini. Tapi kita akan melanjutkannya di kamarku."


Kelvan mengangkat tubuh Jihan dan membawanya ke sebuah pintu di sudut ruang kerja Kelvan itu. Kamar pribadi Kelvan.


Dengan perlahan Kelvan meletakan tubuh wanita yang dicintainya itu dengan perlahan. Kembali Kelvan menempelkan bibirnya tepat di bibir Jihan. Menciumnya sedikit kasar untuk memancing gairahnya yang belum juga terpanggil.


Ada apa? Kenapa sulit sekali membangunkannya? Kenapa juga aku tidak bernafsu pada tubuh indah di hadapanku? Dulu bahkan aku selalu merindukan tubuh ini..


Kelvan memejamkan matanya, otaknya berpikir. Apa yang harus dia lakukan untuk memancing gairahnya. Jika dia beranjak pergi dan tidak melanjutkan hal itu, tentu dia akan menyakiti perasaan Jihan.


Ntah bagaimana, wajah Arista yang muncul dalam pikirannya. Kelvan segera membuka matanya dan melihat yang berada di bawah kungkungan nya bukanlah Jihan tetapi Arista. Kelvan tau yang di bawahnya memang Jihan, tetapi ketika melihat wajah Arista yang berada di hadapannya membuat nafsu Kelvan berada di puncak. Dia tidak peduli jika memang dia harus membayangkan Arista ketika bercinta dengan Jihan. Yang ada dalam pikiran Kelvan hanya melanjutkan dan menyelesaikannya. Jihan tidak akan tau apa yang sebenernya terjadi.


TBC


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACAAAA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA🥰


__ADS_2