NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
percaya


__ADS_3

karna aku mau menginap disini beberapa hari aku putuskan untuk mampir kesebuah toko baju .


"selamat datang ditoko kami , ada yang bisa kami bantu"ucap salah seorang pegawai wanita


"saya mau cari baju santai disebelah mana ya mbak?" tanyaku


"mari ikut saya"


"ini mbak silahkan " ucap pegawai


aku memilih beberapa baju total semua 5 pasang dan aku juga membeli kardigan pantai buat berjemur ala ala bule pikirku tak lupa kaca mata hitam dan juga topi pantai .


"ini mbak total semua 850 ribu . mau bayar tunai apa..."


"pakai ini bisa mbak ". selaku seraya menyerahkan kartu jimatku yang diberi ayah


"bisa mbak"


"ini mbak terimakasih sudah belanja ditoko kami" ucap pegawai kasir


"emmm mbak mau tanya kalo penginapan didekat sini disebelah mana ya?"


"baru pertama kali kesini ya? mau yang deket pesisir pantai atau mau yang ada diketinggian tapi bisa melihat pemandangan pantai mbak apa lagi bisa liat sunset dari tempat penginapan ."


"iya boleh itu mbak. disebelah mana ya mbak "


"naik ojek aja mbak bilang penginapan bukit tinggi gitu"


"oke mbak terimakasih"


"iya sama sama mbak"


karna aku gak tau dimana pangkalan ojek jadi aku lebih memilih naik taksi aja yang kebetulan melintas . setelah sampai dipenginapan itu aku buru buru chek in mau istirahat juga soalnya hari udah mau magrib.


"mbak mau chek in kamar yang bisa liat sunsetnya masih ada yang kosong gak ya?" tanyaku


"ada mbak masih 2 yang kosong . mau berapa hari ya mbak disini?"tanya pegawai resepsionis


"satu harinya berapa ya mbak?"tanyaku agak cemas juga nanti kalo duitku gak nyampe


"karna ini penginapan sederhana dengan fasilitas 1 tempat tidur ruang berac kamar mandi dan kolam renang kecil harganya gak terlalu mahal kok mbak cuma 489 ribu" ucap pegawai itu. kukedipkan mataku beberapa kali 489 ribu cuma ! aku mah masih pelajar mbak bagiku duit segitu banyak ya walaupun tiap bulan kartu jimatku selalu ditf sama ayah . jarang aku pakai juga sih cuma buat keperluan tertentu soal sekolah aja . ya walaupun begitu aku ini agak perhitungan soal uang takut dimarahin ayah. kasian juga ayah banting tulang cari uang .walaupun ayah bosnya tapi tetep aja ayah kerja diusahanya sendiri.


"3 hari aja deh mbak" ucapku


"baik mbak ini kuncinya sama nanti diantar sama temen saya ." ucapnya setelah aku mengisi daftar dan syarat syaratnya


"mari mbak saya antar"


menuju kamar penginapan aku melihat sekeliling yang terlihat pantai yang biru. sungguh senang sekali aku dari ketinggian sini bisa melihat pantai yang begitu luas.


"ini kamarnya mbak"


"maksih pak" ucapku seraya turun. aku bergegas masuk kedalam ingin cepat cepat rebah rasanya capek sekali keluhku


"mandi terus sholat kuy lah"


selesai sholat aku bergegas telfon room servis buat pesen makanan karna aku gak mau turun kebawah .


ting tung


terdengar bunyi kamarku .


"cepet banget datangnya perasaan aku baru pesen lima menit yang lalu "ucapku seraya beranjak membuka pintu


ceklek


"cepet banget mas pesenan... nya" ucapku seraya mematung setelah melihat siapa pelaku yang membunyikan bel .


buru buru ku tutup pintu tapi kalah cepat sama dia yang menahan dengan kakinya.


"dek mas bisa jelasin"ucapnya seraya menahan pintu

__ADS_1


"aku gak mau diganggu"ucapku kesal .


kenapa dia harus datang kesini batinku


"bentar aja dek . kasih kesempatan buat mas jelasin"ucap mas imam


"gak perlu udah jelas semua"kesalku


"permisi mas ini pesanannya"ucap pegawai penginapan


"bukan saya yang pesen mas tapi mbak didalem ini. suruh buka aja mas pintunya" ucap mas imam seraya menarik kaki yang menghalagi pintu


"mbak pesenannya. saya keburu mau ada kerjaan lain mbak" ucapnya memelas


"ish ya udah taruh dalem mas "ucapku seraya membuka pintu dan otomatis dia juga ikutan masuk tanpa dosa berlalu begitu aja seraya duduk disofa yang membuatku kesal.


"kalo gitu saya permisi mbak mas, mari"


"makasih mas "


kulihat dia yang duduk disofa dengan tatapan tajam . aku beranjak keranjang untuk tidur dan ku abaikan dia ku tarik selimut hingga menutup kepala.


"dek ini gak dimakan?" tanya mas imam


"kamu marah sama mas?" lanjutnya


"sini gak dek kalo gak mas yang naik ketempat kamu"ucapnya lagi


"ishhh "gerutuku seraya beranjak aku berdiri disamping dia yang sedang duduk .


"duduk dek apa gak capek "ucap mas imam


"cepet kalo mau ngomong abis itu keluar"


"kenapa harus keluar orang calon istrinya disini" jawabnya


"salah alamat mas. calon istrinya dirumah kamu udah berhari hari" ucapku seraya tersenyum sinis


"kamu salah faham dek" ucap mas imam


"dia emang disana dek beberapa hari ini karna kita lagi kerjain tugas yang diamanahkan kekita buat acara mos itu tapi kita gak berdua dek ada banyak "


"terus kenapa hampir tengah malem kamu masih sama dia mas ? bahkan dia yang angkat telfon aku bahkan kamu gak telfon balik ke aku"


"itu mas lupa buat telfon kamu dek . waktu itu hp aku dipinjem buat telfon ibunya. terus gak lama kamu telfon jadi dia yang angkat . waktu itu kita lembur karna aku pengen cepet cepet kelarin kerjaan dan bisa ada waktu buat kamu katanya kamu pengen kesuatu tempat waktu itu makanya mas usahain biar cepet selesai. maaf kalo mas gak bisa hubungi kamu. "


aku hanya diam sambil sesekali mengusap air mata . mas imam menarik tanganku pelan menuntunku duduk disampingnya .


"Dengerin mas dek, mas tau mas salah . tapi yang tadi beneran mas cuma gak mau meladeni ibu ibu yang dirumah mama tadi. bagi mas terserah mereka mau bilang apa yang penting hati aku cuma buat kamu dek gak ada yang lain" ucap mas imam lembut seraya menghapus air mata dipipiku. dikecupnya sekilas kening aku .


"kamu udah tau kan dari nenek soal aku yang minta restu keorang tua kamu ?" ucap mas imam seraya menatapku yang kubalas angguka


"seharusnya kalo kamu udah tau berarti kamu bisa percaya sama mas dek . mas udah janji buat jagain kamu sama nenek sama ortu kamu sama al juga. kamu masih raguin hatiaku dek"


"tapi aku belum dapet restu dari orang tua kamu mas . bahkan mama kamu pengen mbak khori yang jadi menantunya"ucapku pelan


"makanya mas kejar tugas biar bisa bawa kamu kerumah aku secepatnya juga . ehh ternyata kamu udah nonggol disana duluan"ucapnya seraya terkekeh kecil


"maaf mas "lirihku seraya menundukkan kepalaku.


"udah yang salah mas kok kamu yang minta maaf , makan gih" ucap mas imam


"atau mau disuapin" godanya


"boleh" jawabku cepat


"dasar manja "ucap mas imam seraya mengacak acak rambutku


"kan tadi mas nawarin kebetulan aku lagi lemes banget"


"iya iya aaa "ucap mas imam seraya menyuapiku nasi goreng yang porsinya banyak

__ADS_1


"mas udah makan?" tanyaku


"belum, ini mau makan" ucapnya seraya menyuapkan makanan kemulutnya sendiri


"kamu gak jijik mas itu kan sendok aku"


"gak mau dari mulut kamu juga mas makan" godanya sambil mengerlingkan mata


"ishhh mesum!" pekikku


"makan jangan ngomel mulu" ucap mas imam seraya menyuapiku kembali . dan kita makan sambil bercerita kok mas imam bisa tau aku disini dan tau penginapan ini .


"mas pesen kamar gak tadi?" tanyaku setelah kita selesai makan


"enggak orang udah penuh . jadi mas tanya aja dimana kamar kamu . aku bilang kerepsesionis bahwa aku calon suami kamu"


"ishh terus mau tidur dimana?"


"tidur disofa bisa dek"


"kan gak enak mas tidur disofa. nambah beđ aja ya"


"gak usah dek. tidur sana gih udah malem"


"ya udah "jawabku seraya beranjak menuju ranjang sebelum sampai tempat tidur aku berbalik dan berlari ketempat mas imam lagi yang sedang memainkan hp nya .


"apa lagi dek?" tanyanya seraya menatapku


"emm "jawabku gugup sambil meremat bajuku


cup


kukecup pipi mas imam


"hutang aku waktu ditelfon"ucapku pelan ditelinganya yang tanpa kusadari


aku beranjak berdiri sebelum melangkah tanganku ditarik yang membuatku terjatuh dipangkuannya.


"mas"pekikku


"apa sayang ,kamu udah berani nakal ya"


ucapnya sambil melingkarkan tangan dipinggangku


"kan itu kamu yang minta mas "kilahku tak terima.


"iya tapi bukan dipipi tapi disini "ucap mas imam seraya menunjuk bibirnya


kita saling memandang melihat mata sampai dalam .


cup


kec***n tetasa dipipiku


"balesan yang tadi"bisiknya ditelingaku yang membuatku menegang


dipegangnya bibirku sambil berkata


"nanti kalon udah halal mas minta yng ini"


"bobok gih "


"emmm " ucapku gugup seraya berjalan cepat dan menutup tubuhku dengan selimut.


aku tersenyum senyum sendiri mengingat tingkahku .


ehh iya selimut buat mas imam ucapku pelan sambil beranjak kulihat dia suda berbring memjamkan matanya .


apa mas imam sudah tidur cepat sekali ucapku pelan seraya menyelimuti mas imam


"good night calon suami" ucapku pelan seraya mengecup kening mas imam singkat

__ADS_1


aku bergegas tidur karna besok pagi pagi aku mau jalan jalan .


semoga hari esok lebih baik


__ADS_2