Netra Merah

Netra Merah
Teror Ketuk Pintu part 1


__ADS_3

Adam dan Nayra segera mengepak barang setelah satu hari melakukan transaksi jual beli di bantu keluarga Karin untuk mengurus kepindahan rumah. Sekarang hampir sepuluh orang ronda setiap malamnya untuk berjaga, khawatir ada orang usil yang melakukan teror ketuk pintu, karena setiap rumah yang di ketuk tidak pernah tahu siapa yang mengetuknya. Sedangkan Nayra sudah melihatnya malam itu, pelakunya seorang wanita dengan senyum yang menakutkan.


Kini Nayra tinggal di rumah baru yang lebih luas dari rumah sebelumnya, Nayra tidak akan sendirian lagi, dia ditemani Siti seorang asisten rumah tangga yang diperkerjakan oleh Adam.


Malamnya Nayra sedang berbaring di kamarnya, seketika matanya berkedut lagi seperti waktu itu, tidak beberapa lama suara ketukan pintu terdengar di pintu masuk.


Nayra mencoba mengintip dari kamarnya, sayangnya dia tidak dapat melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya, Nayra keluar kamar dan melihat ke bawah, terlihat Siti sedang mengintip ke luar melalui jendela, Siti melangkah meninggalkan pintu karena tidak menemukan orang di luar.


Langkah Siti terhenti karena suara ketukan berbunyi lagi, kali ini Siti tidak berani mendekat, Siti menoleh ke atas karena melihat Nayra melangkah turun, Siti mengangkat bahunya ke arah Nayra memberi isyarat bahwa dirinya tidak tahu siapa orang yang usil di luar rumahnya.


Suara ketukan berbunyi lagi membuat mereka berdua terhenyak bersamaan, Siti mendekati Nayra yang masih berdiri di anak tangga.


"Neng, saya takut," ucap Siti. Nayra melihat jam dinding yang berada di atas pintu garasi, jam masih menunjukkan pukul 20.50, Nayra menekan panggilan di ponselnya dan menghubungi Adam tapi tak ada jawaban, Nayra memberi pesan kepada Adam bahwa saat ini ada yang mengetuk pintu di rumahnya.


Ketukan makin kencang dari luar sana, Siti dan Nayra mulai gemetar wajah Siti terlihat jelas mengisyaratkan ketakutan. Nayra melangkah maju yang diikuti Siti, dia sempatkan mengambil stik golf milik Adam yang tersimpan di bawah tangga.


Ketukan pintu berhenti ketika Nayra dan Siti mendekati jendela, dengan tangan yang memegang kuat stik golf ke atas, kali ini matanya berdenyut cepat sampai Nayra merasakan ngilu. Nayra mengintip dari sela jendela, di luar sana berdiri seorang wanita membelakangi pintu dengan pakaian yang sangat kotor di bagian bawahnya. Siti ikut menoleh keluar dia juga melihat wanita itu. "Siapa dia, Neng" Nayra hanya mengangkat bahunya.


Mereka berdua masih berdiri dibalik jendela sambil sesekali mengintip, Nayra memutar nomor Kinan tapi tak ada jawaban juga. Mereka berdua terhenyak kembali ketika suara ketukan berpindah ke pintu samping, membuat debaran jantung terasa sakit karena terlalu cepat berdetak.

__ADS_1


Ketukan di pintu samping tidak berhenti berbunyi sejak tadi sedangkan wanita di luar melangkah berjalan mendekati pagar dan menghilang di sana. Mata mereka berdua terbuka lebar saat melihatnya, Siti memeluk Nayra sangat erat.


Nayra menarik Siti untuk pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas, saat melewati pintu samping mereka berdua saling menoleh dan memandang keluar sana ada bayangan yang terpantul melewati tirai jendela, nama mereka dipanggil seraya kaca jendela yang diketuk.


"Suara nyonya Kinan, Neng," ucap Siti. Nayra pun mengangguk.


Siti mendekati jendela dan membuka gordennya, Siti menjerit karena ada wajah yang menempel di kaca, suara jeritan juga terdengar di luar sana. Nayra yakin itu suara Kinan dan Dewi.


Dewa berteriak sangat kencang memanggil nama Nayra. "Nay, buka. Ini Kaka!" Nayra lari kearah pintu dan membukanya. Ternyata Benar mereka keluarga Kinan yang datang melewati pintu halaman belakang yang terhubung dengan halaman mereka.


Nayra dan Siti menangis karena senang ternyata mereka benar-benar keluarga Kinan.


Siti menceritakan bahwa ada wanita diluar sana menghilang di pagar rumahnya, Dewa yang penasaran langsung saja keluar melewati pintu depan menuju pagar, keadaan pagar masih terkunci gembok, Dewa masuk kembali meminta kunci gembok pagar pada Siti.


Siti menyusul Dewa dengan membawa kunci, diikuti ketiga wanita lainnya Dewa membuka gembok dan membuka pagar dengan lebar, mereka sampai keluar dari pekarangan dan tidak ada siapa pun diluar sana.


Cahaya menyilaukan mata menyorot kearah mereka, suara mesin mobil berhenti lalu keluar seorang pria dari dalam mobil, Nayra melihat Adam dan lari ke pelukannya.


"Apa yang terjadi, Sayang?"

__ADS_1


Nayra menceritakan kembali apa yang mereka alami dan Siti mengiyakan, mereka semua kembali masuk ke dalam rumah. Adam menelepon ketua RT di kompleks perumahan yang lama, dia bertanya bagaimana keadaan teror ketuk pintu di sana.


"Sudah dua malam ini tidak ada berita dari warga, Pak Adam," ucap ketua RT.


Adam kebingungan apa yang dialami Nayra dan Siti hari ini.


Keesokan paginya Adam dan Nayra pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor dan visa, mereka hendak berangkat ke Singapura berobat mata Nayra.


Selama satu Minggu Adam pulang cepat tapi justru tidak terjadi apa-apa. Adam mendapatkan berita dari pak Roni tetangganya di rumah lama, bahwa sekarang sudah aman dari teror ketuk pintu.


Besok siang Nayra dan Adam akan berangkat ke Singapura, hari ini Nayra dan Adam kembali ke rumah lama karena kedatangan tamu yang ingin menyewa rumah tersebut.


Adam sempat bercerita bahwa di kompleks sini pernah ada kejadian aneh, Adam khawatir jika nanti mereka menyesal dan komplain kepada Adam, sebelumnya tamu itu ragu tapi akhirnya mereka setuju menyewanya.


Saat ini Nayra duduk di rumah Roni karena Adam dan pak Roni sedang mengobrol dengan tamu yang akan menyewa di rumah kosong milik Adam. Anggita anak Roni yang usianya diperkirakan sebaya dengan Dewa menemani Nayra dan mengobrol bersama. Anggita sempat bertanya apakah kepindahan Nayra karena takut teror pintu, Nayra menggeleng dan beralasan mereka pindah karena ingin tinggal dekat keluarga Kinan.


Nayra sempat bercerita kalau di rumahnya yang baru juga merasakan teror itu tapi hanya di rumah Nayra saja dan hanya sekali saja ketika baru pindah. Sedangkan di kawasan warga Roni, hanya gang rumah adam saja yang merasakan teror tidak dengan gang lain, aneh memang si peneror hanya menargetkan blok mereka saja tidak blok yang lain. Tiap malam rumah warga diketuk bergantian, Itu pun secara acak.


"Kemungkinan orang di gang ini mau pindah ke mana pun pasti akan merasakan hal serupa," ucap Anggita.

__ADS_1


Setelah urusan Adam selesai mereka pamit pulang, di perjalanan menuju keluar Komplek tubuh Nayra terasa tidak nyaman terasa sesak, kembali normal ketika sudah jauh dari Komplek itu.


__ADS_2