
"Kamu gak papa dek?" tanya imam yang sudah menghampiri chaca
"aku gak papa mas . tapi tangan fathul jadi memar gosong gini mas" jawab chaca dengan mengompres tangan fathul dengan handuk kecil yang dia ambil dari tas imam dan es batu dari es teh milik jaka bahkan chaca tadi sudah gak fokus melihat pertandingan malah sibuk menghawatirkan tangan fathul yang menghalau bola kearahnya tadi.
"Bolanya kenceng banget tadi bang , jadi kaya gini deh untung ada aku kalo gak pacarmu ini sudah pingsan mungkin . auchhh pelan pelan cha jangan diteken"omel fathul
"iya iya maaf " singkat chaca.
"lagian kamu ini dari tadi ngerengek kaya anak kecil mulu" lanjutnya
"sakit ca , coba deh yang kena tadi bang imam pasti juga gini ca!" ucap fathul kesal
"iya iya maaf"
"bang , berarti tadi tuh bolanya emang sengaja diarahin kechaca" ucap fathul
"iya tadi kamu gak liat aku hampir ribut sama dia" ucap imam
"gak sempetlah bang orang tangan aku aja kebas" jawab fathul
"kantin yuk ca laper nih" ucap dina
"ya udah yuk aku juga laper banget tadi abis lari lari" ucap chaca
"kamu mau ikut atau gak mas ?" lanjutnya menatap imam
"nanti aku nyusuk ya dek pesenin dulu . mas mau urus ini bentar abis itu langsung otw kekantin" jawab imam
"bang hari ini aku ditraktir ya kan udah nylametin oacar kamu" ucap fathul
"berarti gak ikhlas tadi nolongin aku" kesal chaca cemberut
"Ya Allah ikhlas lah ca. ini tuh cuma bentuk rasa terimakasih mas imam ke aku" kilah fathul
"sama aja"
"beda caca"
"sama"
"beda".
"udah kalian mau kekantin apa gak udah ditinggal tuh . nanti kamu aku yang bayar tul" lerai imam
"gara gara kamu nih . dina kenapa aky ditinggal! !!!! " teriak chaca berlari kecil kearah teman temannya yang sudah berjalan lebih dulu
"Apa dia masih punya dendam sama kamu bang?" tanya fathul tiba tiba
"Mungkin, yang aku tau dia masih benci banget sama aku" ucap imam datar.
"jangan difikirkan biar aku yang tangani" lanjutnya berlalu lebih dulu.
...***...
"wah kalian abis ini tanding lawan 10 ipa 1. kelas kamu dong fer" ucap desi
"hemm ya gitu lah" ucap fery
"nanti kalian main yang fer fer aja ya jangan berantem" ucap desi yang selalu cerewet
"stttt sayang udah makan aja yang banyak nanti kamu malah laper lagi" ucap jaka menghentikan celotehan desi
__ADS_1
"gayss kita ganti dulu yuk nanti biar cewek cewek pada nyusul" ucap fathul beranjak lebih dulu dan diikuti yang lain
"ehhh ngomong ngomong dari tadi isnani sama andre gak balik balik ya" ucap desi
"iya ya "timpal hasna
"pacaran lah kalian ini gak tau aja. apa lagi kalo baru abis ngungkapin perasaan tuh pas lagi sayang sayangnya uwuww" ucap dina
"mereka baru aja ngungkapin perasaan pasti adegan pertama langsur sosor sosoran hihihihi" ucap chaca cekikikan yang membuat mereka tertawa
"auchhh kenapa ditoyor sih mas" kesal chaca mengusap keningnya yang ditoyor imam
"pikiran kamu itu dek " ucap imam geleng geleng
"kebanyakan nonton drakor kamu"lanjutnya
"sukurin dimarahin" ledek dina
"iss yang ajarin dina tuh mas" kesal chaca menunjuk dina
"enak aja" kilah dina
"udah jangan ribut bentar lagi kelas kalian tanding . udah yuk " ucap imam mengandeng tangan chaca
...Semakin siang bukannya lapangan semakin lengang tapi malah semakin tambah ramai . Apa lagi para cewek cewek yang menonton para idol idol cogan ada yang terang terangan bilang suka ada yang malu malu ada yang b aja namanya juga banyak orang pasti mempunyai karakternya masing masing. Pertandingan terakhir kali ini kelas 10 ips 1 melawan 10 ipa 1 . Pertandingan dimenangkan kelas Ips 1 dengan skor 3:1 , dan akan dilanjutkan besok untuk final ....
"duluan ya ca" pamit desi yang berboncengan dengan jaka
"yakin gak mau bareng sama aku" ucap dina yang sudah naik motor memasang helmnya
"aku nungguin mamas aja din kamu duluan " ucap chaca
"ehhh dek masih disini?" tanya fery
"iya bang nungguin mas imam " jawab chaca
"ohhh tadi aku lihat masih diruang osis sih . atau mau bareng aja?" tanya fery
"enggak bang . nanti malah ada yang salah faham" ucap chaca terkekeh kecil
"ohhh iya sih mamas kamu posesif banget " ucap fery ikut terkekeh
"bukan mamasku bang tapi pacar kamu" ucap chaca
"pacar?" tanya fery dengan alis mengkerut
"iya. pacar kamu bang" ucap chaca
"kamu ini ngaco kalo ngomong jelas jelas aku jomblo dek" ucap fery yang membuat chaca bengong
"bukannya kamu baru deket sama hasna bang . bahkan kalian terlihat sering bersama " ucap chaca polos
"ohhh masalah itu . itu mah kita sempat ada tugas setiap kelompok 2 orang . nah aku dapetnya ya si hasna " jelas fery
"ohhh aku kirain kamu sama dia pacaran bang" ucap chaca
"enggak dek . ohhh jangan jangan kamu cemburu ya " goda fery
"ya enggaklah yang ada dihati tetap mamas tercinta" ucap chaca
"dasar kamu . gemes deh" ucap fery mengacak gemas rambut chaca
__ADS_1
"ishhh jangan diberantakin abang !!!" teriak chaca kesal
"jangan marah marah nanti kamu lekas tua" ledek fery
"kaya lagu bang" timpal chaca
"masa sih ."
"iya"
"yakin kamu gak mau bareng nih . kalo gak aku tinggal nih dek"
"tinggal aja bang"
"hemm oke . duluan ya dedek emes" ucap fery mengacak rambut chaca dan segera berlari
"abang !!!!" teriak chaca kesal
"ini lagi dimana sih mas imam " omel chaca beranjak keruang osis.
"ehhh ca belum pulang ?" tanya wildan yang kaget melihat chaca berjalan kearah ruang osis
"belum kak will . mana mas imamnya kok ngak bareng sama kakak? yang lain juga udah keluar kayaknya" ucap chaca heran
"itu imam masih diruangan sama khori" gugup wildan
"ohhh ya udah aku kesana kak" ucap chaca berlalu
"aneh tuhh orang gak cemburu biasanya cemburuan" gumam wildan
"bodo ahh" lanjutnya
"aku kira akhir akhir ini kamu lembut dan deket lagi sama aku karna kamu mau balikan sama aku mam?" tanya khori yang didengar chaca karna pintu ruang yang terbuka sehingga dia bisa mendengar dan melihat diruang tersebut tinggal mereka berdua .
"kamu jangan salah faham ri . aku kira kamu menjadi lebih baik karna dari diri kamu sendiri bukan karna aku tapi aku salah . kamu tau aku sudah menikah dan tak mungkin menghianati istri tercintaku dengan kamu . karna aku tau bagaimana kamu dan kamu gak akan pernah berubah ri . kamu selalu sama ambisius" ucap imam yang membuat chaca tersenyum senang
"jangan pernah berharap dari aku lagi ri . berubahlah dari diri kamu sendiri" ucap imam berlalu dan terkejut melihat keberadaan chaca
"sayang" ucapnya gugup takut chaca salah paham lagi melihatnya berduaan dengan khori
"mamas sayang pulang yuk" ucap chaca bergelanyut manja dilengan imam
"kamu gak marah dek?" tanya imam heran karna biasanya istrinya itu paling pencemburu
"enggak" ucap chaca tersenyum manis
"gemes banget pengen sun "ucap imam terkekeh genit
"kamu kan udah gede mas masa makan sun kaya bayi aja" ledek chaca yang pura pura bego
"bukan sun itu dek . tapi sun kamu dikit aja ya"
"no !!! nanti dirumah"
"beneran ya ? awas kalo boong "
"hemnmm"
...***...
terimakasih semoga kita selalu diberi kesehatan . 🙏
__ADS_1