NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
apa yang aku lihat dan kudengar


__ADS_3

semoga dapat menghibur gayssss


****


"mau mampir dulu gak dek?" tanya imam menjalankannya mobil


"gak usah mas . langsung pulang aja "ucap Chaca yang terlihat kelelahan


"kamu masih capek ya abis dari kota juga kemarin . ya udah bobok dulu aja nanti kalo sampe aku bangunin "


"iya makasih mas"


"hmmm"


...dan benar saja baru beberapa menit mobil melaju Chaca sudah terlelap membuat imam menarik garis bibirnya....


"dek udah sampai"bisik imam menepuk pipi cabi Chaca


"emghhhh . iya Nek bentar lagi"ucap Chaca yang belum sadar


"sayang bangun dulu"bisik imam seraya memencet hidung Chaca dengan jahil


"engghhh .. ehhh ya ampun udah sampai ya mas" ucap Chaca mengumpulkan kesadaran tetapi sepertinya rasa kantuknya lebih mendalam


"aku masih ngantuk mas boleh gendong gak" rengeknya


"dasar gadis manja"ledeknya tapi tetap menuruti titah gadis kesayangannya turun dari mobil dan berjalan menuju sisi pintu Chaca


"yuk naik . "ucap imam memunggungi Chaca


"makasih mas aku lelah banget "ucapnya lemah


"assalamualaikum Nek "ucap imam yang melihat nenek Ima diteras


"waalaikumsalam . Chaca kenapa mam ?" tanya nenek panik


"gak papa Nek cuma kelelahan tidur dia Nek gak mau bangun"


"astaga emang ini anak kalo lelah susah banget dibangunin. ya udah taruh kamarnya aja mam"


"iya Nek .imam masuk dulu"pamit imam yang diangguki nenek


"berat badan kamu kayaknya naik dek"gumam imam setelah menaruh Chaca ditempat tidur dan melepas sepatunya

__ADS_1


"selamat istirahat' calon istri"


gumam imam dan mengecup kening Chaca


cup


"Nek imam langsung pamit ya"ucap imam bersalaman dengan nenek yang masih duduk diteras


"gak nanti aja?"


"enggak Nek . udah sore juga nih nek"


"ya udah hati hati mam"


"siap nek"


****


pov chaca


......Hari hari terus berjalan sudah 3 bulan aku menjalani hari hariku dengan seperti biasa namanya kehidupan pasti ada pasang surutnya kadang senang kadang susah kadang sedih kadang bahagia. Aku dan teman temanku menjadi lebih sangat dekat kadang kita sering banget main bareng bareng . itu juga yang kadang bikin pacarku yang tampan ini cemburu sama mereka. apalagi bang Fery , dia paling cemburu sama abangku ini . walaupun sudah berkali kali aku jelaskan bahwa kita pure murni berteman. ......


seperti saat ini dia sedang marah dan ngambek bahkan dia mengabaikan ku sejak 2 hari yang lalu karena aku kedapatan pulang bareng bang Fery pas acara nongkrong di cafe. padahal waktu itu memang tak ada yang bisa aku tebengi karena dina setelah nongkrong langsung pergi sama kak Wildan , Fathul dan kawan kawannya pergi futsal dan temen temen cewek ku pergi berbelanja. alhasil aku pulang diantar bang Fery karena kita searah dan juga dia sedang terburu buru karena ada urusan keluarga.


"udah tiga hari aku perhatiin kamu sering diem ca. lagi galau mikirin mas imam yang nyuekin kamu ya?" ucap Fathul yang duduk disebelah Chaca merasa heran sudah tiga hari Chaca diem kadang melamun


"iyalah . mending kamu samperin aja orangnya aku tadi liat dia ditaman. dari pada istirahat' gak ke kantin cuma ngelamun gini . aku mau ninggalin kamu juga gak tega padahal cacing diperut aku lagi demo"ledek Fathul


"dasar kamu"ucapku menepuk pundaknya dengan buku


"ya udah kalo mau makan makan aja kali tul"kesalku


"lah nanti kalo kamu kenapa kenapa aku juga yang disalahin"


"aku mau samperin mas imam kamu kekatin aja" ucapku beranjak dari kursi


"nah gitu dong . semangat chaca"ucapnya berlalu lebih dulu


"hufttt" ku hela nafas panjang dan mulai berjalan kearah taman. suasana agak sepi hanya ada beberapa orang disekitar taman karena pasti sebagian dari murid murid mengisi energi nya untuk pelajaran selanjutnya.


"katanya ditaman kok gak ada"gumamku bingung


"nahh itu dia"ucapku melihat pacarku berdiri dibalik pohon yang agak besar

__ADS_1


deg


"aku kangen sama kamu "ucap perempuan yang baru kulihat setelah aku mendekat dan ternyata mas imam tidak sendiri melainkan ada seseorang yang dia temui . tiba tiba perempuan itu memeluk pacarku dan terus mengucapkan kata rindu dan yang membuatku teriris adalah mas imam yang membalas pelukannya dan juga mengucapkan kata rindu yang sama dengan nya .


"aku juga kangen sama kamu gadis kecilku"ucap imam membalas pelukannya


"kamu pindah kesini"ucap imam melepas pelukannya


"iya aku pengen sekolah yang sama kaya kamu" ucap perempuan itu tersenyum gadis yang cantik tubuh berisi dan modis membuatku tersenyum miris dengan apa adanya aku yang jauh dari dia.


"beneran bagus dong"ucap imam


"Tante sama Om juga pindah?"lanjutnya


"iya nanti malam ayah sama bunda kerumah kamu dan juga aku pastinya"ucap gadis itu tersenyum dengan bahagia diraut wajah yang cantik nya.


"ya udah kamu balik kekelas ya aku masih mau disini "ucap imam


"oke sampai jumpa nanti" ucap perempuan itu tersenyum melambaikan tangan


"sampai jumpa gadis kecilku" ucap imam menatap kepergian perempuan itu dan setelah itu dia berbalik dan mendapati ku berdiri tak jauh darinya dengan muka yang terkejut.


"dek dari kapan kamu disini"ucapnya menghampiriku mencoba meraih tanganku yang entah langsung ku tepis kasar karena teringat interaksi mereka yang begitu intim menurutku. mataku sudah berkaca kaca sedari tadi tapi aku mencoba untuk tidak berkedip karna takut ada lelehan air yang mengalir.


"cukup lama melihat kalian"ucapku dingin


"ini semua gak seperti yang kamu pikirkan dek"


"gak seperti yang aku fikirkan?"ucapku tersenyum kecut bagaimana bisa dia berbicara seperti ini


"jelas jelas aku melihat kalian saling berpelukan mesra . apa salahku mas kamu selalu membuat aku seperti orang yang paling bodoh karna sudah sering kamu sakit dan aku selalu berusaha tetap percaya sama kamu. tapi kamu selalu begitu ke aku mas . betapa bodohnya aku ini " ucapku lembut tersenyum kecut


"aku gak tau apalagi yang harus aku lakukan untuk kesekian kalinya . bahkan kita tiga bulan lagi akan menikah tapi jujur aku ragu sama kamu saat ini mas"lanjutku


"dek jangan bilang gitu. dengerin mas dulu" ucapnya memegang kedua pundakku


"apa yang harus aku dengar jika apa yang kulihat dan ku dengar didepan mata"ucapku lirih menunduk tidak mau melihat manik matanya karna aku tau ketika aku melihat matanya lagi dan lagi aku akan luluh olehnya.


"sayang aku cuma mau kamu percaya sama mas entah itu apa yang kamu dengar dan kamu lihat . tapi cinta aku ke kamu nyata adanya dan tak akan pernah aku bagi untuk wanita manapun"ucap imam tegas


"aku mau kekelas"ucapku lembut kuberanikan menatap matanya yang teduh


"kamu mau menghindar"ucapnya datar

__ADS_1


"siapa yang menghindar aku atau kamu mas? kamu minta aku percaya sama kamu ? lalu apakah selama ini rasa percaya ku ke kamu masih kurang mas ? sedangkan kamu kemarin ngambek gak jelas sampai diemin aku sudah tiga hari ini . apa kamu juga percaya sama aku bahkan aku dan dia tak melakukan kontak fisik seperti apa yang kamu lakukan !tapi kamu apa percaya sama aku ? enggak kan? permisi" ucapku tegas dan meninggikan suaraku


entah mengapa kali ini aku benar benar tak menangis entah karna sudah sering dilukai oleh nya membuatku seperti lebih kuat dan berpikir dewasa untuk apa menangisi hal hal seperti ini tidak ada gunanya aku menangis dan malah akan membuat ku malu jika diketahui orang . aku tidak ingin dikasihani dan terlihat lemah di mata mereka.


__ADS_2