
SELAMAT MEMBACA
...........
Dua bulan berlalu, tepat di hari ini Arista akan datang ke pesta pernikahan Kelvan dan Jihan. Sejak tadi perasaan Arista tidak tenang, dia merasa akan ada yang terjadi nanti.
"Apa aku tidak usah datang saja ya?"
Arista sudah selesai bersiap, dia tengah duduk menunggu Razer menjemputnya. Sejak pengantaran undangan itu, Razer menjadi lebih sering ke rumah. Bahkan Arista bisa merasakan kedekatan antara adik angkatnya dengan Razer.
"Aku berharap apapun yang terjadi nanti bukanlah sesuatu yang buruk.."
"Kak, Razer sudah datang di depan." Meli yang entah datang dari mana mengejutkan Arista yang tengah memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya.
"Ah, baiklah.." Arista memegang perutnya dan bangkit perlahan dari kursinya. Kini Arista benar benar sulit untuk bergerak bebas seperti biasanya karena semakin hari perutnya semakin besar.
"Kak, apa tidak sebaiknya kakak tidak usah datang saja?" Ujar Meli dengan nada melasnya.
"Mereka mengundangku Mel, meskipun aku tidak tau ada apa dibalik ini semua. Tapi aku harus menghargai mereka yang sudah mengundangku."
"Baiklah, Razer tolong jagalah Kakakku dengan baik." Mohon Meli.
"Tenanglah Mel, aku pasti akan menjaga kakakmu dan calon keponakan-keponakanku."
Di jalan menuju gedung acara Arista hanya diam sembari menatap gedung gedung yang dilewatinya. Tampak sekali banyak masalah yang tengah Arista pikirkan.
"Ada apa Ta?"
Arista menoleh, dia menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak akan terjadi apa apa Ta, aku akan melindungi mu."
"Aku hanya merindukan Arlan, sudah dua minggu ini aku tidak bertemu dengannya." Ucap Arista dengan menghembuskan nafas lelah.
"Yakinlah Arlan anak yang kuat, dia akan menjadi kakak yang hebat."
"Dialah orang yang paling bahagia dengan hadirnya triplets." Arista tersenyum, dia mengelus perutnya yang sudah membuncit.
"Ada yang lebih bahagia dari Arlan Ta.." gumam Razer lirih.
Arista menoleh, "Apa kau mengatakan sesuatu?"
"Tidak.."
__ADS_1
Tidak ada lagi pembicaraan sampai di gedung acara, Razer dan Arista memilih diam dengan pikiran masing masing.
Razer membukakan pintu untuk Arista dan menyodorkan tangannya untuk di amit Arista. Mereka melangkah bersama menuju tempat acara dilaksanakan. Baru mereka akan memasuki ruangan dimana acara berlangsung, mereka sudah dihadang oleh beberapa penjaga.
"Mohon maaf Tuan Razer, Anda tidak bisa memasuki ruangan." Ujar salah satu penjaga dengan menundukkan kepalanya.
Razer hanya diam, dia sudah mengira ini yang akan terjadi karena Kelvan yang sekarang tampak membencinya.
"Apa dia juga tidak bisa masuk sebagai pasanganku? Aku membawa undangan." Sahut Arista.
Para penjaga itu tampak berpikir, mereka saling menatap satu sama lain. Mereka hanya diberi amanat untuk melarang orang yang tertera didaftar untuk masuk.
"Maafkan kami nona, Tuan Razer tetap di..."
"Aku yang menjamin Razer, aku yang akan bertanggung-jawab jika terjadi sesuatu karenanya."
Mereka semua menoleh pada seseorang di belakang Razer, di sana tampak Alex berjalan dengan istrinya dan beberapa anak buah di belakangnya. Para penjaga menunduk ketika melihat Alex, mereka tentu tau siapa Alex sebenarnya.
Arista menatap Alex risih, sejak tadi pria itu terus saja menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Ingin dia bertanya apa mereka saling mengenal, tetapi dia tidak memiliki keberanian itu.
"Apa uncle Fatan datang uncle?"
Mendengar nama Fatan, Arista refleks menatap Razer. Dia tentu ingat siapa nama Fatan untuknya.
"Ya, dia sedang dalam perjalanan. Ayo kalian masuklah bersama kami."
Arista menatap nanar Kelvan yang tengah berjalan menyambut Jihan dengan senyum lebarnya. Hatinya tetap sakit melihat betapa bahagianya Kelvan atas pernikahan ini sekalipun dia sudah merelakan Kelvan.
Kelvan menatap Arista dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, mereka saling tatap beberapa saat. Arista tidak lagi bisa menahan air matanya, dia terus menatap nanar ayah dari calon anak anaknya justru menikah dengan wanita lain.
"Dia akan merasakan penyesalan terbesarnya."
Arista tersentak, dia mengalihkan pandangannya pada seseorang dibelakangnya dan menghapus air matanya kasar.
"Jangan menangis Dear, dia tidak pantas mendapatkan mu."
"Vin! Uncle sama Aunty mana?" Razer menepuk pundak laki laki tadi.
"Masih diluar bentar lagi juga masuk. Arista nya gue pinjem dulu ya."
Razer tak menjawab, dia hanya tersenyum dan berjalan sedikit menjauh.
"Kamu apa apaan si? Jangan lancang ya!" Arista menyentak tangannya yang digenggam lancang.
__ADS_1
"Tenanglah Dear, kamu akan tau siapa aku sebenarnya."
Laki laki itu memeluk pinggang Arista dan menuntunnya menuju panggung pelaminan dimana kedua mempelai berada.
"Hai Bro!"
Laki laki itu menepuk pelan pundak Kelvan dan tersenyum lebar, "Selamat atas pernikahannya bro, semoga bahagia selalu dan tidak ada penyesalan ya."
Kelvan tertawa dia tidak menyadari apa maksud laki laki itu sebenarnya. Dia tersentak ketika melihat Arsita berada di belakang tubuh laki laki itu, sejak tadi dia hanya fokus pada Jihan dan beberapa tamu undangan. Dia benar benar tidak menyadari Arista yang sudah naik ke panggung pelaminan.
"Oiya, kenalin bro. Arista calon istri gue."
Bukan hanya Kelvan, tetapi Arista dan Jihan pun terkejut.
"Calon istri?!" Seru Jihan membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka.
"Iya, doain kita cepet nyusul kalian yah." Laki laki itu tersenyum tipis melihat respon keduanya.
"Bukannya tadi gue liat dia dateng sama Razer?" Tanya Kelvan membuat Arista menatapnya.
"Yakin anak dikandungan cewek lo itu anak lo?!"
Belum laki laki itu menjawab Kelvan sudah kembali berkata dengan nada sinis nya, tampak sekali ada guratan kemarahan diwajahnya.
"Terlepas anak itu anak gue atau bukan, ketika Arista jadi istri gue maka anak itu akan jadi anak gue."
Kelvan terdiam, ada gemuruh dihatinya yang tidak bisa dijabarkan. Ada perasaan tidak rela ketika mendengar sahabatnya berkata seperti itu.
"Gue turun dulu. Inget Kelv kadang yang terlihat buruk belum tentu buruk begitupun sebaliknya."
"Kamu itu sebenarnya siapa?!" Seru Arista begitu mereka turun dari pelaminan.
"Tunggulah sebentar lagi Dear."
Mendengar itu Arista tidak lagi bertanya, bahkan dia sudah tidak memperdulikan pernikahan Kelvan ataupun keberadaan Razer. Dia hanya tengah berusaha menenangkan perasaannya yang sejak tadi tidak bisa tenang.
Acara berlanjut pada sesi dimana kedua pengantin berdansa begitupun dengan para tamu yang bersedia. Tempat dansa dipisahkan menjadi 2 bagian. Bagian pertema untuk orang orang terdekat kedua mempelai dan bagian lainnya untuk tamu tamu lain yang berniat untuk berdansa.
Hal itu dilakukan karena akan ada sesi dimana mereka akan menukar pasangan mereka satu sama lain. Kedua calon pengantin sama sama tidak mau pasangannya berdansa dengan orang lain yang mereka tidak kenal.
TBC
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA SEMUAAA
__ADS_1
TERIMA KASIH JUGA DUKUNGANNYAA🥰
SEE U IN NEXT PART YAA