
"Eumm enak banget mas boleh pesen lagi gak ?" tanya chaca dengan mulut penuh , ya mereka saat ini sedang makan diwarung pinggir jalan karna chaca terus merengek ingin makan nasi goreng pete dengan udang yang banyak . untung saja warung langanan imam masih buka dijam tengah malam begini .
"Ini aja belum diabisin dek , yakin nanti bisa ngabisin ?" tanya mas imam dengan dahi mengkerut heran
"Aku laper banget mas ini enak banget , pokoknya aku mau lagi rasanya sama kaya ini " ucap chaca cemberut
"Oke oke tunggu bentar ya dek" ucap imam beranjak menghampiri pemilik warung
"Kamu aneh banget sih dek tadi ngambek ngak jelas terus manja terus sekarang makan kamu banyak " ucap imam setelah memesan lagi
"Gak tau , aku tapi masih kesel sama kamu mas" ucap chaca mendengus kesal teringat imam yang tak percaya dengannya
"Bukan maksud mas gak percaya sama kamu dek . hufttt tapi mas tuh kesel liat foto foto itu yang kaya nunjukin kalian deket banget cuma berdua lagi" elak imam
"ishh udah aku bilang kalo kita gak berdua juga " kesal chaca
"Iya iya ya udah maaf ya sayang " ucap imam menyentuh lembut pipi chaca
"Hemmm . udah habis kenyang mas " ucap chaca setelah menghabiskan nasi goreng 1 porsi
"Ini mas pesanannya " ucap mbak mbak yang mengantar makanan
"Loh kok gak dibungkus mbak ?" tanya chaca
"Kata masnya dimakan disini " ucap mbak itu bingung
"Loh gimana sih mas " ucap chaca kesal
"masa iya kamu suruh aku makan 2 porsi sekaligus" lanjutnya
"Lah kirain tadi mau dimakan disini yang" ucap imam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Ya udah mbak minta tolong sibungkus aja ya" lanjut imam
"Ohh baik . kalau gitu tunggu bentar ya " ucap mbak itu berlalu
...****...
"Sini bobok yuk udah malem " ucap mas imam yang sudah tiduran ditempatnya menepuk bantal disebelahnya
"Aku mau bersih bersih dulu mas " ucap chaca berlalu kekamar mandi
"Loh udah tidur ya " ucap chaca pelan setelah menyusul imam yang sudah tidur karena lelah terlihat dari lipatan didahinya
"Maaf sudah membuatmu lelah mas , aku gak tau harus gimana setelah ini . aku masih kecewa sama kamu tapi aku gak bisa marah . Hati aku sakit kamu lebih percaya sama dia . apa mungkin kamu masih menyukainya? lalu bagaimana dengan aku dan anak kita . Maaf bukannya aku gak mau kasih tau kamu soal anak kita , aku hanya ingin tau apakah kamu masih menyukainya atau tidak . karna aku merasa kamu mulai goyah mas " lanjut chaca yang sudah meneteskan air mata dan terus mengelus perut yang masih rata . Ya , chaca yang merasa penasaran memilih untuk mengecek apakah hamil atau tidak dan hasilnya positif . Rencananya ingin memberitahu besok pagi sambil cek lagi katanya kalau pagi hari lebih akurat , ehhh tapi ternyata ada hal yang membuatnya ragu untuk memberi tahu suaminya dia urungkan.
"Good night my hubby " lirih chaca setelah mengecup sekilas bibir imam
__ADS_1
...************...
Pagi buta pukul 4 chaca terbangun dan bergegas untuk menanak nasi karna rencananya dia akan membuat sarapan untuk imam dan yang lain . chaca bergegas kekamar mandi dan tak lupa mengecek lagi apakah benar dia hamil atau tidak . entah mengapa menunggu perdetiknya membuatnya merasa gugup .
" Alhamdulillah Ya Allah terimakasih " ucap chaca menitihkan air mata bahagia walaupun usianya masih 19 tahun tapi dia tak ingin menunda lagi karna dia pikir nantinya pasti akan menyenangkan memiliki anak yang usianya tak terpaut jauh dari orang tuanya .Chaca segera menyimpan tespack tersebut ditempat yang aman dan bergegas keluar kamar untuk memasak .
setelah memasak nasi , chaca beralih ke kulkas rencananya dia mau memasak orek sayur dicampur telur sosis dan daging ayam . Entah mengapa pagi ini dia ingin makan masakan kesukaan imam , mungkin ini yang dinamakan ngidam pikirnya terkekeh dan mengusap perut ratanya .
"Anak momy yang kuat ya sehat sehat ya sayang" lirihnya
Chaca dengan lihainya mencuci daging ayam untuk direbus . setelah itu beralih ke sayur memotong serta mencuci bersih beralih ke sosis dia potong potong dengan cekatan supaya cepat kelar dan menyiapkan bumbu .
"Sayang"rengek imam yang sudah memeluknya dari belakang
"Mas , kaget ihhh . " ucap chaca yang memang sempat kaget karna tak mendengar langkah kaki
"Kenapa bagun pagi gak nemenin aku malah masak sih kan kangen "rengek imam dengan mendusel dusel leher chaca
"Geli mas sana ihhh " ucap chaca yang mulai terganggu aktifitasnya
"Masih ngantuk mending kita balik kamar dek " bisik imam ditelinga chaca yang membuat tubuh chaca meremang
"Mas , aku masak tinggal bentar paling gak nyampe setengah jam kelar abis ini nyusul " ucap chaca yang menangkup kedua pipi imam dan mengecup kilas bibirnya
"Janji" rengek imam yang membuat chaca tersenyum dengan tingkah gemas imam kalau sudah manja begini
"Iya , makanya kamu sana jangan ganggu aku nanti malah gak kelar kelar " ucap chaca tersenyum
"Ishhh , gak sabar kalo kamu nakal gini yang. aku bantuin aja biar cepet kelar " ucap imam melihat bahan bahan yang sudah siap
"Oke . minta tolong disuirin ya dagingnya mas. abis itu goreng tempe yang udah aku bumbui " jelas chaca
"Siap my wife " ucap imam setelah mencuri kecupan kilas istrinya membuat chaca tersenyum
"Ehem ehem disini ada orang kalian malah enak enakan pamer kemesraan sama yang jomblo " ucap kak arif yang mengejutkan imam dan chaca
"Jomblo gak salah kak? pacar kakak mau dikemanain?" tanya chaca sambil menumis bumbu
"Kamu lupa apa gimana sih ca , bentar lagi aku jomblo karna pacar aku masih ngarepin seseorang " dengus kesal kak arif duduk dimeja makan setelah mengambil air minum mukanya terlihat sangat kusut
"Ngapain lu kesel sama gue " ucap imam melotot
"Ca, gimana kamu udah mikirin lamaran aku semalem ?" ucap arif tak menghiraukan ucapan imam
"Dia gak bakalan mau sama kamu" kesal imam
"Dari pada berantem kalian kerjain itu berdua . sini mas biar cepet kelar" ucap chaca menarik tangan imam menyuruhnya duduk disebelah arif dan menaruh ayam dimeja
__ADS_1
"Tuh kerjain" kesal chaca karna sedari tadi mereka tak akur
"Apa lu " kesal imam
"Apa !" ucap arif yang melotot tak terima
"Mas mau cepet selesai gak ? gak jadi manja manja loh " ucap chaca frontal
"Iya sayang ." ucap imam tersenyum manis
"Ini bantuin biar cepet kelar terus ... " lanjut imam terhenti karna disela arif
"Manja manjaan . ohhh aku boleh ikut nih kalo gitu ayo " ucap arif semangat yang membuat imam melotot dan menendang kaki arif karna kesal
"Ahhh sakit beg*" umpat arif
"Kalian tuh bener bener deh . kak arif sini aja deh deket chaca biar gak berantem " ucap chaca yang sudah sibuk dengan sayuran yang sudah agak matang dan arif langsung lari mendekati wanita cantik dan sexy bak gitar sepanyol pikir arif kapan lagi bisa bikin imam kesal wkwk arif menjulurkan lidah kearah imam serta tersenyum puas
"Sayang kok arif sih gak aku aja "protes imam
"Udah gak usah protes kalo gak aku gak kasih kamu " ucap chaca " kak minta tolong gorengin tempenya ya ini udah panas minyaknya tinggal masukin " lanjut chaca menaruh tempe dan adonan tepung didekat arif
"Ahhh siap aku masukin ya ca " ucap arif ambigu yang sengaja dibuat untuk menggoda imam
"Kampre* , otak lu ngeres rif " kesal imam yang sudah menangkap arif dan memoles kepalanya berkali kali
"Ca itu belum aku masukin nanti keburu gak tahan " goda arif tertawa lepas lagi yang membuat imam kesal , chaca hanya geleng geleng melihat tingkah mereka berdua .
"Mas udah ihh sini ayamnya udah selesai belum?" ucap chaca mengehentikan perkonyolan mereka
"Nih yang "ucap imam setelahnya memeluk chaca dari belakang menjulurkan lidah kearah arif yang membuatnya berdecak kesal
klik
"Udah yang ?" tanya imam yang masih memeluk chaca
"Udah yuk " jawab chaca
"kita duluan ya mau enak dulu jangan pengen " ucap imam tersenyum mengejek kearah arif
"Kamu kerjain kakak ya ca ?" ucap arif
"Hehehe maaf kak bayi besar aku udah gak tahan liat aja tuh juniornya udah sesek kasian " ucap chaca terkekeh
"Dasar pasangan tergak ada akhlak " kesal arif yang sibuk dengan penggorengannya
"Kamu pinter banget sih yang untung tadi bukan aku yang goreng tambah lama dong kasian junku "ucap imam terkekeh digendongnya chaca ala bridal style dan lekas kabur sebelum arif tambah misuh misuh gak jelas .
__ADS_1
"Dam* "umpat arif
"Kakak lagi ngapain ?" suara itu mengejutkan arif yang masih sibuk dengan penggorengannya