Netra Merah

Netra Merah
Gerbong Kereta Khusus Wanita


__ADS_3

Kulit Nayra dan roh tersebut saling bertemu sehingga Nayra dapat melihat bagaimana roh itu mati dan bergentayangan.


"Kau akan binasa di tanganku," ucap Nayra kemudian terkekeh kembali.


Suara itu bukan milik Nayra. Wajah Nayra sedikit berubah seperti dua wajah yang melihat ke atas, matanya berubah merah hingga memantulkan hantu hitam yang lehernya di cengkram kuat oleh Nayra. Teman-temannya merasa ngeri dan menunduk agar tidak berkontak pandang dengan Nayra.


Mulut Nayra terbuka lebar, dan menelan makhluk hitam yang tercekik ditangannya. Setelah menutup mulutnya Nayra mulai sadar dengan apa yang dia lakukan barusan.


"Nayra," Rio sadar Nayra telah kembali.


Nayra duduk lemas menyentuh lantai, Rio dengan cepat mendekat. "Kamu baik-baik saja?"


"Kalian pasti terkejut dan takut, Kan?"


Mereka terdiam, tidak dengan Dewi yang memeluk Nayra. "Sudah selesai makhluk itu sudah hilang."


"Kamu jangan khawatir Nayra, aku dan Dewi baik-baik saja," ucap Rio mengusap pucuk kepala Nayra.


"Aku juga tidak," Damar ikut bicara.


"Aku tidak takut sama sekali," ucap Dina penuh senyum.


"Aku juga tidak takut Nayra, justru aku sangat berterima kasih padamu," ucap Siska ikut memeluknya.


Keesokan harinya di sekolah.


"Kami menyelesaikan satu kasus lagi, hantu tangan hitam. Hantu yang meninggal karena bunuh diri, dia membakar dirinya sendiri di dalam rumahnya. Dia bergentayangan lalu melukai manusia. Kini dia sudah di musnahkan dan tak akan kembali mengganggu manusia lagi."


Damar menulis kalimat itu di akun media sosial klub misteri. Kini banyak pesan meminta KM nama penyebutan bagi klub misteri untuk membantu membasmi hantu di rumahnya.


"Wah, banyak sekali yang meminta bantuan kita, Nay" ucap Dina.


"Nayra harus memilah sendiri kasusnya, kita tidak tahu seberapa bahayanya mereka buat Nayra," tegas Dewi.


"Dewi benar," ucap Rio singkat.


Nayra sendiri serius membaca komentar yang terpampang di laptop. Dengan menggigit kuku pada jari kelingkingnya.


"Hobi baru?" Rio menarik ujung rambut Nayra.


"Sakit ka," keluh Nayra.


Rio membungkukkan tubuhnya sejajar dengan Nayra yang sedang duduk, mereka berdua sama-sama membaca beberapa kalimat di layar kaca. Nayra sempat menegang akan perilaku Kaka kelasnya.

__ADS_1


"Coba lihat ini," Rio menunjuk salah satu komentar. Semua tim KM mendekat dan membaca bersama.


."Aku tidak pernah melihat Hantu, tapi beberapa Minggu ini aku selalu melihat adanya hantu di gerbong kereta khusus wanita, jurusan Tanah Abang - Tiga Raksa, entahlah penglihatan aku ini benar atau salah, mungkin kalian Klub Misteri bisa membuktikannya."


"Menarik," ucap Nayra singkat.


"apanya yang menarik?" ketus Rio.


"Dia tidak dapat melihat hantu, tapi kali ini dia bisa melihatnya, menurutku hantu itu usil".


"Apa kamu bisa merasakannya, Nay?"


"Aku bukan peramal, Dam, tapi kita bisa membuktikan kebenarannya."


"Apa kamu mau mengujinya?"


"Kenapa tidak."


Semakin hari ketiga inisial D ini sangat antusias, wajah mereka begitu bersemangat ketika Nayra ingin melakukannya.


"Kalian ini, senang sekali menyusahkan Nayra."


"Loh ka, Nayra yang mau loh," ketus Dina.


"Kan, ada ka Rio," kompak 3D.


Akhirnya mereka akan menguji kebenaran dari cerita salah satu pembaca klub misteri, hari minggu siang mereka meluncur ke daerah Tiga Raksa Tangerang menggunakan drive car online. mereka sampai di sana pukul sepuluh pagi.


"entah kereta yang mana yang orang itu maksud, kereta disini tidak mungkin hanya satu"


"Yup, kaka benar, sebaiknya kita menunggu," ucap Nayra.


hampir dua jam mereka berdiri di peron jurusan Tiga Raksa - Tanah abang, suara klakson kereta berbunyi, kedatangan Tanah abang - Maja, mata Nayra akhirnya memberi sinyal, hanya saja mereka berdiri di peron yang salah.


"kita salah jurusan," ucap Nayra. Nayra serius melihat kereta itu berhenti di seberangnya.


"Apa maksudnya?" tanya Damar.


"Apa dia berada di dalam kereta sana?" kini Dina yang bertanya.


"Aku rasa iya," Dewi yang menjawab.


"Mereka benar-benar menjadi seorang pemburu," Rio melirik kearah ke tiga adik kelasnya.

__ADS_1


kereta itu kini melaju kearah jurusan maja, seorang security akhirnya mencurigai mereka berlima yang sejak tadi tidak beranjak dari stasiun Tiga Raksa.


"kalian mau kemana?" mereka yang sedang di ajak bicara akhirnya menjawab.


"Tanah abang,pak"


"Dari tadi kenapa kalian tidak naik, kalian menunggu apa?"


"Maaf pak, kami menunggu teman, sepertinya dia salah turun," jawab Rio.


"Pak, kereta yang tadi kapan kembali?


"Kereta itu akan segera kembali."


"Baiklah pak, kami akan naik kereta yang itu."


"Kalian jangan macam-macam ya, saya akan mengawasi kalian."


"Memangnya kami kenapa?" gumam Damar. Rio menyenggol Damar dan menaruh telunjuk di bibirnya, Damar seketika diam.


setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kereta yang mereka tunggu tiba. Nayra melihat kereta itu datang dengan jantung yang berdegup kencang, namun dirinya tidak bisa membedakan apa perasaannya, rasa takut atau rasa ingin memperjuangkan sesuatu, seperti saat ini, dia sedang mencoba lagi kemampuannya.


kebaikan dewa tengu kala itu sangat memudahkan Nayra kini, dia tidak lagi harus menggunakan softlens pada matanya, dan tingkat sensitif pada matanya semakin tinggi.


kereta tujuan Tanah Abang berhenti, mereka melangkah masuk, Nayra terus berjalan menelusuri gerbong dengan tujuan gerbong khusus wanita dan yang lain mengikuti.


Nayra duduk di dekat pintu, kebetulan penumpangnya hanya sedikit, hanya saja Damar dan Rio duduk berbeda gerbong. namun mereka masih bisa saling memantau satu sama lain.


Nayra memang merasakan kehadiran sosok, tapi nayra tidak menemukan keberadaanya.


Seorang gadis duduk sendiri di kursi prioritas, kepalanya bersandar pada tiang, dia terisak sambil mengoceh. sepertinya dia sedang putus cinta.


Kereta jurusan tanah abang ini berhenti di setiap stasiun, gadis itu berdiri terhuyung seperti sedang mabuk. Dia mendekati pintu keluar, setiap pintu itu terbuka tangannya dikeluarkan, lalu kembali diam sempurna ketika pintu itu tertutup, dia sangat membahayakan dirinya sendiri.


Saat itu jantung Nayra terasa nyeri, hingga Nayra memegang dada kirinya. ternyata Rio sangat memperhatikan Nayra, matanya tidak lepas memandangi Nayra di sebrang sana.


"kamu baik-baik saja, Nay?" sebuah pesan masuk di grup klub misteri. mereka semua membacanya, Dewi langsung memastikan Nayra yang duduk disebelahnya.


"Nay, are you oke?" Nayra tidak menjawab. dirinya sedang serius memandang gadis yang berdiri disampingnya melalui pantulan jendela, ternyata ada hantu wanita berdiri tepat di samping gadis itu.


Hantu itu hanya bisa dilihat Nayra melalui pantulan jendela, wanita dengan luka di wajah, sangat menyeramkan, Nayra sampai menelan ludahnya.


"Nay, apa kamu melihat hantunya? Dina bermulut besar itu membuat si hantu menoleh kearah mereka, Nayra hingga memejamkan mata. seperti sedang ketahuan bersembunyi. Nayra merasakan dia mendekat, mata Nayra masih terpejam.

__ADS_1


__ADS_2