Netra Merah

Netra Merah
Tangan Hitam part 2


__ADS_3

"Maaf Ka, saya Nayra teman Siska dari klub tata boga, hari ini saya ada janji bertemu dengannya."


"Oh, itu di sana ruangannya."


"Terima kasih, Ka."


Nayra berjalan menuju ruangan tata boga di ikuti Rio, ketika melangkah mendekati ruangan mata Nayra memberi sinyal, Nayra langsung menoleh ketika melihat ada jendela di sana.


Nayra langsung menangkap sosok tangan mendorong Siska ke arah temannya yang sedang menyalakan api kompor, untung saja teman Siska itu reflek dan segera menghindar. Keributan langsung terjadi, teman Siska marah atas perbuatannya, tapi Siska terus saja mengelak jika dia tidak sengaja. Siska meminta maaf dan pulang ke rumahnya, setelah keributannya di klub memasak.


Nayra yang melihat kejadiannya merasa gusar, ada perasaan yang menyuruhnya untuk mengikuti Siska. Dan mereka mengikuti ke mana Siska pergi, ternyata rumah bukanlah tujuan Siska, yang akhirnya berhenti di sebuah jembatan penyebrangan orang.


Siska langsung naik ke atas melalui tangga setelah dia selesai membayar taksi. Nayra berpikir kalau Siska akan bunuh diri.


Nayra dan Rio segera menghampiri Siska yang berdiam diri menatap ke bawah yang penuh mobil.


"Siska," tegur Nayra.


Siska menoleh dengan tatapan kebingungan. "Ada apa? Kenapa kamu di sini?"


"Maaf, soal kemarin, awalnya aku tidak melihat apa-apa, tapi ternyata_"


"Jadi benar, kamu bisa melihatnya? Apa itu? Apakah dia membahayakan?"


"Aku tak tahu pastinya, tapi bisakah kamu menjauh dari sana, aku takut ketinggian."


Siska mulai mundur beberapa langkah, Nayra menghampirinya dan mengajak Siska untuk turun dari jembatan penyeberangan.


Rio membawa kedua gadis itu ke sebuah angkringan tak jauh dari jembatan. Nayra mulai lagi bertanya pada Siska.


"Apa yang terjadi sebelumnya, dan sejak kapan kamu menyadarinya?"


"Awalnya hanya Papah yang tinggal di Jakarta, kami di Surabaya. Namun lima bulan yang lalu Papah berharap aku dan mama bisa ikut ke Jakarta, maka dari itu Papah mencari rumah agar kita bisa tinggal bersama." Nayra mendengar semua yang dikatakan Siska.


"Setelah dapat rumah, Papah memberi kabar kalau ada rumah kontrakan yang bisa di sewa murah dan besar, awalnya tidak masalah, namun setelah beberapa bulan, rumah itu serasa sesak seperti banyak asap. Mama juga terkadang lupa mematikan kompor tapi mama bilang dia yakin sudah mematikan kompor."


"Sepulang sekolah besok, boleh aku dan teman-teman mampir?"


"Tentu saja."


Rio menyempatkan mengantar dulu Siska pulang, karena mereka tidak yakin kalau Siska akan langsung pulang.


Sedangkan Nayra memilih pulang dengan angkutan umum, padahal tadi Rio sudah memintanya untuk menunggu.


Ketika sampai di pintu, suara klakson mengejutkan Nayra. "Ka Rio, kenapa kesini?"


Rio turun dari motornya dan mendekati Nayra, "Kenapa kamu keras kepala? Aku yang membawamu ke tempat kakek, seharusnya aku juga mengantarmu pulang."


"Maaf, Ka. Aku hanya tidak ingin merepotkan Kaka."

__ADS_1


"Aku tidak merasa direpotkan olehmu."


Rio menyempatkan menemui Syahla, dia mencoba bertanggung jawab karena sudah membawa Nayra keluar, maka dia juga harus mengantarkan Nayra pulang.


"Terima kasih, nak Rio," ucap Syahla yang sudah mengantar Nayra kembali sesuai janjinya.


"Saya yang berterima kasih sudah diberikan izin untuk Nayra bertemu dengan kakek."


***


Klub misteri akhirnya memulai aksinya yang pertama, setelah pulang sekolah mereka bersama-sama menuju rumah Siska.


Sepanjang jalan bersama Siska, Nayra tidak merasakan apa pun, tetapi ketika mereka masuk ke dalam pagar rumahnya, Nayra sudah merasakannya. Auranya sungguh tidak nyaman, pengap dan berbau asap.


"Assalamualaikum," ucap Nayra dan teman-temannya.


"Wa'alaikumsalam masuklah," ucap Siska.


Ibu Siska keluar dari dapur dengan tangan di perban.


"Ibu kenapa?" tanya Siska.


"Ibu terkena air panas."


Mata Nayra berkedut, sesuatu mengintip dari balik pintu dapur, hitam kurus dan bau asap. Nayra pura-pura tak melihatnya, Nayra ingin tahu apa yang dia lakukan pada keluarga ini.


"Boleh Nayra pegang, Tante?" ucap Nayra pada ibunya Siska. Ibunya Siska menyodorkan tangannya kepada Nayra, dan Nayra memegangnya.


"Uh, parah sekali lukanya Tante, butuh waktu lama untuk sembuh," ucap Nayra.


Anehnya makhluk itu tampak senang, dia melebarkan senyumnya hingga ke telinga sangat menyeramkan.


"Apa kamu bisa melihatnya, Nay?" tanya Damar.


"Aku hanya menduganya saja, karena sampai di perban jadi kemungkinan lama akan sembuh."


"Ibu beristirahatlah, aku akan mengambilkan minum untuk teman-teman."


Makhluk itu tidak terlihat lagi, kemungkinan dia menjauh dari dapur.


"Dia ada di sini," ucap Nayra menepuk Damar.


"Serius?"


"Aku ingin tahu, apa niat makhluk itu di rumah ini, jadi kalian jangan membahas apa pun soal hantu pada keluarga Siska."


Nayra mengikuti Siska yang berjalan ke dapur untuk mengambil air.


"Biar aku bantu!" ucap Nayra pada Siska.

__ADS_1


"Ah, sebaiknya kamu di sana saja bersama yang lain."


"Ada yang bisa aku bantu?" ucap Dewi seraya mengedipkan matanya kepada Nayra.


"Aku akan menggoreng kentang untuk camilannya," ucap Siska.


Berkali-kali Siska mencoba memutar tombol kompor gas, namun api tidak juga menyala.


"Sini aku bantu," ucap Dewi mengambil pemantik api yang ada di dekat kompor.


Seketika mata Nayra berkedut, dan muncul tangan hitam menyentuh tangan Siska, Nayra melihat tangan hitam itu cukup jelas.


Saat Dewi sudah menyalakan api yang akan di taruh di kompor, tiba-tiba tangan Siska mendorongnya membuat Dewi tersungkur mendekati kompor, dengan cepat Nayra menahan tubuh Dewi agar tidak tersulut api. Dewi berteriak karena terkejut. Membuat semua orang masuk ke dapur.


"Ada apa?" tanya Rio.


"Maaf, maaf aku tidak sengaja," ucap Siska dengan wajah panik.


Makhluk itu tertawa terbahak-bahak sangat puas membuat tubuh Nayra merinding.


"Aku tidak apa-apa Siska," ucap Dewi menenangkan Siska.


Saat itulah Nayra terkekeh dengan wajah tertunduk, tawanya sangat mengerikan saat di dengar teman-temannya. Tawa Nayra membuat makhluk itu terdiam karena terkejut.


"Nayra, kamu kenapa?" Damar memegang tubuh Nayra.


"Biarkan dia," ucap Dewi. Membuat Anggota klub misteri sadar bahwa Nayra mulai berinteraksi dengan makhluk itu.


Mereka mulai mundur menjauhi Nayra, Dewi pun menarik Siska yang kebingungan. Kini antara Nayra dan makhluk itu saja, Nayra masih tertunduk, makhluk itu mendekati Nayra, saat dia ingin menyentuh Nayra dengan cepat Nayra mencekik leher makhluk hitam.


Makhluk hitam itu meronta-ronta, berteriak cukup keras, meski teman-temannya tidak mendengar namun mereka merasakan tubuh mereka menjadi dingin hingga bulu kuduknya merinding, bahkan Damar hingga bergidik.


"Lepaskan, lepaskan aku," ucap si hitam dengan mata yang melebar hingga bola matanya hampir keluar. Dia juga terus memukuli tangan Nayra.


bersambung ...



Hai teman!


di atas ini adalah Antologi pertamaku bersama teman-teman. cerita horornya juga bikin kamu merasa jadi tokoh utamanya.


Harga masih Rp.73.000 dari hari ini tanggal 02 Juni 2023 sampai 12 Juni 2023.


jika kalian berminat bisa langsung hubungi saya.


Daliyah zaheer di nomor 0819-3224-3813


atau

__ADS_1


penerbit di nomor 0831-4075-9779


TERIMA KASIH 🍇💜**


__ADS_2