
Setelah selesai Maghrib pemuda yang tadi pulang sudah kembali dengan seorang pria paruh baya, dia sangat dihormati di kampung sini. Sedangkan ibu Dina sedang berbicara dengan kakaknya di seberang sana.
"Embungen manehna kehel ke Sulis, embung balik."
"Apa artinya, Bu?"
"Suaminya Sulis tidak mau pulang kesel katanya sama Sulis, malu dia sama temannya gara-gara kemarin di gerebek Sulis."
"Astaghfirullah!" Nayra tidak habis pikir dengan suaminya. "Bu, Maaf boleh saya yang bicara dengan suami ka Sulis?" Nayra menerima ponselnya kemudian mendengar keributan di sebrang sana, sepertinya suami ka Sulis bicara sambil berteriak karena menolak diajak bicara oleh Nayra.
"Halo, hayang naon sia." Akhirnya si suami mau bicara juga.
Nayra berdehem. "Mas saya tidak mengerti bahasa mas tapi dengar ucapan saya, ya." Nayra tarik napas dalam-dalam. "Dewi tolong halangi aku, dan tutup telinga kamu." Dewi mengangguk mengerti.
Sambil menunduk kepala Nayra miring ke sisi lain, matanya ke atas, seperti sedang kerasukan keluar suara gigi yang sedang beradu. Orang-orang di sana jadi merinding, bahkan Kyai Mahmud beristighfar dan membaca surah-surah pengusir jin.
Nayra menutup telepon kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di luar, dia terdiam dengan sedikit napas tersengal "Kali ini dia pasti datang," ucap Nayra.
Ka Sulis menangis serta berteriak minta tolong di dalam seperti sedang ketakutan setelah Nayra menyudahi panggilan telpon dengan suaminya.
"Ibu ibu, tolong bawa anaknya pulang ya, khawatir anaknya bakal menangis kalau tidur nanti malam." Nayra mampu membubarkan ibu-ibu yang menonton keadaan Sulis.
Tidak sampai satu jam suami Sulis datang sambil memelototi Nayra tanda dia tidak suka di perintahkan untuk datang. Namun wajahnya berubah pucat ketika dia melihat mata Nayra berubah merah menyeramkan.
Kyai Mahmud meminta Nayra untuk menemuinya, Nayra masuk dan duduk bersama Dewi, Posisi Sulis saat ini duduk di kasur lantai dengan suaminya, pak Mahmud dan pemuda itu duduk tepat di depan Nayra dan Dewi.
"Maaf, nama kamu siapa?" tanya Kyai Mahmud.
"Nayra, Kyai."
__ADS_1
"Ada yang mau Nayra lakukan?"
"Sepertinya Kyai dapat melihat sesuatu dari saya." Kyai Mahmud mengangguk.
"Saya bisa melihat dan menunjukkan sesuatu, tapi saya khawatir jika yang lain lihat bisa merugikan mereka juga."
Kyai Mahmud meminta yang lain keluar, hanya Nayra, Sulis, suaminya, pemuda dan Kyai Mahmud serta Dewi yang berada di dalam.
"Kalian pasti akan terkejut, jika tidak berani melihatnya tutup mata saja." Mereka mengangguk tanda mengerti.
Nayra terpejam beberapa detik, "Bismillah." Nayra membuka kembali matanya. Nayra menutupi mata Dewi yang duduk disebelahnya dengan satu tangan. Dewi memegang tangan Nayra memberi isyarat jika dia sudah menutup kedua matanya.
Mata Nayra berubah menjadi merah sedikit demi sedikit hingga merah menyala, lalu muncul sosok wanita yang menempel di dinding. Gayanya mirip Seperti pelakon spiderman hanya saja ini wanita, Sulis menjerit ketakutan begitu pun suami Sulis dia gemetar sambil memeluk Sulis.
Nayra menyerahkan sisanya kepada Kyai Mahmud, dia berkomunikasi dengan makhluk itu sambil membaca Ayat-ayat Alquran Serta mengancam makhluk tersebut akan memindahkannya ke laut atau ke gunung jika dia mengganggu Sulis lagi, Makhluk itu pergi disertai tawa terkikik yang membuat bulu kuduk berdiri.
Nayra menutup penglihatan Sulis dan suaminya serta menghapus ingatan wajah makhluk tadi, agar tidak teringat wajahnya yang menyeramkan, Dengan cara melihat mata kanan Nayra. Kyai Mahmud menasihati sepasang suami-istri tersebut untuk rukun dan saling memaafkan. Yang perempuan harus menghormati suami, si suami juga harus menjaga dan menghargai si istri.
Nayra dan Dewi keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu yang cukup besar, di susul Kyai Mahmud yang duduk tepat menghadap Nayra, di sampingnya duduk pemuda tadi.
"Maaf Nayra, Kenapa tadi bisa seperti itu? " tanyanya.
"Saya tidak bisa menjelaskan, karena saya juga kurang paham bagaimana ini terjadi." Nayra menceritakan semuanya kepada Kiai Mahmud.
"Innalilahi," ucapnya. "Kamu merasa terganggu?"
"Awalnya sangat mengganggu, bahkan saya harus menggunakan softlens atau penutup mata. Karena mata saya tetap merah tidak bisa berubah menjadi normal, tapi atas bantuan seorang biksu dari Jepang, saya bisa mengendalikannya." Mahmud mengangguk tanda mengerti.
"Kamu harus Hati-hati dan jangan lupakan Shalat dan mengaji, karena dengan begitu Allah terus menjaga kamu."
__ADS_1
"Insya Allah, Kyai."
"Jangan berkomplot dengan ilmu Hitam ya, Nayra."
"Baik Kyai."
"Tadi makhluk apa Kyai?" tanya pemuda itu.
"Ummu Shibyan," jawab Kyai Mahmud, "Ummu Shibyan adalah kaum jin dari jantina betina yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari dua tahun serta wanita hamil."
Sebab itulah anak-anak yang baru saja lahir harus di adzankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini. Kerja jin Ummu Shibyan adalah mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak. Jin Ummu Shibyan memiliki wajah yang mengerikan dengan mata yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak.
Ummu Shibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan. Seperti yang di ceritakan dalam kisah - jin Ummu Shibyan Dengan Nabi Sulaiman AS-, jin ini mengatakan dia bisa masuk ke dalam rahim seorang perempuan.
Bahkan dapat mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar perempuan itu tidak mengandung.
"Bayi yang diganggu oleh Ummu Shibyan akan menangis sambil melalak (matanya terbelalak memandang ke atas/sudut tertentu). Mengigau sambil mengatup gigi berulang kali. Demam panas hanya setelah Ashar sampai sebelum Subuh. Maka dari itu dilarang sekali jika kita tidur di waktu Ashar ketemu Maghrib," jelas Kyai Mahmud.
Jangan biarkan mata bayi melihat ke arah tertentu, baca ayat Qursi dan 3 Qul kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis. Halaulah dengan bahasa masing-masing seperti contoh (wahai Ummu Shibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku) Insyaa Allah, Ummu Shibyan akan pergi.
"Jika Ummu Shibyan Mengganggu ibu hamil ciri-cirinya akan sesak terutama setelah waktu Ashar, yang mungkin berlangsung sampai tengah malam. Sakit di bagian tulang-tulang belakang. Mengigau ketika tidur. Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan."
"Ah, ini yang dirasakan Ka Sulis tadi," ujar Nayra.
Bacakan doa-doa penghindar dari setan termasuk doa menghindari sihir seperti (surah Al-Fatihah, ayat Al-Kursi, surah Al-Baqarah, surah Ali-Imran dan surah Al -Mu'awwizat) pada satu sudut, Madu asli dan kurma untuk dimakan setiap hari sebelum sarapan.
"Wallahualam Bissawab."
Wallahualam bissawab memiliki arti Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
__ADS_1
*merupakan sebuah kesadaran bahwa semua penjelasan yang diberikan manusia hanyalah upaya mendekati 'kebenaran'.*