Netra Merah

Netra Merah
Banaspati


__ADS_3

Selama di pondok, mata Nayra berkedut dan melihat sekelebat pandangan yang lalu lalang. Di pondok Nayra juga di ruqyah, tapi tidak ada hal yang menimbulkan negatif dari tubuhnya.


Beberapa orang bilang bahwa manusia yang dapat melihat makhluk gaib, Karena ada jin di dalam tubuhnya atau ada jin yang sedang berada di dekatnya, karena hanya makhluk jin sendiri yang bisa melihat makhluknya yang lain atau sebangsanya.


Saat kembali dari Jawa tengah, sebuah bola api melewati atap mobil milik Adam dan mendarat di sebuah rumah yang belum lama melangsungkan pernikahan.


Nayra dan Adam sampai menghentikan mobilnya, siapa yang usil melempar api ke atap rumah orang, Adam mencari api itu karena khawatir akan terjadi kebakaran dari api tersebut. Namun api itu tidak ditemukan.


Anehnya setiap Nayra melewati rumah tersebut, Nayra merasa langkah kakinya berat dan sesak, namun mata Nayra tidak berkedut. Nayra mengalaminya selama satu bulan lamanya, entah ada apa di rumah itu sehingga Nayra merasakan hal yang tidak nyaman.


Keesokan harinya, saat Nayra dan Adam duduk di teras belakang terlihat Dewi sedang asyik bermain dengan Zeki kucing milik Nayra.


"Pak, ada ibu Mira," ucap Siti.


"Siapa Mira?"


"Yang bulan kemarin menikahkan anaknya itu loh, Pak."


Adam bangkit dan menemui ibu Mira, sedangkan Nayra masih asyik menemani Dewi.


"Nayra." Suara Adam mengejutkan Nayra, dia menoleh kearah Adam.


"Ibu Mira ingin minta tolong sama kamu," Nayra bingung dan Adam menceritakan keperluan ibu Mira kepada Nayra.


Ternyata menantunya sedang sakit, dan penyakitnya itu tidak terdeteksi oleh medis bahkan tiap malam menantunya itu sering meraung kesakitan.


Nayra di bawa Mira ke rumahnya, saat melangkahkan kaki di teras rumah Mira Nayra sudah merasa sesak. Sebelum Nayra bertemu dengan menantu ibu Mira, mata Nayra sudah memberikan pertanda bahwa ada makhluk astral di dekatnya.


Saat pintu kamar dibuka, Nayra sudah bisa melihat ada ular cukup besar merayap di atas tubuh seorang pria yang sedang berbaring lemas. Tubuh Nayra bergidik karena ular itu sedang melihat ke arahnya, entah kenapa ada api kecil yang menyala di meja rias istrinya, api yang menyala berwarna biru dan tercium aroma busuk dari kolong meja rias tersebut.


Entah mengapa tubuh Nayra seakan bergerak menghampiri api tersebut, mata Nayra berkedut dengan ritme yang cepat, jantungnya berdetak kencang dan terasa nyeri. Kini mata Nayra mengeluarkan darah yang mengalir di pipinya, Nayra mengusap darah tersebut yang menempel ditangannya. Nayra jelas melihat sebuah telur berada di kolong meja rias tersebut dengan asap di atasnya seperti sedang membakar obat nyamuk yang jalannya memutar.

__ADS_1


Nayra berjalan mendekati meja, dia berjongkok seraya memperhatikan benda lonjong di bawah meja. Nayra mengambil benda tersebut yang ternyata sebuah telur yang tersimpan di kolong meja paling dalam.


"Apa itu, Nay?"


Nayra tak bicara hanya menunjukkannya saja, telur yang dia pegang mengeluarkan bau yang tidak sedap sangat berbau busuk.


"Bisa minta mangkuk atau gelas?" Permintaan Nayra membuat ibu Mira bangkit dan berjalan keluar kamar. Ibu Mira memberikan sebuah mangkuk kecil kepada Nayra.


Nayra mulai memecahkan telur yang dia dapat ke dalamnya lalu semua orang yang berada di situ terperangah, karena isi dari telur itu berwarna hitam dan berbau busuk. Suara erangan terdengar dari menantu ibu Mira, ternyata ular itu sedang melilit erat tubuh menantu ibu Mira. Entah keberanian dari mana lagi yang Nayra miliki, dia berjalan mendekati menantu Mira dan dapat meraih ular itu, dia memegang kepala ular tersebut hanya dengan satu tangannya.


Semua orang tidak dapat memahami apa yang Nayra lakukan, namun saat Nayra menarik ular dari tubuh menantu ibu Mira, terdengar suara erangan makin lama makin keras dari pria itu, seperti Nayra sedang menarik nyawanya. Mata pria itu terbuka dan semakin terbuka lebar sedang melotot kearah Nayra, pria itu menjerit dengan keras. Membuat semua pasang mata yang ada di sana memandang ngeri.


"Lepaskan," suaranya bergetar, "Lepaskan jangan bunuh aku."


Sang istri menangis melihat wajah suaminya seperti bukan wajah orang yang dia cintai sangat menakutkan.


"Kembali ke tuanmu, Cepat !" Ucap Nayra dan melepaskan ular tersebut dari genggamannya.


"Aku tahu, enyah" ucap Nayra membuat pria tersebut terkulai lemas.


Nayra jelas melihat sosok transparan tak jauh dari tubuh pria itu, seperti embun yang bergoyang, tidak berwarna juga tidak berbentuk. Nayra tidak bisa menjelaskan apa yang dilihatnya.


Nayra tidak tahu itu apa masih sama kah dengan ular tadi, tapi Nayra tidak terganggu sama sekali, seperti bukan ancaman untuk Nayra.


Ular itu merayap pergi melalui sela-sela di bawah pintu kemudahan Pria tersebut sadar dan memanggil istrinya, Nayra duduk di dekat mereka seraya memperhatikan menantu Mira, dia khawatir masih ada yang lain di tubuhnya.


"Apa menantu saya di teluh, Nak?"


Nayra menoleh kearah meja dan melihat telur busuk di dalam sebuah mangkuk.


"Sedang ada orang yang membuat perjanjian dengan seorang dukun." Nayra menunjuk kearah telur itu.

__ADS_1


"Apa suami saya akan baik-baik saja?"


"Maaf, aku tidak tahu." Nayra menundukkan kepalanya, dia merasa ada aliran yang sangat kuat. Aura negatif dan itu tidak baik.


Sekarang pria itu sudah mulai mau makan namun dengan tatapan yang kosong, Nayra pamit pulang karena waktu sudah semakin sore.


Setelah Nayra keluar dari rumah Mira, tubuh Nayra bergidik dan gendang telinga Nayra berdenging sampai menjalar ke otaknya. Nayra membalikkan badan, dan melihat bola api melesat cepat ke rumah Mira.


"Om, lihat?"


"Apa?"


"Bola api persis sama yang kita lihat kemarin."


"Om, tidak lihat."


Nayra mengerutkan alis karena heran, ternyata kali ini hanya Nayra yang melihat sedangkan Adam tidak.


"Dia kembali lagi Om, dia ingin buruannya sakit sampai mati."


"Astaghfirullah, apa iya seperti itu Nayra?"


"Entah Om, pikiran itu begitu saja muncul dan Nayra mampu mengatakannya, seperti tubuh Nayra ada yang mengendalikannya."


Pagi harinya menantu Mira di bawa ke rumah sakit, Siti menceritakan apa yang dia dengar kepada Nayra dan Adam yang sedang sarapan. Siti mendengarnya dari para tetangga Mira.


Menantu Mira dibawa dalam keadaan tidak sadar, mata dan mulutnya sedikit terbuka, terdengar rintihan halus keluar dari mulutnya. Jujur saja Nayra merasa takut dengan cerita Siti, tapi entah kenapa dirinya harus berurusan dengan sesuatu yang dia tidak mau terlibat di dalamnya.


Selama ini Nayra bertindak semaunya tanpa kesadaran penuh karena tubuhnya seperti dikendalikan orang lain.


"Sebenarnya aku ini siapa?" ucap Nayra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2