Netra Merah

Netra Merah
Gadis cantik di sekolah part 2


__ADS_3

Nayra mencoba mendekatinya lebih dekat lagi, ada sebuah lubang tak jauh di depan pohon, saat Nayra melihat ke dalam lubang ternyata gadis itu ada di sana.


Nayra terkejut dan melirik ke arah gadis tadi, ternyata tubuh gadis yang berdiri di sebelah Nayra berubah pucat dan mengalir darah dari kepala hingga wajahnya. Sontak saja Nayra menjerit dan sadar dari pingsannya.


Nayra melihat Dewi berada di sebelahnya dengan menggenggam tangannya, dan ada seorang gadis cantik yang sedang berdiri tak jauh dari Dewi.


"Kamu sudah sadar, apa yang kamu rasakan, kenapa kamu pingsan," tanya Dewi.


Nayra tidak menjawab, sesekali dia melirik ke arah gadis cantik itu


[Siapa gadis itu, apa dia siswi di sekolah ini, tapi seragam nya berbeda denganku.]


"Siapa dia?" Nayra berbisik kepada Dewi.


"Mana?"


"Itu dibelakang mu."


"Nayra kamu jangan menakuti aku, di sini kita cuma berdua."


[lalu itu siapa, ah sial] mata Nayra tidak berdetak saat bangun dari pingsannya, dan gadis di sana sedang tersenyum padanya.


Dewi kontan bangkit dari duduknya dan memegang erat lengan Nayra sambil melihat ke seluruh ruangan UKS.


"Apa ada hantu di dekat kita?" tanya Dewi gemetar.


Beberapa detik kemudian setelah Nayra sadar dia bukanlah manusia. "Ash!" Nayra memegangi mata merahnya yang terasa perih.


"Kenapa, matamu sakit?" tanya Dewi khawatir, "coba aku lihat." tapi Nayra terus memegangi matanya sambil sedikit mengerang karena terasa semakin sakit pada mata Nayra.


Dewi tahu betul mata Nayra sangat spesial, tidak bisa sembarang di pegang orang, Dewi mengambil ponselnya dan menghubungi Adam.


Seorang guru wanita datang menghampiri mereka berdua dan ikut khawatir ketika Nayra terus mengerang kesakitan.


"Kenapa dengannya Dewi, kenapa matanya terus mengeluarkan darah?"


Dewi terus berusaha menghubungi Adam dan akhirnya terdengar suara dari sebrang sana.

__ADS_1


"Om Nayra kesakitan, matanya berdarah cukup banyak."


"....."


"Baik Om." Dewi mengakhiri panggilan. "Om Adam akan segera datang, menjemput kita."


Nayra segera dilarikan ke rumah sakit ketika Adam datang, Dewi ikut menemani Nayra yang masih meringis kesakitan. Setelah pemeriksaan dan diberi suntikan Nayra mulai tenang dan mulai menutup matanya, Dia terhanyut dalam mimpinya


Nayra mimpi melihat dua orang terlihat muntah darah dan tergeletak tak bernyawa, sedang dirinya berlari di dalam hutan bambu dan dihujani batu api, Nayra tampak gelisah di lelap tidurnya hingga tubuhnya penuh keringat.


Adam dengan sabar menyeka keringat di wajah Nayra, saat ini Adam bersama dengan Syahla, wanita yang sedang dekat dengannya.


Nayra sudah mulai masuk sekolah keesokan harinya setelah tiga hari tidak masuk sekolah. Nayra berjalan di koridor sekolah bersama Dewi dan Dina.


Saat dia masuk ke kelas tubuhnya terasa dingin dan ruangan seperti dipenuhi asap tipis seperti kabut.


"Asap apa ini? "


"Mana ada asap Nayra, kamu aneh deh." ucap Dina.


Nayra membuka lebar-lebar beberapa jendela agar asap itu keluar, tingkah Nayra menjadi pusat perhatian teman sekelasnya, bahkan beberapa dari mereka berkata Nayra sudah gila.


Dewi menghampiri Nayra dan memegang pundaknya, Nayra menoleh pada Dewi.


"Sepertinya mataku bermasalah."


"Memang kenapa, apa terlihat kabur?"


"Ya, tadi terlihat tidak jelas tapi sekarang sudah membaik."


"Sebaiknya nanti kamu periksa kembali ke rumah sakit." Nayra mengangguk.


Mata Nayra berdenyut sekali, matanya mulai memberi peringatan lalu bunyi denting jam lagi dari luar kelas Nayra mulai menarik kursinya dan duduk. Suara jam itu semakin lama semakin mendekati kelas. Lagi-lagi itu guru yang masuk ke dalam kelas.


Semua murid sibuk berlarian ketempat masing-masing, tiba-tiba ada yang berjalan dengan cepat melewati kelas, dengan reflek Nayra melihat ke arah luar, namun tidak menemukan siapa pun.


Nayra kembali fokus memperhatikan Bu guru yang mulai menerangkan namun seketika tubuhnya merasakan hal aneh, Dari ujung kepala sampai kaki mendadak merinding sampai Nayra memejamkan matanya karena merasa sangat tidak nyaman, dan mata Nayra berdenyut kembali.

__ADS_1


Nayra membuka matanya, sudut mata Nayra menangkap sekilas ada orang yang berdiri tak jauh darinya, Nayra tidak menoleh bahkan tidak melirik ke arah sana, Nayra tetap fokus memperhatikan guru di depan.


Seorang gadis berjalan masuk dan terus berjalan mendekati Nayra dan berhenti tepat di sampingnya, gadis itu terkekeh geli dengan suara yang sangat menakutkan membuat Nayra memejamkan mata dan menelan ludah.


Nayra terus berpura-pura tidak melihatnya sampai pelajaran selesai dan gadis itu pergi mengikuti guru yang baru saja mengajar.


Nayra melipat kedua tangannya di atas meja dan membaringkan kepalanya di sana, dadanya terasa sakit hingga Nayra harus mengatur napasnya terlebih dahulu.


"Sial, apa yang dia mau," bisik Nayra.


Saat jam istirahat Nayra dan kedua temannya berjalan menuju kantin dan mata Nayra berdenyut, langsung saja Nayra mengetahui ada sesuatu di dekatnya dan Nayra melihat gadis itu sedang mengayunkan kakinya di atas pohon.


Nayra melangkahkan kaki secara perlahan seraya memandang kearahnya.


Gadis itu terlihat sedang menikmati angin dan Nayra terhenyak ketika pandangan mata mereka bertemu, dia tersenyum melihat Nayra dan melambaikan tangannya.


Nayra melanjutkan langkahnya menuju kantin, terlihat seorang siswa tersenyum ke arah Nayra dengan tatapan wajah yang datar, dia Rio senior Nayra, Nayra membalas senyumannya dan menunduk ketika mereka saling melewati.


Keesokan harinya gadis itu semakin hari semakin cantik dilihat oleh Nayra, meski dia jahil selalu menampakkan wajah dan tawa seram di dekat Nayra, dia juga masih membisikkan kata "tolong aku" kepada Nayra.


Sampai akhirnya, jam istirahat di hari berikutnya Nayra memberanikan diri mendekati pohon di mana batangnya yang rendah bisa Nayra gapai dan duduk di sana, sedangkan di batang pohon yang lain, dengan posisi lebih tinggi, dia ada di sana merasa senang didekati Nayra.


Dewi yang lebih dulu ke kantin mencari keberadaan Nayra,


"Nayra mana?"


"Ih, tadi di belakang aku kok," ucap Dina mereka berdua menoleh kesana kemari mencarinya.


Datang Rio menegur Dewi


"Nayra ngapain di bawah pohon sana." Sambil menunjuk sebuah pohon di dekat kantin.


Dewi dan Dina mengangkat bahu, lalu Dewi membawakan es menghampiri Nayra.


"Stop Wi, jangan mendekat." Nayra memberi peringatan.


"Kamu melihat sesuatu?"

__ADS_1


Nayra mengangguk dan turun dari pohon itu. Nayra Melihat ke arah gadis itu dan mereka saling tersenyum.


"Besok aku akan kesini lagi, jangan ganggu aku saat di kelas," ucap Nayra dan melangkah pergi meninggalkan gadis itu.


__ADS_2