
"Tidak ada masalah kesehatan apapun. Tuan Kelvan dalam keadaan baik baik saja dan sangat sehat." Ucap Dokter setelah memeriksa seluruh hasil pemeriksaan Kelvan.
"Tapi kenapa saya sejak tadi terus mual dok?"
"Mual yang bagaimana pak?"
"Tentu saja perut bergejolak seperti ingin mengeluarkan sesuatu, tapi tidak ada yang dikeluarkan." Jelas Kelvan sedikit ketus, bagaimana bisa seorang dokter masih perlu bertanya hanya untuk bagiamana mual itu.
"Apa terjadi di pagi hari?" Tanya dokter itu lagi.
"Baru tadi pagi saya merasakan itu. Oh iya, dengan mencium parfum ataupun badan seorang wanita saja perut saya selalu bereaksi."
"Apa Tuan memiliki istri atau kekasih?" Dokter itu kembali bertanya, tentu saja dia tidak bisa langsung memberikan diagnosis ataupun saran. Terlebih kini yang dihadapannya bukanlah orang biasa, dia bisa saja di tendang dari sini jika memberikan jawaban yang tidak sesuai.
"Kenapa jadi mempertanyakan status saya?" Kelvan saat ini benar benar merasa kesal, dia ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya bukan untuk mencari jodoh sehingga di tanya seperti itu.
"Maaf jika saya lancang Tuan. Namun jika Tuan memiliki istri atau kekasih lebih baik Taun membawanya ke poli kandungan." Ucap Dokter itu ragu, dia tentu tau bahwa Tuan muda Dewanto ini belum menikah.
"Kenapa saya harus membawanya ke sana?" Tanya Kelvan dengan mata yang terus menatap tajam wajah Dokter itu.
"Ini hanya dugaan saya Tuan.. Mungkin saja kekasih Anda tengah hamil saat ini dan kehamilan yang dialaminya adalah kehamilan simpatik atau sindrom Couvade." Jelas Dokter ber-nametag Richard itu dengan gugup.
DEG..
"Maksudmu?"
"Mungkin saja kekasih Tuan tengah hamil dan yang merasakan gejala kehamilan adalah Tuan."
Ingatan Kelvan terlempar pada saat dimana Arista mengaku tengah hamil anaknya kemarin.
Apa anak itu benar benar anakku?
"Untuk lebih jelasnya lebih baik Tuan membawa kekasih Anda ke poli kandungan Tuan." Saran Dokter Richard.
"Sayang, bagaimana?" Tanya Jihan yang tiba tiba masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Padahal sudah Kelvan wanti wanti untuk tidak mendekatinya terlebih dahulu.
Kelvan menutup hidung dan mulutnya dengan telapak tangan ketika Jihan semakin mendekat padanya. Tepat ketika Jihan Sampai di sampingnya, dia segera berlari menuju tempat dimana wastafel berada di ruangan itu.
"Apa yang terjadi dok?" Tanya Jihan, dia tidak lagi berani mendekat pada Kelvan yang masih terus mengeluarkan isi perutnya.
"Apa Anda kekasih Tuan Kelvan?"
__ADS_1
"Iya dok, saya calon istrinya. Apa terjadi sesuatu padanya?" Tanya Jihan Khawatir.
Dokter Richard tersenyum membuat Jihan semakin bingung dengan yang sebenarnya terjadi.
"Tenanglah Nona, Tuan Kelvan baik baik saja. Lebih baik Anda periksakan diri Anda ke poli kandungan terlebih dahulu." Saran Dokter Richard masih dengan senyum yang mengembang.
"Mma..Maks..Maksud dokter?"
"Besar kemungkinan mual yang dirasakan Tuan Kelvan adalah morning sickness, salah satu gejala yang terkadang terjadi pada calon Ayah. Tetapi ini hanya dugaan saya, untuk lebih jelasnya lebih baik Tuan dan Nona segera menuju poli kandungan, akan saya buatkan rujukannya."
"Baik dok, terima kasih."
Jihan terdiam di tempatnya setelah mengucapkan terima kasih pada Dokter Richard. Pikirannya kini tengah terfokus untuk menghitung siklus menstruasinya yang memang sudah terlambat dua minggu dari tanggalnya.
Aku bertemu Kelvan 5 hari yang lalu, bagaimana jika aku benar benar hamil?
"Jihan, ikuti aku dari belakang. Jangan mencoba untuk menyejajarkan langkahmu sekali ini saja." Ucap Kelvan dengan lemas, dia bahkan berpegangan dengan tembok untuk menahan berat badannya.
"Lebih baik Tuan menggunakan kursi roda saja. Saya akan panggilkan perawat laki laki untuk membantu Tuan."
Dokter Richard segera berlalu pergi untuk mengambil kursi roda dan meminta salah satu perawat laki laki untuk membantunya. Setelah Kelvan duduk di kursi roda, dengan segera perawat tersebut mendorongnya menuju poli kandungan di mana dokter Alisya bertugas. Sedangkan Jihan hanya mengikuti dari belakang kemungkinan yang akan terjadi.
Alisya menatap bingung Kelvan, pasalnya sang wanita justru berdiri sedikit jauh dari keberadaan mereka saat ini.
"Tolong periksa kan kekasihku." Kelvan menunjuk Jihan.
Meski bingung Alisya tetap mengangguk, sekalipun dia tidak mengenal dua orang dihadapannya ini tetapi dia meyakini bahwa mereka bukanlah orang biasa. Dokter Richard bahkan mengantarkan mereka ke poli nya tanpa surat rujukan dan tanpa mengantri.
"Apa keluhannya Bu?"
"Saya terlambat menstruasi." Akhirnya hanya jawaban itu yang mampu dirinya keluarkan.
"Sudah berapa minggu bu?" Tanya Alisya sembari mengoleskan gel ke perut Jihan.
Jihan diam, tidak mungkin bukan dia menjawab dua minggu. Kelvan akan mencurigainya.
"Bu?" Tanya Alisya.
"Dua minggu.." Cicit Jihan sembari menatap Kelvan takut takut. Terlebih kini dia melihat tatapan Kelvan yang semaki menajam.
"Lihatlah bu, titik hitam di sana. Itu calon anak ibu.." Ucap Dokter Alisya sembari menunjuk sebuah titik hitam di monitor.
__ADS_1
"Berapa usianya dok?" Tanya Kelvan datar tanpa mendekat, dia pikirannya tengah bercabang. Apakah Arista mengandung anaknya atau Apakah anak yang Jihan kandung adalah anaknya?
"Melihat dari Hari pertama menstruasi/haid terakhir, usia kandungan Bu Jihan adalah 5 Minggu." Ucap Dokter Alisya setelah menyelesaikan pemeriksaan nya dan membantu Jihan merapikan diri.
"Tetaplah disitu jangan mendekat." Tegas Kelvan pada Jihan.
"Apa ibu mau melakukan pemeriksaan rahim?" Tawar Alisya dengan senyum lebarnya.
"Jelaskan terlebih dahulu padaku tentang kehamilannya dok!" Seru Kelvan dengan sedikit penekanan.
"Kehamilan Ibu Jihan baik baik saja Pak. Hanya saja mulai kurangi aktivitas berat dan menjaga pola makan. Akan saya berikan resep, silahkan di tebus nanti ya pak." Alisya mulai menulis resep untuk Jihan namun pertanyaan Kelvan selanjutnya membuat tubuhnya membeku, Apa aku akan melihat drama keluarga saat ini?
"Bagaimana bisa kandungannya 5 minggu sedangkan saya berhubungan in**m dengannya 5 hari yang lalu?"
Alisya menatap Jihan sejenak, tampak wanita itu menggeleng sebelum memilih menundukkan kepalanya. Sekali lihat dia sudah mampu menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi diapun tidak bisa memutuskan sesuatu tanpa ada buktinya bukan?
"Ibu bisa saja terjadi Pak, pembelahan sel atau pertumbuhan suatu janin dengan janin lainnya dapat berbeda baik ukuran ataupun kecepatannya. Usia kandungan Ibu Jihan yang saya sebutkan tadi hanya perkiraan menurut HPHT, untuk mengetahui usia lebih jelasnya periksakan kembali kandungannya ketika berusia tiga bulan." Jelas Dokter Alisya yang mendapat tatapan terima kasih dari Jihan, padahal Alisya menjawab seperti itu tanpa ada niat membantu Jihan sedikitpun.
Kelvan mengangguk, "Bisa jelaskan padaku apa itu kehamilan simpatik atau sindrom Coudave?"
"Kehamilan simpatik atau sindrom Couvade terjadi ketika calon ayah ikut merasakan gejala kehamilan yang dialami calon ibu. Ini dapat terjadi pada kehamilan trimester pertama atau ketiga." Jelas Alisya singkat
"Apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan rasa mual yang saya alami dan berapa waktu yang diperlukan?" Kelvan tidak lagi memikirkan perihal usia kehamilan Jihan setelah mendengar penjelasan Dokter Alisya tadi. Hal hal tersebut mungkin saja terjadi bukan?
"Saya akan menuliskan resep untuk mengurangi rasa mual yang Bapak alami. Biasanya gejala kehamilan terjadi selama trimester pertama hingga pertengahan trimester kedua. Tergantung setiap individu pak."
Kelvan mengangguk lalu menatap Jihan dengan sendu, tentu dia bahagia mendengar kabar kekasih tercintanya tengah mengandung buah cinta mereka.
"Kita akan menikah setelah gejala ini hilang."
Tidak hanya Jihan yang terkejut tetapi dokter Alisya dan perawat laki laki yang sejak tadi berada di dekat Kelvan pun ikut terkejut.
"Ada yang ingin saya tanyakan lagi dok, kekasih saya beberapa minggu yang lalu kembali didiagnosis menderita kanker. Apa itu berpengaruh pada keselamatan janin dan calon ibu?"
Setelah Kelvan membuatnya terbang karena rencana pernikahan itu, laki laki itu justru kembali membiarkan nya terombang ambing antara jatuh atau kembali terbang.
"Kembali? Apa sebelumnya Ibu Jihan pernah menderita kanker dan saat ini kembali tumbuh?" Tanya Dokter Alisya terkejut, pasalnya Jihan tidak terlihat seperti seorang penderita kanker.
FLASH BACK OFF
TBC
__ADS_1