
...happy reading gayssss...
...***...
...Jam menunjukkan angka 3 dini hari samar samar Chaca mendengar ribut-ribut tapi tidak dia pedulikan mungkin cuma perasaannya atau mimpi pikirnya dan kembali lagi menyelam ke alam mimpi nya....
sedangkan dilantai bawah~
"mbak kamu nginep disini?"tanya bunda Rahma yang mendaratkan tubuhnya di sofa yang diikuti ayah rahmat dan Al .
"iya Bu . disuruh nenek semalem katanya suruh bantu bantu buat akad nikahnya Chaca dimajuin katanya" ucap mbak Marni
"iya mbak gak tau juga mana dadakan lagi nih ayahnya bilangnya .semalem abis ada acara terus paking langsung cus kesini"gerutu bunda
"emang kenapa Bu kok dimajuin? jangan jangan...."ucap Marni penasaran
"hussss kamu ini mbak . amit amit deh ya enggak lah mbak anak saya masih Ting Ting. ngomong ngomong kenapa sih yah kok dipercepat dadakan gini"ucap bunda yang belum tau alasannya
"hufttt"ayah menghela nafas panjang
"bisa besok gak Bun. ayah capek nyetir dari semalem cuma bisa tidur bentar pas bunda paking aja . nanti malem kalo ayah salah ngijab Kobul in gimana? udah ahhh ayah mau tidur bentar" ucap ayah beranjak menuju kamar yang biasa digunakan ketika berkunjung ke tempat nenek
"ishhh ayah mahhh"rengeknya bunda sedikit kesal
"tanya Al aja Bun dia tau kok .kan dia tadi tidur di mobil pasti seger tuh anak sekarang"
"kok aku yah. Al juga ngantuk yah"teriak Al yang melihat ayahnya sudah masuk kamar
"Al bunda gak mau tau pokoknya kamu harus ceritain ke bunda dulu"ucap bunda menatap tajam kearah anaknya
"hufttt aku lagi aku lagi . ya udah tapi aku ceritain sambil ngopi ya Bun . Al bikin kopi dulu"ucap Al yang sudah akan berdiri dan
"mau kemana duduk ! biar mbak Marni aja yang buatin "ucap bunda yang melihat gerak gerik yang mencurigakan dari gelagat anak nya
__ADS_1
"mbak minta tolong buatin kopi dulu ya demi kekepoan kita oke"bisik bunda ke mbak marni
"siap bu"ucap mbak Marni melangkah pergi ke arah dapur. dan tak lama mbak Marni kembali membawa 3 cangkir kopi
"loh kok tiga mbak?"tanya bunda heran
"iya Bu. biar kita nanti gak ngantuk dengerin cerita nya"
"ya udah sini duduk jangan berdiri kita dengerin bareng bareng"
"cepet al"ucap bunda lagi
"iya jadi gini nih "
flash back
...Tadi malam ketika nenek sudah pulang imam meminta waktu ngobrol sebentar . Chaca sedari tadi sibuk dengan nonton Drakor dihpnya menggunakan handsetnya dan tak memperdulikan obrolan yang imam dan neneknya bahas. karna ketika gadis itu sibuk dengan Drakor maka lupa sudah dengan hal hal disekitarnya....
"jadi gini Nek . imam sama Chaca kan sering berduaan . imam takut ngak bisa nahan dari godaan setan , saya orang biasa yang pasti memiliki kekhilafan . maka dari itu imam mau minta tolong sama nenek supaya bujuk ayah rahmat buat ngajuin pernikahannya menjadi besok jika nenek izinkan juga . imam gak mau aja nanti banyak godaan yang tidak bisa saya cegah. maka dari itu imam pengen dimajuin akad nikahnya . soal orang tua saya tadi sudah saya kabari papa dan Mama setuju dan mendukung "ucap imam panjang kali lebar
"Nek imam bener bener sayang sama Chaca bagaimanapun saya gak akan menyakiti Chaca. saya tulus ingin menjaganya dan membina rumah tangga yang samawa. dan juga imam melakukan ini semua karena takut sama yang memberi kehidupan ini"lanjutnya menatap dalam Chaca yang masih melihat hpnya dan sesekali menguap matanya sudah lelah tapi dia maksa buat ngedrakor pikir imam
"nenek senang kamu sudah mau jujur . dan nenek terenyuh mendengar alasan kamu. nenek juga sebenarnya selama ini khawatir jika kalian melakukan sesuatu yang sudah diluar kendali. nenek dulu sempat menyayangkan keputusan orang tua kalian yang akan menikah kan 6 bulan setelah lamaran. seharusnya niat baik itu harus disegerakan. apa kalian sudah membicarakan soal ini matang matang ?. besok itu waktu yang singkat loh nak?"tanya nenek memandang Chaca dan imam bergantian
"tadi imam udah tanya ke Chaca setuju Nek. soal mendadak itu Mama sudah atur tempat dan segala sesuatu yang dibutuhkan Nek . tempatnya divila puncak keluarga kami Nek dan hanya akan ada keluarga inti saja seperti rencana awal"jelas imam
"hoammm emm mas kamu masih lama . aku udah ngantuk aku tidur duluan ya . nanti kamu kalo pulang hati hati ya"ucap Chaca melepas handsetnya
imam melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22:15 pantas gadis ini sudah ngantuk berat pikirnya.
"iya makasih dek"ucap imam lembut
"Chaca kamu sudah setuju nak soal pernikahan kalian?"tanya nenek sebelum Chaca pergi dia harus memastikan bahwa cucu nya sudah siap nantinya.
__ADS_1
"iya Nek tadi mas imam juga udah bilang. Chaca ngikut aja apa rencananya nanti"jawab Chaca polos padahal tadi Chaca menganggap ucapan imam hanya sebuah candaan eee taunya seriusan
"Alhamdulillah kalau gitu "ucap nenek tersenyum lembut
"ya udah aku bobok duluan mas . kamu pulangnya jangan ngebut ya"ucapnya mencium takzim tangan imam dan mengecup pipi lelaki itu sekilas yang membuat siempunya dan nenek kaget
"iya.."gugup imam
"Nek aku bobok duluan muachh"setelah mengecup pipi neneknya juga gadis itu melenggang pergi
"nah nenek lihat kan kelakuan cucu nenek . gimana imam gaak tahan nek"ucap imam frustasi
"iya . haduhhh itu anak kelakuannya sama kaya ibunya dulu"ucap nenek memijit keningnya teringat kelakuan anaknya dulu Rahma juga seperti Chaca tapi tak merasa bersalah maka dari itu dulu ayah rahmat langsung melamar dan menikah secepatnya.hufttt jadi keinget dulu sepertinya kejadian itu terulang lagi pikir nenek
"nak ini sudah malam . soal ini nenek pastikan ayah rahmat akan menyetujui nya jadi kamu persiapkan saja apa yang harus kamu siapkan. nenek jamin mereka akan setuju"ucap nenek
"terimakasih Nek kalau begitu imam pamit ya nek. assalamualaikum"ucap imam mencium takzim
"waalaikumsalam. hati hati nak"
setelah imam pergi nenek mengambil gawainya dan menghubungi ayah rahmat yang sedang diacara kondangan dengan Istri dan anaknya.
ayah rahmat keluar dari ruangan yang agak bising dan mengajak Al keluar untuk menemani karna nenek ingin bicara serius dan bunda sedang mengobrol asyik dengan teman temannya. ayah rahmat dan Al duduk di mobil sambil menceritakan keinginan baik imam dan cerita itu membuat ayah rahmat sempat malu karena nenek sempat menyinggung masalalunya dan istri yang didengar Al.
"nah jadi gitu bunda mbak Marni udahkan Al mau tidur"ucap Al beranjak berdiri
"ternyata kakak suka nyosor ya Bun . kata nenek mirip bunda makanya langsung dinikahin waktu itu"ledek Al kemudian lari terbirit-birit karna melihat bundanya akan melempar bantal sofa
"allllllllfarezellllllll"teriak bunda
......***......
terimakasih sudah mau mampir kakak 🤗
__ADS_1