My Triplet Son

My Triplet Son
REGRET?


__ADS_3

PERINGATAN


STORY INI JARANG UPDATE DAN ALUR YANG MUNGKIN KURANG TERTATA


IT'S MY FIRST STORY, MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN


MASUKAN DAN KRITIK KALIAN SANGAT DIPERLUKAN UNTUK EVALUASI KU KEDEPANNYA


THANK YOU, I HOPE YOU LIKE IT!!!!!


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kelvan memasuki rumah kedua orang tuanya dengan tergesa untuk mengkonfirmasi apa yang Razer ucapkan. Dia sama sekali tidak tau kalau Kevin memperkerjakan Razer untuk menjaganya.


"Pa! Papa!!"


"Di mana Papa?" Tanya Kelvan pada salah satu pengawal di sana.


"Tuan besar ada di ruang kerjanya, Tuan muda." jawab pengawal itu sembari menundukkan kepalanya.


Tanpa berterimakasih, Kelvan segera beranjak pergi menuju ruang kerja Kevin.


Ceklek


"Pa! Apa yang di katakan dia benar?"


Kevin mendongak melihat putra sematawayangnya, wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun. Bahkan rasa khawatir sedikitpun.


"Apa kau tidak memiliki sopan santun sama sekali?"


"Kelvan minta maaf pah, bisa jawab saja pertanyaan Kelvan pah?"

__ADS_1


"Kenapa baru sekarang Kelv? Papah sudah pernah bilang bukan, rundingkan segala sesuatu dengan Papah karena papah selalu mengawasi mu dan orang orang di sekitarmu." Kevin melepas kacamata dan meletakkannya di meja.


"Apa kamu ingat itu?"


Kelvan terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan.


"Kenapa kamu tidak datang padaku dan bertanya perihal keterlibatan Razer ataupun keluar ****** itu pada kasus korupsi waktu itu. Aku yang saat itu memimpin perusahaan Kelv, aku lebih tau bagaimana keadaan perusahaan sebenarnya. Bukan wanita ****** yang sekarang menjadi istrimu itu?!"


Kali ini Kelvan tidak pernah lagi menyangkal sebutan ****** yang di tujukan pada Jihan karena tidak ada wanita baik bersuami yang sedang mengandung justru pergi ke club malam.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


Salah satu alis Kevin terangkat.


"Apa yang dia katakan benar? Razer adalah orang suruhan Papa?"


Kevin mengangguk, "Ya dia adalah salah satu orang kepercayaan ku dan tugasnya adalah melindungi mu. Aku yang mengirimnya untuk selalu ada di samping mu. 7 Tahun kamu berkerja bersamanya, seharusnya kamu tau baik buruknya anak itu."


"Apa menurutmu dia mungkin untuk melakukan hal itu?"


"Apa mungkin dia melakukan sesuatu tanpa alasan?"


Seketika Kelvan kembali teringat dengan ucapan Nando yang bermaksud sama dengan Kevin.


"Apa selama ini aku terlalu bodoh?" Batin Kelvan


"Papa rasa sudah cukup kamu di bodohi oleh wanita ****** itu. Selama ini hanya usiamu yang bertambah dewasa ternyata. Ck ck ck." Kevin mengeluarkan beberapa berkas di sana.


"Duduk lah."


Setelah Kelvan duduk, Kevin menyodorkan satu persatu berkas.


"Ini bukti kasus korupsi keluarga itu."


"Ini bukti perselingkuhan wanita itu dulu dan sekarang, kamu terlalu mudah dibodohi oleh orang orang yang sama."

__ADS_1


"Ini bukti kebohongan penyakit wanita itu. Papa sama sekali tidak mengerti kenapa kamu bisa tertipu padahal berkas yang dia bawa dari rumah sakit milik keluarga kita. Seharusnya kamu tau kop dan stempel yang tertera di surat itu adalah rumah sakit mana. Apa dia menangani penyakit yang diidap oleh wanita itu?!"


Kelvan membuka satu persatu berkas itu dan membacanya, tangannya terkepal erat dengan urat leher yang mulai menonjol.


"Dan ini hasil tes DNA anak dalam kandungannya."


"Bagaimana Papa bisa menyembunyikan hal sebesar ini. Bukanlah papa sama saja menjerumuskan anak papa sendiri?"


"Papa tidak pernah memintamu untuk mengambil jalan ini Kelv. Papa selalu meminta mu untuk bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan dan tidak terburu-buru dalam bertindak. Apa kamu sudah melakukan itu?"


"Papa tau kamu bertanggung jawab pada wanita itu karena 'kamu kira' dia mengandung anakmu. Lalu bagaimana dengan wanita yang lain? Wanita yang kamu ambil kesuciannya, jelas jelas kamu yang pertama untuknya tetapi kamu menuduhnya ****** dan menelantarkannya."


Kelvan terdiam mencerna apa yang Kevin ucapkan.


"Apa wanita ****** itu menjadikanmu yang pertama? Tidak bukan? Lantas bagaimana bisa kamu lebih percaya pada wanita itu dibanding wanita yang kesuciannya dia berikan untukmu?" Kevin menggebrak meja dengan keras.


"J-jadi selama ini Papa tau semuanya?"


"Ya, Papa bahkan tau apa yang kamu lakukan di kantor Alex beberapa bulan yang lalu."


Kelvan terduduk menyesali segala keputusannya, rasa bersalah pada Arista semakin memupuk menjadi satu. Dia sangat menyesal sekarang.


"Kenapa? Apa kamu menyesal sekarang? Penyesalan mu sekarang tidak akan merubah apapun, lebih baik bangun dan selesaikan masalahmu dengan wanita itu. Dan belajarlah menjadi lebih dewasa."


"Bantu Kelvan Pah.."


Kevin menghampiri putranya dan memeluknya, bagaimanapun kecewanya dia pada Kelvan. Lelaki itu tetap putranya, putra sematawayangnya.


"Papah sudah membuat rencana bersama Razer dan Alex. Kamu ikuti saja arahan papah baru setelah itu putuskan hubungan dengan wanita itu. Setelah semua selesai Papah mau kamu masuk ke agensi pertahanan milik Alex untuk dididik menjadi lebih baik lagi." Kevin mengusap pelan kepala Kelvan dan menciumi puncaknya beberapa kali.


Tangis Kelvan pecah dalam pelukan sang Ayah, kini dia tau kemana arah hatinya yang sebenarnya. Selama ini dia salah menafsirkan perasaannya pada Jihan, rasa yang dia kira cinta ternyata hanya ego yang terluka karena di tinggalkan saat itu. Dia bukan masih mencintai Jihan, hanya ego yang dibalut dengan rasa kasihan yang berlebih.


"Arista, apa Papah tau tentang dia? Bagaimana keadaannya? Saat itu Kelvan mendorongnya cukup keras, apa dia baik baik saja? Apa dia akan memaafkan Kelvan?"


"Perbaiki dirimu dulu baru papah akan beritahu tentang dia."

__ADS_1


__ADS_2