My Triplet Son

My Triplet Son
PART 39


__ADS_3

Di sebuah perusahaan besar berlogo SA tengah berdisi seorang laki laki dengn kedua tangan berada dalan saku celannya sembari menatap seorang laki laki yang tengan mendudukkan kepala di hadapannya.


"Maaf.."


Laki laki itu mengernyit dengan satu alis terangkat.


"Ini bukan Kelvan yang gue kenal. Seorang Kelvan Dewanto sangat sanksi melakukan hal seperti ini, apa yang membuat melakukan ini pada seorang penghianat ini?"


Ya lelaki yang tengah menunduk itu Kelvan.


"Gue minta maaf, gue bego dan gue tau betul itu."


"Lo ga ada salah apapun, ga perlu minta maaf seperti ini dengan merendahkan harga diri lo."


"Harga diri gue bahkan udah hancur sejak keputusan untuk menikahi Jihan dan menelantarkan Arista. Keputusan paling bodoh dalam hidup gue adalah mempercayai wanita itu. Maaf atas perkataan gue waktu itu, gue tau g-"


Razer memegang bahu Kelvan dengan ke dua tangannya. "Lo ga ada salah apapun sama gue. Gue ga marah atas kata kata lo waktu itu tapi gue kecewa kenapa lo bisa se engga percaya itu sama gue."


"Maaf.."


"Gue ga perlu maaf dari lo, bagaimanapun lo tetep sahabat gue dan orang yang harus gue jaga. Tapi gue harap lo bisa berubah dan minta maaf sama Uncle Alex atas perkataan lo waktu itu."


Razer tersenyum kecil dan memeluk Kelvan sebentar. "Dunia emang kejam tetapi itu bukan alasan untuk kalah dan menyerah."


____

__ADS_1


"Jadi surat surat penting itu palsu?"


Alex mengangguk, "Surat kepemilikan yang asli sampai saat ini ada di suatu tempat yang aman. Kamu ga perlu khawatir soal itu."


"Kenapa Uncle bisa seyakin itu untuk menjebak wanita itu dengan cara seperti ini?"


"Karena wanita licik yang mengandalkan tubuh untuk mendapat sesuatu sangat mudah untuk di baca apa rencana yang akan mereka lakukan. Tujuan mereka tidak akan jauh dari harta dan kekuasaan." Alex menjeda ucapannya dan menatap Kelvan yang diam membisu.


"Kamu pikir dia kembali kepadamu karena cinta? No Kelvan, tidak. Jika perusahaan keluarga belum sebesar saat ini dia tidak akan pernah kembali ke padamu."


"Tetapi meskipun dia berhasil merebut semua bukankah saham uncle dan uncle Fatan yang paling besar? Mereka tidak akan mendapat kekuasaan apapun hanya karena surat kepemilikan itu, dalam bisnis saham yang berbicara." Tanya Kelvan.


Tak tak tak


Bunyi benturan ujung pulpen dengan meja kaca di hadapan Kelvan. Alex mengetuk-ngetukan pulpennya beberapa kali. "Itu lah bodohnya wanita itu, saham dan kepemilikan yang akan dia miliki tidak akan menghasilkan sejumlah uang sebesar yang kamu berikan padanya."


"Kita tidak bisa menganggap remeh sesuatu karena kita tidak tau siapa lawan kita sebenarnya."


"Apa mungkin Jihan punya kenalan seorang petinggi perusahaan uncle?"


"Mungkin saja, justru penyelidikan kami mengarah pada beberapa pemegang saham. Bukankah kau tau sendiri, beberapa pemegang saham selalu ingin menjatuhkan kepemimpinan Ayahmu tetapi selalu gagal karena AW selalu berpihak padanya."


Mereka terdiam cukup lama hingga Razer datang dan membawa beberapa berkas disana. Berkas berisi data diri para pemegang saham perusahaan keluarga Kelvan.


"Dugaan sementara adalah dia, beberapa kali orang kepercayaan ku melihatnya bertemu diam diam dengan Jihan sebelum menikah denganmu. Saat ini kamu harus lebih hati hati intensitas pertemuan mereka semakin tinggi dan cepat atau lambat mereka akan melancarkan aksinya untuk mendapatkan tanda tanganmu agar kepemilikan berganti."

__ADS_1


Kelvan mengeluarkan beberapa obat anti racun, mabuk, bius dan obat perangsang. "Nando memberikanku ini semua tadi."


Alex dan Razer terbahak sebentar, "Anak itu memang tidak pernah berubah."


"Ini akan berguna jika rencana mereka hanya sampai di situ. Bagaimana jika setelah mendapatkan tanda tanganmu mereka justru membunuhmu?"


"Mungkin itu harga yang harus aku bayar."


"Jangan bodoh, kamu masih harus membayar perbuatan mu pada keponakanku. Aku tidak akan membiarkan mu mati dengan mudah." Ucap Alex penuh penekanan.


"Razer!"


Razer yang mengerti maksud panggilan tuannya itu segera menyodorkan sebuah kotak kecil.


"Ambil dan gunakan ini." Alex membuka kotak itu dan memutarnya ke arah Kelvan.


Gelang.


Kelvan menatap tak mengerti pada Alex.


"Di dalam gelang ini, bagian ujung dekat pengait sebelah kanan tombol yang sedikit menonjol. Pencet tombol itu jika keadaan terdesak orangku yang ada di sekitarmu akan segera menolongmu. Pulanglah wanita mu itu ada di apartemenmu sekarang."


"Dia bukan wanitaku."


Alex berdecih, "Ya, dia istrimu."

__ADS_1


"Ingat, pencet tombol itu hanya jika kau merasa terdesak dan nyawamu terancam. Jika mereka sebatas mencari tanda tanganmu biarkan mereka."


__ADS_2