NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
aa abang


__ADS_3

Permainan terus berlanjut ,ada banyak permainan seperti memecahkan balon , memasukkan pensil kedalam botol, mengambil koin dari semangka dan masih banyak lainnya.


mereka begitu terhibur dengan berbagai macam permainan . dan kini tiba saatnya pencarian bendera dibukit kecil .


"siapa nih yang mau partisipasi?" tanya fery


"asmad aja deh yang paling jago lari"ucap andre


"enak aja ntar kalo kalah gimana"pesimis asmad


"iya lu aja lah mad, tadi kamu larinya paling cepet dari para cowok cowok"ucap hasna


"betul"ucap cewek cewek


"gak ahh"singkat asmad


"menang kalah gak papa mad. kita gak bakal marah juga iya kan gays"ucap fathul


"yoi"jawab cowok cowok yang diangguki cewek cewek.


"ya udah deh. doain ya biar menang"ucap asmad


"amin"kompak mereka


"ehhh lihat nih dari sini kira kira ditaruh mana tuh bendera"ucap asmad meminta saran teman temannya


"sini sini kita diskusi dulu"ucap fery meminta mereka untuk mendekat. ada yang bilang ada ditebing paling atas ada yang berpendapat ditengah dan mereka memutuskan paling logis ya paling atas tapi mereka ragu untuk disebelah mananya .


"ya udah deh nanti aku coba dibagian paling tengah dulu"ucap asmad pelan yang diangguki mereka


"semua udah kumpul ya perwakilan dari kelompoknya. kalo gitu silahkan dimulai mencari priiitttttt"ucap imam seraya meniup peluit. masing masing kelompok memberi semangat kelompoknya masing masing .


5 meint


10 menit


15 menit . belum ada tanda tanda mereka yang menemukan benderanya. dari kejauhan kita bisa melihat ada beberapa yang sudah mencapai atas ada yang ditebing sebelah kiri dan ada juga beberapa disebelah kanan. sedangkan ditebing tengah ada asmad saja yang membuat kelompok mereka deg degan . apa mungkin dugaan mereka salah .


"loh asmad mana?"tanya chaca yang tak bisa melihat asmad dari kejauhan.


"iya gak ada"ucap dina


"mungkin pindah kekanan atau kiri kali" ucap fathul yang diangguki mereka


"loh kok itu asmad malah turun?"tanya hasna heran


"iya yah. jangan jangan tuhhh bocah udah nyerah"ucap andre


"tapi kok dia santai banget ya kayak ngak lesu atau gimana gitu"heran desi


"ya udah mungkin asmad capek kali . kalian jangan pasang tampang kecewa . kasian dia" ucap fery datar yang disetujui kelompok mereka


"wah sepertinya sudah ada yang menemukannya, yang lain silahkan turun"ucap imam yang nembuat mereka bingung seraya berbisik bisik siapa yang menemukannya sedangkan tak ada yang terlihat membawa bendera.


sedangkan asmad berjalan santai kearah imam seraya menggerutu kesal.


bendera sekecil ini mana mereka tau. untung fellingku benar batin asmad kesal seraya menyerahkan bendera yang ada disaku celananya


"tepuk tangan dong buat teman kalian"ucap imam seraya terkekeh . sedangkan yang lain kasak kusuk memperbincangkan pantas dari bawah benderanya tak terlihat soalnya benderanya kecil


"kalian pasti bertanya tanya kok benderanya kecil ngak besar? soalnya kalo besar pasti dari sini sudah terlihat jadi kalian mudah mencarinya . nah panitia sengaja memakai bendera yang kecil supaya tidak mudah ditemukan . ternyata dimenit menuju 20 dapat ditemukan asmad"ucap imam


"silahkan kalian kembali kebarisan masing masing . karna sudah jam istirahat kita makan siang dulu . silahkan kakak kakak panitia dibagikan. yang mau berteduh di dekat pohon boleh asal jangan jauh jauh ya"ucap imam


"baik kak"


"gays situ yuk"ucap andre yang diiyakan mereka


"makan yang banyak mad pasti lelah kamu ."ucap desi


"cie cie yang perhatian"ledek chaca

__ADS_1


"apa sih ca, ini tuh rasaa perikemanusiaan "ucap desi kesal


"iya deh iya gitu aja manyun mbak hahahaha"


"fer chaca tuh minta makan deket kamu . kalo gak deket kamu rese nih anak" ucap desi yang diiyakan mereka. chaca memang agak pendiam jika berdekatan dengan fery secara dia cowok dingin tampan pula .


fery beranjak dari tempat duduknya dan duduk didepan chaca.


"makan cha jangan bengong "ledek fery


"ehhh iya"gugup chaca


"bener bener modus nih anak"ucap fathul seraya mentoyor kepala chaca karna fathul duduk bersebelahan dengan chaca


"ishhhh aku aduin lu tul"kesal chaca seraya mengusap kepalanya


"aduin siapa"ejek fathul


"ya diaduin sama a aa fery lah"ucap chaca keceplosan bahwa dia mengagumi fery sejak menjadi kelompok. fery yang mendengar tersenyum kecil seraya mengusap kepala chaca


"ehhhh"gugup chaca


"cie cie suit suit"ledek yang lain


"makan . gak usah dengerin mereka"ucap fery


"iya"ucap chaca tersenyum


"hai fer boleh gabung gak?"tanya cewek penampilannya sexy memakai pakaian ketat yang entah datang dari mana dari kelompok berapa


"oh kamu bel. emmm silahkan"ucap fery sungkan


"makasih fer"ucap cewek itu seraya duduk disamping fery


"emmm gays kenalin ini bela temen aku dari smp yang sama"ucap fery seraya melirik chaca yang entah sejak kedatangan bela jadi cuek dan fokus dengan makannannya.


"hai" sapa mereka


"hai"


"lu kenapa dari tadi diem cha?biasanya paling cerewet juga. ohhh kan deket pawangnya gak jadi diem aja ya "tanya fatul seraya tersenyum mengejek


"ishhh bikin kesel aja kamu"kesal chaca seraya mentoyor kepala fathul


"ehhh sakit dodol"ucap fathul mentoyor balik kepla chaca


"macan tul tulllll" teriak chaca kesal yang akan membalas fathul yang dicegah fery dengan menahan tangannya


"cha"ucap fery


"dia duluan fer"keluh chaca


"mana sini yang sakit. nanti aku balesin"ucap fery seraya mengusap usap kepala chaca.


"bwekkk"ledek chaca


"gays dunia seraya milik berdua"ucap fathul


"biarin aja lah tul . kamu tuhhh gangguin mereka berdua aja"ucap dina


"gak enak din ada temennya fery . malah dicuekin gara gara chaca hahahah"ucap fathul yang mendapat pelototan tajam dari chaca


buk


"sukurin tuh "kesal chaca yang sudah memukul lengan fathul


"dasar cewek bar bar"ucap fathul seraya mengelus lengannya


"udah cha. gak baik wanita gitu yang kalem"ucap fery


"ishhh kamu kok jadi belain dia sih"kesal chaca manyun

__ADS_1


"aku gak belain siapa siapa cha. aku cuma ingetin kamu "ucap fery datar


melihat fery yang dingin kepadanya chaca merasa kecewa karna setiap perlakuan fery kepadanya akan lemah lembut yang membuat chaca merasa mempunyai kakak yang melindunginya . ya chaca menganggap fery sebagai kakak nya gak lebih gak ada rasa cinta melainkan rasa kasih sayang adik untuk kakaknya.


"maaf"ucap chaca seraya menunduk menyembunyikan matanya yang berkaca kaca


"sini "ucap fery seraya menggeser tubuhnya mendekat kechaca


"jangan cengeng ca"bisik fery


tes


air mata chaca menetes yang buru buru diusap chaca . memalukaan batinnya


chaca beranjak meninggalkan teman temannya memilih tempat yang agak sepi ditepi sungai.


"kenapa aku secengeng ini sih. apa bener aku cewek bar bar seperti kata fathul tadi makanya mas imam gak mau sama aku "keluh chaca yang entah sejak kapan air matanya kembali menetes


"cha"ucap fery yang duduk disebelah chaca . ya fery menyusul chaca dengan bujukan fathul karna merasa bersalah juga.


"ngapain sana temenin temen kamu"kesal chaca


"kamu kok jadi kesel gitu. cemburu ya?"tanya fery seraya tersenyum


"siapa yang cemburu"kilah chaca


"aku tau kamu anggep aku sebagai kakak cha ngak lebih .itu yang bikin aku seneng deket sama kamu gak kaya cewek lain yang baper"ucap fery seraya terkekeh


"kok bisa tau"ucap chaca seraya menatap fery


"tau dari maa kamu gak bisa boong kalo kamu cinta banget sama ketua osis"ledek fery


"ishhh sebel"ucap chaca seraya manyun


"jangan manyun gitu cha. kalo cinta ya diperjuangin dek"ucap fery yang malah membuat chaca menanggis lagi


"loh kok nanggis lagi sih"ucap fery serya menaruh kepala chaca dipundaknya


"aku boleh gak panggil kamu a aa abang hehehe"ucap chaca seraya menatap fery seraya menyengir kuda


"boleh"gemas fery seraya terkekeh


"aku tuh kesel a' sama diri aku sendiri yang dikit dikit gampang nanggis"ucap chaca seraya menyenderkan kepalanya dibahu fery kembali


"cintai diri kamu sendiri dek"ucap fery seraya merangkul lengan chaca


"belajarlah menerima diri kamu sendiri dan menjadi gadis yang kuat dek . kamu tuhh beda dari gadis gadis lain. aku yakin kamu gadis yang kuat dek"ucap fery


"iya beda lah a'."ucap chaca


"aa boleh minta peluk"lanjut chaca


"sini"ucap fery seraya merentangkan tangan yang membuat chaca masuk kedekapan fery


"makasih udah mau jadi abangnya chaca"ucap chaca seraya memeluk fery dalam dalam


dari kejauhan imam melihat chaca berpelukan dengan fery yang membuat dirinya marah menahan emosi.


"awas ya dek . tunggu hukuman dari mas"kesal imam seraya meninggalkan mereka


wiu wiu wiu


terdengar sirine yang keras membuat mereka berdua heran.


"ayo yang sudah selesai istirahatnya silahkan balik lagi ketempat barisan masing masing"teriak imam


"tuhhh cowok kamu udah manggil"ledek fery seraya terkekeh


"yuk"ucap fery seraya mengulurkan tangan . mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan . imam yang melihat merasa teriris sakit gadisnya mungkinkah sudah berpaling darinya pikir imam


"tenang aja itu gak seperti yang kamu pikirkan" ucap khori yang tau arah pandang imam

__ADS_1


"hemmm "


__ADS_2