Netra Merah

Netra Merah
Teror Ketuk pintu part 2


__ADS_3

Malam harinya Adam dan Nayra mengobrol bersama di ruang TV, mereka sedang membicarakan rencana untuk pergi ke Singapura. Datang Keluarga Kinan bertamu, mereka saling mengobrol satu sama lain.


Dewi merengek untuk ikut ke Singapura, mereka tidak tahu jika keberangkatannya besok untuk pengobatan mata Nayra yang kini memakai softlens setiap harinya. Kinan membawa Dewi pulang ke rumah karena terus merajuk, meninggalkan Adam dan Dewa saja yang sedang asyik mengobrol sedangkan Siti dan Nayra sedang merapikan dapur.


Nayra memegang mata kanannya yang tiba-tiba berkedut di iringi ketukan dari pintu, membuat semua orang menoleh kearah pintu, Dewa melangkah ke arah pintu karena ketukannya dipukul sangat keras.


Adam mulai penasaran dia sedikit berlari menghampiri Dewa, sebelum Dewa membuka pintu, Adam memegang tangan Dewa dan menggeleng. Adam dan Dewa mengintip melalui jendela namun tidak ada orang di luar sana, mereka berdua kembali berbalik arah dengan wajah menegang, dan ketukan pintu berbunyi kembali.


Nayra dan Siti yang berdiri di dapur sejak tadi mulai khawatir karena kejadian ini persis seperti mereka kemarin. Nayra mengambil stik golf yang berada di bawah tangga, Siti juga ikut mengambil benda apa saja untuk melindungi dirinya.


Dewa memutar anak kunci dua kali lalu membuka pintu, tapi tetap sama di luar sana tidak ada siapa pun. Dewa berjalan keluar di ikuti Adam. Nayra dan siti menyusul Adam keluar, tubuh Nayra mematung karena dia melihat seorang wanita berdiri di luar pagar mata Nayra saat itu terasa perih dan mengeluarkan tetesan darah telinganya juga berdenging sampai Nayra melepaskan stik golf dari tangan dan menutup telinganya.


Mereka bertiga terkejut saat stik golf jatuh ke lantai, tambah terkejut karena darah yang mengalir di mata Nayra. Adam segera membawa Nayra masuk dengan tangan yang masih menutup telinganya.


Adam memerintahkan Siti untuk mengambil air hangat serta kasa yang tersimpan di lemari obat. Nayra ditarik tangannya dengan pelan oleh Adam supaya duduk, Dewa mengambil tisu yang ada di meja dan membersihkan air mata Nayra.


"Nayra kenapa, Om?" tanya Dewa.


Nayra diperkenalkan sebagai anak adopsi saja kepada keluarga Kinan tetapi tidak dengan sejarah pertemuan mereka, akhirnya Adam bercerita kepada Dewa dan Siti bahwa Nayra Memiliki luka di matanya saat kecelakaan, Adam membuka softlens pada mata kanan Nayra, membuat keduanya terkejut juga kagum karena matanya terlihat indah, sama persis dengan perasaan Adam waktu pertama kali melihat mata Nayra. Adam juga bercerita tentang Nayra yang tidak bisa mengingat masa lalunya, serta tidak ada satu keluarga pun yang merasa kehilangannya.


Mata Nayra berkedut saat mereka sedang mengobrol, ini kali pertama Adam melihat langsung pupil mata Nayra berubah, persis dengan yang diceritakan oleh Dokter dan Suster saat pertama Nayra sadar dari komanya.


Selama ini Adam penasaran dengan berita yang beredar di rumah sakit waktu itu, namun kali ini dia melihat langsung dari jarak yang amat dekat.


Bunyi ketukan berbunyi lagi dari arah pintu, Ketukan itu berhenti setiap berbunyi tiga kali. Ketukan kedua berbunyi lagi, Adam bangkit dari duduknya namun Nayra memegang tangan Adam.

__ADS_1


"Om, jangan. Tadi Nayra melihat ada wanita itu di luar sana."


Adam dan Dewa saling melihat karena saat di luar tadi mereka tidak melihat apa yang Nayra lihat.


"Wanita apa, Nay. Ga ada siapa-siapa," ucap Adam.


Siti langsung mendekati Nayra yang sedang duduk sambil memegang tangan Adam, "Wanita yang kemarin itu, Neng?" Nayra mengangguk.


Mereka terhenyak saat suara ketukan ketiga berbunyi, kali ini cukup keras. Dewa hendak membuka pintu, namun segera di hentikan, "Jangan Ka!"


Kemudian bunyi ketukan terdengar lagi,


"Kita harus membukanya, sayang. Jika tidak, ini akan sangat mengganggu."


"Dewa temani, Om." Adam mengangguk.


"Tidak ada siapa-siapa, Nay," ucap Dewa.


Dewa melihat kearah Nayra yang berdiri jauh dari mereka, Nayra menunjukkan jari ke arah luar, entah apa yang dilihat Nayra. Telinga Nayra menangkap suara berdenging hingga gendang telinganya terasa sakit, Nayra menutup telinganya seraya menjerit. Adam bergegas menghampiri Nayra.


"Istighfar sayang, ada apa?" Adam memeluk Nayra. Nayra melepaskan pelukan dan menoleh keluar, wanita itu masih di sana.


"Tolong aku!"ucapnya. Nayra menggelengkan kepalanya. "Tolong aku," wanita itu bicara dengan lirih, Nayra hanya diam sambil memegang erat lengan Adam.


"Apa kamu melihat wanita itu ada di luar?" tanya Adam.

__ADS_1


Nayra bicara dengan berbisik "iya."


"Tolong aku," ucap wanita itu lagi, Nayra masih diam, wanita itu membulatkan matanya sangat lebar dan berteriak kearah Nayra "Tolong aku!" Nayra menutup telinganya karena suara wanita itu membuat telinganya sakit.


"Dia minta tolong, Om," ucap Nayra pelan.


"Minta tolong apa?" tanya Dewa. Nayra hanya menggeleng.


Nayra memperhatikan wanita itu secara intens, Nayra merasa tidak asing dengan wajahnya, akhirnya Nayra ingat siapa dia, Nayra menoleh ke arah Adam. "Aku pernah bertemu dia di rumah sakit, Om." Wanita itu mengangguk mengiyakan ucapan Nayra.


Seketika udara dingin masuk ke dalam rumah, hingga semuanya bergidik, Nayra merasa sesak ketika wanita itu melangkah mendekat.


"Diam di sana!" ucap Nayra tegas.


Wanita itu diam dan menunduk karena Nayra bicara dengannya dengan mata yang terbuka, mata merahnya seperti kekuatan untuk Nayra. Entah dari mana datangnya keberanian membuat Nayra mampu bicara kepada wanita itu, "kamu mau, aku antar ke rumah sakit?" Wanita itu mengangguk.


"Om, kita antar dia pulang," ucap Nayra pelan. Adam mengangguk dan mencari kunci mobilnya.


"Dewa ikut, Om." Adam mengangguk.


Adam mengeluarkan mobil dari garasi, diikuti Dewa yang membuka pagar rumah Adam. Nayra melangkah melewati dia, Nayra masih takut hanya saja wajahnya tidak menyeramkan seperti sebelumnya.


Nayra hendak duduk di kursi belakang mobil dan ternyata wanita itu sudah ada di dalam, tentu saja Nayra terkejut sambil memegang dadanya.


"Dia duduk sama kamu, Nay?" tanya Dewa. Nayra hanya mengangguk, Dewa bergidik seraya melihat ke arah Adam, dia sedang membayangkan hal yang tidak bisa di lihatnya.

__ADS_1


Setibanya di rumah sakit wanita itu sudah berada di luar, dia menunjuk ke arah belakang rumah sakit dan berjalan menjauh dari mobil, Nayra mengikutinya yang dibarengi Dewa.


__ADS_2