My Triplet Son

My Triplet Son
Renggang - Kelvan (5)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


...........


Kelvan membeku, ingatannya memutar saat di mana Razer sangat menentang hubungannya dengan Jihan. Tetapi melihat perlakuan Razer pada Jihan membuat Kelvan sedikit ragu.


"Tidak mungkin.." Lirih Kelvan


"Kamu ti.." Ucapan Jihan terhenti tangannya menyentuh kepalanya.


"Ahhsss.." Ringis Jihan membuat Kelvan mendongak dan menatap Jihan


Melihat Jihan yang tampak kesakitan, Kelvan segera berlari keluar untuk memanggil dokter. Dia bahkan melupakan tombol yang dapat digunakan untuk memanggil dokter.


"Jangan membuatnya berpikir terlalu keras dan biarkan nona Jihan beristirahat terlebih dahulu Tuan." Ucap Dokter itu setelah memeriksa keadaan Jihan


"Baiklah, kau boleh pergi." Ucap Kelvan yang dengan segera dituruti dokter tersebut.



Razer berjalan keluar rumah sakit dengan tatapan kosong. Dia mendengar semua yang dibicarakan Kelvan dan Jihan. Jika saja Kelvan tidak mempercayai hal itu, dia pasti akan tetap di sana dan mendampinginya. Namun kenyataannya Kelvan percaya akan hal itu.


BRAK


Razer tersentak saat ada yang menabrak tubuhnya, dia menatap seorang gadis yang masih terduduk di lantai sembari memungut beberapa lembar kertas. Dengan segera Razer berjongkok dan membantunya.


"Maafkan saya." Ucap Razer membuat gadis itu mendongak dan mematung.


Razer menyerngit, Ada apa dengan gadis ini?


"Permisi!" Razer menggoyangkan bahu gadis itu.


"Ah iya Mas ganteng." Ucap Gadis itu setelah sadar dari kekagumannya pada wajah tampan di depannya.


"Astaghfirullah, Maaf mas. Maksud saya.."


"Saya tau kok saya ganteng." Ucap Razer sembari tersenyum tipis hampir tak terlihat.


"Sekali lagi maafkan saya mas." Gadis itu segera pergi setelah mengambil kertas yang dipungut Razer.


Tatapan Razer masih mengikuti kemana gadis itu pergi. Baru setelah tak terlihat di bangkit dari jongkoknya.


"Ada apa denganku? Kenapa aku ingin tau tentang gadis itu? Apa gadis itu bekerja di sini?"


Kembali Razer melanjutkan langkahnya meski pikirannya sedikit tertuju pada gadis berseragam perawat itu. Sesampainya di parkiran dia seger a menyetop taksi untuk membawanya ke suatu tempat, mengingat tadi dia kemari menggunakan mobil milik Kelvan.


"Ke Askandar Corp."


Razer membuka tab nya dan melihat perkembangan perusahaan. Meskipun dia terlibat permasalahan dengan Kelvan, dia masih memiliki tanggung jawab sebagai sekretaris dan tangan kanan Kelvan.


Sejauh yang Razer amati perusahaan baik baik saja. Tetapi dia yakin, jika Kelvan kembali pada Jihan keadaan perusahaan akan jauh berbeda.


"Sudah sampai Tuan."

__ADS_1


Razer mendongak dan melihat sekeliling, dia segera membayar argo taksi. Kali ini dia harus membicarakan masalah ini pada Uncle Alex dan Uncle Kenan (Ayah Kelvan).


Razer menatap sekretaris Alex yang tengah fokus pada monitor hingga tidak menyadari ada orang yang sejak tadi menatapnya.


"Ehm.."


Pria itu, Dino tersentak dan segera bangkit ketika melihat Razer di hadapannya.


"Maafkan saya Tuan."


"Silahkan masuk Tuan, Tuan Alex sudah menunggu kedatangan Anda." Ucap Dino dan segera bangkit untuk membukakan pintu untuk Razer.


Dino mengetuk pintu ruang CEO, "Permisi Tuan, Tuan Razer sudah datang."


"Masuk."


Segera Dino membukakan pintu untuk Razer dan mempersilakannya masuk


"Uncle.."


"Ada apa boy? Apa ada masalah yang tidak bisa kamu selesaikan?"


Alex sangat tau, pemuda di depannya ini tidak akan datang secara langsung jika ini masalah kecil atau bisa diselesaikannya sendiri.


"Tunggu Uncle Kenan dulu Uncle."


"Apa ini tentang Kelvan? Apa anak itu berbuat ulah lagi?"


Setelah Kenan datang, Razer segera menceritakan apa yang terjadi. Di mulai dari kedatangan Jihan, pengakuan Jihan, hingga apa yang baru saja terjadi di rumah sakit. Bahkan Razer pun turut menceritakan hubungan Kelvan dengan Arista yang selama ini disembunyikan dari Kenan.


"Kenapa kau memiliki putra sebodoh itu?"


Kenan menatap Alex dan mengendikkan bahunya, dia pun tak tau kenapa putranya bisa sebodoh itu.


"Bisa kamu tunjukkan di foto Arista?" Pinta Kenan, dia sungguh penasaran dengan kekasih putranya itu.


Razer membuka hpnya dan menunjukkan sebuah foto pada Kenan.


"Delia?" Gumam Kenan.


"Ada apa uncle?"


Kenan mendongak dan menatap Alex, dia menyerahkan hp Razer pada Alex.


Alex terdiam, dia menatap dalam gambar dalam hp tersebut. Sangat persis dengan adiknya, Delia.


"Apa kau punya data tentang gadis ini Razer?"


"Ada apa paman? Aku hanya tau dia seorang yatim piatu yang tinggal dengan neneknya."


"Dia sangat mirip dengan adikku."


"Tante Delia?"

__ADS_1


"Aku akan menyelidiki siapa sebenarnya gadis ini, kamu jaga dia dari jauh Razer." Perintah Alex, ntah kenapa dia sangat yakin tentang kebenaran gadis ini. Tapi selama kebenaran belum terungkap, dia akan menyembunyikannya. Terutama dari keluarga adiknya.


"Lalu bagaimana dengan anakku?"


"Di mana kamu simpan berkas penting perusahaan?"


Kenan menatap Alex bingung, kenapa dengan berkas perusahaan ku?


Alex tampak menghembuskan nafas kasar.


"Menurutmu apa tujuan Jihan mendekati anakmu yang bodoh itu? Sekarang aku tau dari mana sifat bodoh anakmu itu!"


"SIAL" Ucap Kenan ketika menyadari maksud ucapan Alex.


"Kau simpan berkas perusahaan itu di tempat yang hanya kau saja yang tau. Buat copy an nya yang sama persis dan letakan di tempat sebelumnya. Kita tinggal ikuti alurnya saja."


"Tidak, itu terlalu beresiko. Kita harus singkirkan Jihan dari sekarang. Jika hanya menyembunyikan berkas penting perusahaan, ular itu masih bisa mengambil uang perusahaan. Percuma saja aku memiliki berkas aslinya tetapi perusahaan ku hancur."


"Kamu bodoh atau gimana! Jihan akan mengambil uang perusahaan mu jika dia tau berkas itu palsu. Untuk saat ini, Jihan hanya akan menghamburkan uang milik putramu." Jelas Alex.


"Apa kau yakin?"


"Tentu, ular seperti Jihan sangat mudah di baca rencananya. Dari dia yang mengaku kanker dengan surat dari rumah sakit mu." Alex tersenyum miring.


Kenan dan Razer saling menatap seolah bertanya Apa yang terjadi pada Alex?


"Kenan! Apa rekam medis pasien kanker bisa di berikan atau di simpan di rumah sakit mu?" Tanya Alex, dia menyadari dua orang di depannya tidak mengerti apa yang dia maksud.


"Tentu tidak, seorang pasien yang terdeteksi kanker akan langsung dialihkan ke rumah sakit khusus. Jadi rekam medis dan penyimpanan berkasnya akan di simpan di rumah sakit khusus." Jelas Kenan.


"Lalu apa hubungannya Uncle?"


Razer sudah lama mengabdi pada keluarga Dewanto, tentu dia tau seluk beluk bisnis keluarga itu. Namun dia tidak mengerti ada hubungan apa sistem rumah sakit dengan Jihan.


"Kamu jangan membuatku malu Razer! Aku sudah melatih mu untuk waspada pada sekitar, ancaman bisa dalam bentuk apa saja. Begitupun petunjuk!"


"Surat yang kamu lihat di meja Kelvan itu menggunakan kop surat rumah sakit mu. Tetapi itu bukan rumah sakit khusus kanker. Dan menurut penjelasan mu, Jihan pun tengah di rawat di rumah sakit tersebut bukan?" Jelas Alex, dia sangat gemas dengan dua orang dihadapannya ini.


Kenan menatap Alex seolah membenarkan apa yang sahabatnya itu katakan. Seorang penderita kanker memang di wajibkan untuk dirawat di rumah sakit khusus, kecuali ada sebab sebab tertentu. Namun itupun harus melalui persetujuan kepala rumah sakit. Dan diapun sudah mewanti-wanti untuk tidak sembarangan memberikan persetujuan, sekalipun anggota keluarga Dewanto yang melakukan permohonan.


"Ahh kenapa anakku sangat mudah diperdaya." Ucap Kenan dengan nada lemah.


"Karena dia bodoh, sepertimu."


TBC


Haii...


Apa kabar guys? Semoga masih kuat puasanya ya bagi yang menjalankan.


Oiya Part Kelvan hanya sisa beberapa part lagi, selanjutnya alurnya akan maju terus...


Maaf banget kalau ada yang ga ngerti🙏

__ADS_1


__ADS_2