Netra Merah

Netra Merah
Kematian


__ADS_3

"Kenapa tubuhku terasa panas sekali?" Tanya Nayra pada Junita.


"Pria tua itu berhasil mengendalikan kamu Nayra, dia mengincar Kami yang berada di tubuhmu."


"Kami, apa maksudmu?"


"Kami adalah aku dan seluruh kekuatanmu, aku sudah ada dan turun temurun di keluargamu."


"Apa yang dia inginkan dariku?"


"Dia menginginkan aku."


Nayra mulai membuka matanya, Nayra mengangkat tangannya yang terasa pegal, ternyata jarum infus menancap di sana.


"Kamu kenapa Nayra, ada apa dengan kulitmu?" tanya Rio dengan suara pelan. Nayra yang sadar telah berada di rumah sakit terheran melihat Rio ada bersamanya.


"Kenapa Kaka ada di sini? Seharusnya Kaka di rumah bersama keluarga Kaka."


"Aku baik-baik saja, aku khawatir mendengar kamu masuk rumah sakit."


"Di mana yang lain?"


Rio belum menjawab Nayra sudah menggeram. "Ada seseorang yang sedang bermain boneka dengan aku sebagai targetnya."


"Apa itu boneka santet?" Tanya Rio yang di anggukan oleh Nayra.


Tiba-tiba Nayra menjerit karena tubuhnya terasa semakin panas seperti terbakar, Nayra berontak hingga selang infus lepas dari tangannya. Nayra melompat dari ranjang seperti kucing, mendengus kemudian lari keluar kamar ketika Dewa dan Adam masuk ke dalam ruangan. Nayra menuruni tangga darurat yang saat itu terbuka kemudian menghilang dari pandangan mereka.


Ponsel Dewa berbunyi dengan nama Orang Jepang.

__ADS_1


"Dewa."


"Ya?"


"Di mana Nayra? Dia dalam bahaya."


"Tuan jepang, Nayra berprilaku aneh, tubuhnya panas hingga memerah, kini dia menghilang."


"Kamu dimana? Berikan saya lokasi, saya akan menyusul."


Dewa memasuki mobilnya di ikuti Rio untuk mencari Nayra dengan terus saling berkomunikasi dengan Tatsuo. Adam menghubungi Polisi meminta bantuan kepada Burhan supaya segera melakukan pencarian.


Sementara Nayra memasuki sebuah bangunan dengan rumput ilalang tinggi di sekeliling bangunan tak terpakai, Nayra sudah sejak tadi mencari keberadaan orang yang mengerjainya lewat matanya. Bangunan tua yang tampak sepi hanya terlihat kendaraan yang lalu lalang di jalanan raya sekitar seratus meter dari bangunan tersebut.


Sekitar sepuluh orang sedang berkumpul menanti Nayra di bagian atas bangunan dengan bara api di dalam tong di dekat mereka, salah satu dari mereka adalah seorang wanita dengan pakaian serupa kebaya berkain motif bunga kenanga, mereka semua memakai warna serba hitam.


"Kahin hebat kita sudah tiba," ucap si wanita. Dia melihat Nayra baru saja muncul dari tangga dengan iris matanya yang merah.


"Lepaskan semua yang bersarang di tubuhmu."


"Lakukan jika kalian bisa." Nayra menarik sudut bibirnya. Nayra membungkuk dengan menaruh satu lututnya dan kedua tangan ke lantai seperti seorang atlit yang siap berlari.


Sebuah gelombang udara lepas dari tubuh Nayra dan menghantam mereka semua, hingga mereka mengeluarkan darah dari mulutnya. Salah satu dari mereka bangkit dan berlari mendekati sebuah meja dengan boneka jerami di atasnya kemudian membaca mantra.


Nayra berteriak histeris dibarengi suara raungan harimau. Tubuhnya mengejang kesakitan.


Dukun wanita membaca mantra hingga muncul tiga asap besar berwarna hitam masuk ke dalam tubuh tiga pengawal mereka kemudian menyerang Nayra, pengawal pertama mengangkat tubuh Nayra kemudian dihantam hingga terbentur dinding, pengawal kedua menarik Nayra ke udara, tangan Nayra menahan tangan pria yang memegang lehernya dan kakinya bergoyang-goyang berusaha melepaskan cengkeraman pria tersebut.


Tatsuo berhasil menemukan Nayra yang kemudian menghubungi Rio juga yang lain dalam waktu tiga puluh menit atas bantuan Tengu.

__ADS_1


Tengu yang berada di tubuh Tatsuo tidak mau menunggu lama, dia segera naik dan menyerang samurai ditangannya, samurai yang hanya di lihat oleh bangsa makhluk saja, Nayra jatuh ke lantai. Rio, Dewa baru tiba berdiri di dekat Tatsuo sembari membantu Nayra berdiri.


Sebuah angin besar buatan musuh datang membuat mereka semua terseret mundur hingga berguling, Nayra murka melihat orangnya terluka, ia memandang ke arah para Kahin dengan matanya yang menyala merah serta giginya yang berubah menjadi panjang dan tajam.


Wajah Nayra berubah seperti wajah seekor harimau dan berlari menyerang musuhnya dengan tangan yang kukunya meruncing. Tatsuo, Rio dan Dewa bangkit membantu menyerang musuh Nayra, mereka tidak membiarkan Nayra bertarung sendirian.


Tapi, mereka bukan tandingan para Kahin yang di bantu para Makhluk kuat yang masuk ke tubuh para pengawal. Teman-teman Nayra tersungkur hanya Tatsuo yang masih berdiri karena ada Tengu. Rio dan Dewa di tarik ke dinding oleh makhluk yang tak terlihat, perut keduanya ada yang bergerak dan berjalan naik melewati kerongkongan kemudian keluar darah dari mulutnya. Tatsuo masih terus bertarung dengan Makhluk yang tidak terlihat.


Nayra teriak cukup keras hingga sosok wanita si Harimau benggala keluar bahkan ada juga Jaguar hitam keluar dari tubuhnya. "Pergi! Selamatkan mereka!" Teriak Nayra pada makhluk yang pernah tinggal di dalam tubuhnya.


Kedua makhluk menyerang membabi buta para makhluk yang bersarang di tubuh musuh hingga mereka roboh, Dewa, Tatsuo dan Rio terkulai lemas, begitu juga musuh, si Kahin wanita menusuk sebuah keris ke perut Nayra, dan satu pria lagi menghantam tubuh Nayra dengan tenaga dalamnya membuat Nayra yang saat itu sudah tidak memiliki kekuatan tergeletak lemas di lantai, "pergilah." Suaranya melemah memandang Junita si Benggala betina.


Kahin laki-laki segera membuat mantra yang membuat Junita dan jaguar hitam kesakitan, Tengu menyabit Kahin hingga dia berjalan mundur menghindari. Tatsuo yang penuh luka membawa pergi Junita dan jaguar si kucing hitam besar itu meninggalkan bangunan.


Kahin pria sangat kesal karena buruannya lepas, kemudian dia membaca mantra hingga kepulan asap hitam datang membawa beberapa bola api dan membakar seluruh bangunan tersebut, kemudian keduanya menghilang.


Di kejauhan jaguar yang dibawa Tatsuo berubah menjadi kucing hitam dan melompat mendekati bangunan yang masih terbakar.


"Hey, kembalilah," teriak Tatsuo.


Kucing hitam melihat beberapa mayat tergeletak dan juga teman-teman Nayra yang masih bernapas meski sesak karena asap kebakaran. Kucing hitam mendekati Nayra yang terbujur kaku dengan luka dalam akibat tusukan diperut, kemudian kucing hitam menjilati wajahnya. Mata Nayra yang merah berubah menjadi hitam sedangkan mata kucing itu menjadi merah dan mengerang.


Kebakaran itu memancing datangnya polisi dan pemadam kebakaran, mereka berhasil memadamkan dengan cepat karena tidak ada barang yang mudah terbakar. Kucing itu melewati para petugas begitu saja.


"Ada korban di atas!" Teriak petugas kebakaran yang mencoba memadamkan api bagian atas. Para korban segera dibawa ke rumah sakit.


"Nayra tunggulah sebentar," ucap Tatsuo.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡ TAMATπŸ‡πŸ‡πŸ‡

__ADS_1


Judul : Netra Merah


Penulis : Daliyah Zaheer


__ADS_2