My Triplet Son

My Triplet Son
Kemarahan Kenan


__ADS_3

Sejak pulang dari Askandar Corp, Kelvan menjadi lebih banyak diam. Dia hanya akan menjawab seperlunya ketika ditanya, bahkan ketika dengan Jihan sekalipun. Pikiran Kelvan seolah tengah berpusat di suatu tempat yang tentu kalian tau dimana itu.


"Sayang..." Panggil Jihan lembut sembari mengusap pelan lengan Kelvan.


"Hmm.." Jawab Kelvan sembari menoleh.


"Kenapa?" Sebenarnya tanpa bertanya dia sudah tau apa penyebab perubahan Kelvan saat ini. Arista.


Kelvan menggeleng, dia memilih memejamkan matanya dan menerka bagaimana keadaan Arista saat ini. Teringat jelas dalam pikirannya bagaimana Arista meringis keras sembari meremas pegangan sofa, bagaimana dia melihat darah mengalir di sela kaki Arista, dan bagaimana raut kebencian itu muncul untuk pertama kalinya.


"Apa kau memikirkan wanita jalang itu?" Tanya Jihan, sungguh dia sudah muak melihat Kelvan yang seperti ini. Berkali kali setelah bertemu dengan Arista perilakunya akan sedikit berbeda. Ntah menjadi lebih banyak diam, atau sedikit lebih emosi.


"Jangan menghinanya seperti itu." Kelvan berucap dengan nada rendah agar Jihan tak salah paham.


"Bukankah kau yang berkata bahwa dia wanita jalang? Wanita yang sering bermalam dengan rekan bisnismu?" Tanya Jihan dengan sinis, cukup dia tau kini. Hati Kelvan memang sudah bukan miliknya.


Aku akan membuatmu memprioritaskan aku kembali. Jangan berharap aku akan melepaskan mu begitu saja karena aku tidak akan melepaskan tambang yang sudah kudapatkan. Aku akan melakukan apapun untuk menjagamu, termasuk dengan menyingkirkan wanita itu. -Jihan


Mendengat ucapan Jihan, Kelvan terdiam. Dia teringat kejadian di cafe saat untuk pertama kalinya dia menyebut Arista sebagai jalang lalu kejadian dimana dia menyebutnya di depan banyak orang termasuk Jihan sendiri.


Maafkan aku... Aku berharap kau dan calon bayimu baik baik saja..


"Aku hanya tidak mau ucapan buruk kita berdampak pada anak kita. Anak dalam kandungan mu." Ucap Kelvan pelan, tentu tidak sepenuhnya bohong.


Sekeras apapun dia menghina Arista dan berusaha melupakan Arista, sekeras itu pula rasa bersalah dan ingatannya yang terus membekas. Dia tidak bisa, dia akan selalu melibatkan bayangan Arista ketika bermesraan dengan Jihan. Dia terlalu pengecut untuk mencari tau kemana dia sudah melabuhkan hatinya.


Apa keputusanku sudah benar?


"Papa.." Panggil Jihan membuat Kelvan menoleh kearah pintu. Belum sempat dia mencerna keadaan, Kenan sudah terlebih dahulu mencengkeram kerah baju putranya.


"Dimana otakmu Kelvan Allardyio Dewanto?!" Seru Kenan tanpa melepaskan cengkeramannya.


"Pa ada apa?" Tanya Kelvan dengan sedikit tersenggal.


"Kau masih tanya ada apa, setelah kelakuanmu selama ini?"

__ADS_1


Kenan melepaskan cengkeramannya pada baju Kelvan, tetapi belum dia bisa bernafas lega. Kenan kembali menghujam nya dengan pukulan di wajah.


BUGH


Kelvan jatuh tersungkur karena pukulan yang diluncurkan secara mendadak kearahnya. Dia menatap tidak percaya Kenan yang kini berdiri di depannya dengan wajah merah padam dan dan tangan yang terkepal erat. Selama ini sebesar apapun kesalahannya, Kenan tidak pernah main tangan kepadanya. Dia akan selalu mencoba menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


"Papa..." Seru Jihan sembari menutup mulutnya, dia ingin membantu tetapi dia tidak memiliki keberanian untuk itu. Terlebih ibu mertuanya hanya diam menatap sang putra tanpa berniat membantu sedikitpun.


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Kenan masih terus memukul anak semata wayangnya tanpa ampun. Kali ini dia benar benar kehabisan kesabaran, apa sebenarnya kesalahannya dimasa lalu. Kenapa dia harus memiliki putra yang sangat pengecut dan bodoh seperti Kelvan.


Apa aku kurang tegas selama ini padamu nak? Di bagian mana dari cara ku mendidik dan merawat mu yang salah? Aku tidak ingin kehilangan seorang anak lagi, tetapi kelakuanmu membuatku ingin... -Kenan


"Mas..." Lirih Keyza sembari mengusap pelan lengan suaminya.


Kenan menoleh kearah istrinya, didapatinya Keyza tegah tersenyum lembut.


"Jangan berkata sesuatu yang nantinya akan kita sesali. Kita boleh kecewa tapi jangan ikut menyakiti hatinya." Ucap Keyza lirih tanpa terdengar oleh Kelvan dan Jihan.


"Pa kenapa tiba tiba papa pukul Kelvan?" Tanya Jihan dengan nada selembut mungkin setelah membantu Kelvan.


Kenan hanya diam, dia tidak menanggapinya sama sekali. Dia hanya menatap tajam pada pasangan suami istri yang kini sudah kembali duduk di sofa.


"Apa kau tau apa kesalahanmu?" Tanya Kenan datar.


Kelvan diam, dia tidak berani membuka mulutnya barang sedikit saja. Saat ini kemarahan papanya benar benar berada dipuncak yang bahkan dia sendiri tidak pernah melihatnya selama ini.


"Sudah cukup Papa diam selama ini Kelvan. Kamu kira Papa ga tau bagaimana hubunganmu dengan Razer saat ini?"

__ADS_1


Ya selama ini Kelvan tidak pernah memberitahu atau menunjukkan perselisihannya dengan Razer di depan Papanya. Dia sangat tau bagaimana Papanya sangat menyayanginya Razer seperti laki laki itu menyayanginya.


"Apa menurutmu Razer bisa melakukan hal itu? Apa menurutmu Alex serendah itu hingga berniat menghancurkan perusahaan yang bahkan jauh lebih kecil dari perusahaannya?" Tanya Kenan menatap Kelvan tajam.


Jika Kelvan hanya diam mendengarkan setiap kata demi kata yang keluar dari mulut Papanya. Berbeda dengan Jihan, sejak topik Razer mulai dibahas wanita itu terus meremas tangannya takut.


"Pa memang b.."


"Diam lah! Aku bukan Papamu!" Seru Kenan keras membuat Jihan tersentak.


"Pa! Papa boleh marah sama Kelvan. Kelvan akui Kelvan salah Pa, tapi Papa ga perlu bersikap seperti itu pada istri Kelvan Pa!" Ucap Kelvan dengan nada tinggi, dia bahkan berdiri dari duduknya. Suatu hal yang membuat Jihan tersenyum puas.


Kelvan tetap lah Kelvan, laki-laki yang mencintainya dengan sangat dan akan melakukan apapun untuknya.


"Dia memang istrimu tapi bukan berarti dia juga menantuku! Aku tidak sudi mempunyai menantu sepertinya."


"Pada kenyataannya dia tetap istriku Pa. Menantu Papa." Tekan Kelvan pada kalimat terakhirnya.


"Kau tau, siapa wanita yang kau bela itu? Wanita yang mengaku disukai oleh Razer, kau lupa apa bodoh Kelvan?! Razer bahkan belum bisa melupakan cinta masa lalunya bagaimana mungkin kau semudah itu percaya ucapannya?"


DEG


Teringat dalam benaknya kisah cinta Razer dan sepupunya, Clara. Bagaimana Razer mencintai Clara dan Bagaimana laki laki itu di saat saat terpuruknya itu.Saat dimana Razer kehilangan ibu dan kekasihnya di waktu yang berdekatan. Dia sangat tau bagaimana putus asanya Razer saat kehilangan Clara untuk selamanya disaat air matanya bahkan belum mengering setelah menangisi kepergian ibunya.


"Menurutmu dia bisa melakukan apa yang dituduhkan wanita tercintamu itu? Dan kau berpikir Alex ikut andil dalam masalah perusahaan waktu itu? Kalau Dewanto Corp bangkrut, dia juga akan kena imbasnya Kelvan! Jangan lupa kalau Alex termasuk pemegang saham terbesar setelah kita."


"Semua hal bisa terjadi, bisa saja bangkrutnya perusahaan kita membuatnya untung berkali kali lipat."


PLAK


Kenan lagi lagi memukul putra tunggalnya itu.


"Jangan bicaramu, jika tidak dengan bantuan Alex kau tidak akan mungkin hidup enak seperti ini. Dia adalah sahabat baikku Kelvan!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2