Netra Merah

Netra Merah
Netra Merah Milik Nayra


__ADS_3

Kecelakaan yang menimpanya empat tahun lalu membuka mata batinnya untuk melihat yang tidak seharusnya Nayra lihat.


Mata Nayra berkedut seirama dengan detak jantungnya ketika ada sesuatu di dekatnya. Nayra tidak mengerti mengapa kini dia bisa melihatnya.


Itu kekuatan atau kutukan, Karena yang akan di hadapi bisa saja cantik bahkan sangat buruk rupa, dari yang bau harum sampai bau busuk.


🍇🍇🍇


Lampu lalu lintas menyala pada warna merah, semua kendaraan berhenti di luar garis zebra cross, langkah kecil para pejalan kaki mulai turun dari trotoar, semua orang menoleh karena mendengar suara klakson yang cukup panjang, mobil berkecepatan tinggi datang kemudian menabrak mobil yang paling belakang, mobil membanting setir untuk menghindari kendaraan yang lain.


Terdengar Suara mesin mobil dan teriakan setelah kegaduhan tadi, ditambah lagi suara tangisan pilu dari beberapa korban luka-luka, suara jeritan memekik ketika seseorang melihat korban yang tergeletak tidak jauh dari mobil pelaku, Matanya yang terbuka mengeluarkan darah dan luka lecet di tubuhnya.


Setelah lebih dari tiga puluh menit, Suara sirene terdengar mendekati tempat kejadian. Polisi yang datang langsung mengosongkan dan mengatur area dari orang-orang yang mengambil gambar. Petugas ambulans mendekati korban yang tergeletak dan memeriksa keadaannya. Korban masih dalam keadaan bernapas, ambulans tersebut membawa korban yang terluka ke Rumah sakit terdekat.


”Kini saya telah berada di tempat kejadian, dilaporkan tiga puluh menit yang lalu terjadi kecelakaan beruntun, Pengemudi yang diduga adalah tersangka yang melarikan diri usai membunuh istrinya di apartemen tak jauh dari lokasi. Beberapa orang luka ringan dan satu orang remaja putri berusia sekitar enam belas tahun luka parah, saat ini dibawa ke rumah sakit terdekat, pelaku yang diduga sedang mabuk mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang sedang berhenti karena lampu merah, mobil pelaku berhenti setelah menabrak seorang gadis. Saya Dona Marita melaporkan dari tempat kejadian, terima kasih.”


🍇🍇🍇


Seorang suster sedang memberikan obat tetes mata pada pasien, Karena mata pasien korban kecelakaan tidak pernah menutup matanya. Obat tetes tersebut di berikan sekurangnya lima menit sekali agar menjaga kelembaban pada mata pasien.


Sudah tiga hari keadaan pasien koma, dan tidak ada keluarga yang datang atau merasa kehilangan anggota keluarganya. Seorang polisi paruh baya sedang berdiri di samping pasien tersebut, dia sangat terheran dengan kondisi pasien.

__ADS_1


“Lalu Suster, apa pendapat Dokter tentang korban, mengapa dia tidak menutup matanya, bahkan yang saya heran kenapa darah yang sempat mengalir saat kecelakaan tidak terdapat luka, sedangkan kini iris pada matanya menjadi merah.”


“Menurut Dokter kemungkinan ada pendarahan saat benturan terjadi sehingga mengurangi kadar melanin pada matanya, tapi sebagian ahli mata mengatakan bahwa melanin mata itu akan berubah warna biru, abu-abu atau hijau tapi bukan merah, kasus ini baru pertama kali kami temukan.”


“Sungguh ajaib anak ini, bahkan hasil MRI pun menunjukkan tidak terdapat luka dalam pada tubuhnya, dia koma dinyatakan akibat syok saja.”


“Ini benar-benar langka di dunia medis Pak, pihak kami pun belum bisa menyimpulkannya secara pasti.”


🍇🍇🍇


Ruang kamar rumah sakit terasa dingin menusuk tulang, seisi kamar ICU seakan dipenuhi asap putih, muncul seorang wanita cantik memakai gaun putih panjang dengan rambutnya yang sebahu, tubuhnya memancarkan sinar.


“Nayra, bersahabat lah dengan takdir.”


Pupil mata kanan pasien itu menjadi besar dan kembali mengecil, pasien itu sadar dari komanya dengan meneteskan air mata yang berwarna merah.


Nayra menangis lirih, dia baru saja bermimpi bertemu wanita cantik yang memaksa dirinya untuk menerima sesuatu yang sangat menyakitkan di matanya, sakitnya hingga membuatnya bangkit untuk duduk. Kini dia dalam kebingungan, mengapa dan di mana dia berada saat ini.


Pasien itu mencoba mengingat apa yang terjadi, dia ingat ketika dirinya berdiri di atas zebra cross dan mobil datang menghampiri dengan kecepatan tinggi lalu menghantam dirinya. Pasien mengingat semua rentetan kejadian tiga hari lalu yang menimpa dirinya. dia tidak bisa mengingat yang lain selain namanya yaitu Nayra.


Seorang perawat masuk ke ruang ICU dia hendak memberikan tetes mata pada pasien, perawat itu terkejut mendapati gadis koma itu sedang duduk dengan tubuh berkeringat dan terisak, dari matanya mengeluarkan tangis darah. Perawat bergegas memanggil dokter.

__ADS_1


Dokter memeriksa secara detail pada Nayra, tubuhnya dibaringkan dan diperiksa mata serta denyut nadinya.


“Nona, apa Anda mendengar saya?” Nayra memandang wajah dokter. “Lihat jari saya dan ikuti.” Dokter melakukan gerakan ke kanan dan ke kiri. Nayra mengikutinya. “Apa yang Anda rasakan, apa Anda bisa menjawab saya?”


“Mata saya perih, Dokter,” jawab Nayra. Dokter dan perawat saling memandang satu sama lain karena senang mendapatkan jawaban.


“Suster, tolong berikan dia obat tetes mata.”


“Maaf Nona, saya akan memberikan obat tetes mata pada mata Anda.” Suster mengerjakan apa yang diperintahkan dokter. “Siapa namamu?”


“Nayra, saya dipanggil Nayra, Suster.” Susternya tersenyum.


Nayra terpejam sebentar setelah diberikan obat tetes mata, saat dibuka pupil pada matanya bergerak cepat dari mengecil hingga membesar dan kembali mengecil lagi seperti sedang menyerap obat tetes mata yang diberikan tadi, suster terkejut melihat mata Nayra.


“Dokter, lihat matanya.”


Dokter dapat melihatnya walaupun hanya dua kali perubahan, namun mata merah itu terlihat sangat menakutkan baginya.


Isu menyebar cepat ke penjuru rumah sakit, tentang keajaiban Nayra, bahkan banyak yang mengaitkan keadaan Nayra dengan hal mistis. Pihak rumah sakit meminta semua karyawannya untuk tidak menyebarkan rumor tentang pasien demi menjaga nama baik pasien, khawatir pula akan membuat dampak buruk untuk rumah sakit.


Polisi yang mendapat berita dari pihak rumah sakit segera datang dengan cepat menemui Nayra. Polisi sedikit tidak percaya bahwa gadis itu sedang duduk dengan makanan di pangkuannya. Nayra tersenyum melihat polisi yang datang, seakan sudah menanti kedatangannya, sayangnya Nayra masih tidak ingat yang lain selain namanya, polisi akan sulit untuk menemukan keluarganya.

__ADS_1


Pihak rumah sakit bingung siapa yang akan bertanggung jawab atas pasien bernama Nayra, hingga Nayra dihadapkan oleh seorang dokter mata terbaik di Indonesia, dia mengagumi mata Nayra, tidak sedikit pun rasa takut seperti dokter atau perawat yang lain. Kabar gembiranya dokter Adam Cayapata mau menanggung semuanya.


Pihak polisi dan pemerintah daerah menitipkan Nayra ke sebuah panti sosial.


__ADS_2