NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
belajarlah menjadi dewasa dan kuat


__ADS_3

"maaf" lirihku setelah aku duduk disamping mas imam seraya memainkan jari telunjukku yang saling bertautan.


"maaf udah bikin mas khawatir, aku gak ada niat buat mengabaikan mas . jujur aku tadi bangun kesiangan mas , aku lupa buat cek handphone"


"lain kali jangan diulang ya dek . mas bener bener khawatir sama kamu,"ucap mas imam


"iya mas "ucapku sambil tersenyum


"jalan yuk dek" ajak mas imam seraya menatapku


"kemana mas?"


"kemana aja asal sama kamu" ucap mas imam seraya mencubit hidungku


"auch sakit tau mas , hobi banget sih cubit hidung. gerutuku kesal


"mau gak jalan , atau mau dirumah aja mas temenin" ucap mas imam


"keluar aja mas aku pengen beli keperluan sekolah sama mos nanti"


"ya udah sana gih"ucap mas imam


"langsung aja yuk mas" ucapku seraya berdiri dihadapan mas imam


"yakin mau pake baju kaya gini"


"ehhh , ishh dari tadi kamu liatin aku karna ini mas" ucapku kesal dan malu bersamaan sambil membelakangi mas imam


"siapa suruh kamu pakai kaya gitu" ucap mas imam seraya berdiri


"jadi pengen peluk boleh" bisik mas imam ditelingaku yang membuatku tegang


"ish apa sih mas , sana tunggu aku didepan . aku ganti bentar" ucapku seraya berjalan cepat menuju kamar


"pantesan dari tadi cuek banget mas imam marah liat pakaianku" gerutuku setelah melihat penampilanku dicermin


"ganti baju aja dech . kan pakai mobil mas imam"


"yuk mas" ucapku yang sudah mengganti baju dengan kaos putih polos yang kumasukkan kedalam celana biar keren


"yakin mau pakai celana pendek ?" tanya mas imam menyelidik


"iya kan pakai mobil"ucapku


"ya udah " jawab mas imam sambil berjalan duluan.


"loh kok ini jalan menuju rumah nenek sarah mas ?" tanyaku yang merasa aneh soalnya kita mau ketoko alat sekolah kok malah kerumah nenek


"hmm" jawab mas imam seraya memarkirkan mobil didepan rumah nenek


"mas kenapa sih dari tadi ditanya cuek banget. masih marah sama chacha. kalo gak mau anterin aku dari tadi bilang mas kenapa jadi cuekin aku terus kan tadi aku juga udah minta maaf"ucapku agak berteriak dengan mata yang berkaca kaca


"turun yuk"ucap datar mas imam sambil keluar dari mobil. sakit rasanya dari tadi diabaikan sama mas imam. kulihat dia sudah masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan keberadaanku . rasanya aku sudah tidak sabar untuk menanggis sekencangnya . aku berjalan kesamping rumah nenek sarah . entah mengapa aku ingin sendiri dulu untuk menenangkan pikiranku. aku duduk disebuah bangku yang ada disamping sambil menghela nafas berkali kali supaya tidak menanggis.


setelah cukup tenang aku berjalan kedepan sayup sayup kudengar seseorang berbicara yang membuatku penasaran karna menyebut nyebut nama mas imam.


"ri, jadi kamu semalem yang jalan sama imam sampai dia lupa kalo tante ajak pergi "ucap seorang ibu ibu yang sayup sayup kudengar aku berhenti ketika mendapati ternyata mbak khori yang sedang berbicara sama ibu itu. tapi sedang apa mbak khori disini pikirku .


"emmm iya tante maaf"ucap mbak khori gugup


"tante senang kalo kalian deket, sering sering main kerumah ri biyar tante berasa punya anak gadis. sukur sukur nanti setelah lulus kalian nikah siapa tau jodoh"ucap ibu itu


"imam ngapain dari tadi disitu nyari apa" teriak ibu itu kepada mas imam yang bisa kulihat dari tempat persembunyianku dia yang sedang digerbang rumah nenek sarah sambil celingak celinguk mencari seseorang yang bisa ku tebak pasti sedang mencariku. kulihat dia berjalan mendekat kearah ibu itu.

__ADS_1


"enggak ma,kenapa?"tanya mas imam datar


deg


jadi itu mamanya mas imam batinku.


sudah seakrab itu sama mbak khori bahkan ingin mbak khori jadi mantunya .


"kamu anter khori pulang ya sayang"ucap mama aisyah


"kenapa harus imam ma, kan fathul ada"protes mas imam


"kamu gimana sih pacar sendiri gak mau anterin pulang"


deg


pacar batinku


"aku bukan pacar khori mah"


"la katanya tadi malem kamu jalan sama pacar kamu"


"iya tapi bukan khori mah"


"loh kata khori tadi malem dia sama kamu. iya kan ri?" tanya mama aisyah


"iya tante . tapi cuma gak sengaja ketemu"ucap mbak khori


"ohh kirain calon mantu tante itu kamu ri . tante udah seneng kalo itu kamu" ucap mama aisyah


"ya udah lah kamu anterin khori pulang dulu aja bentar sayang"lanjutnya


"hmm ya udah yuk ri"ucap mas imam


"iya sayang hati hati"


kulihat mereka sudah memasuki mobil berdua hanya berdua yang membuatku sakit kenapa mas imam mau mengantar cewek lain disaat aku masih berada disini ditinggal sendirian.


tes tes tes


jatuh sudah air mata yang sudah ku tahan sedari tadi kututup mulutku supaya tak bersuara . setelah mama mas imam masuk aku cepat cepat berlari keluar dari rumah nenek sarah sambil menanggis sesengukan.


kenapa kamu setega itu sama aku mas, tadi kamu cuekin aku sekarang kamu lebih memilih mengantar dia dari pada aku


setelah agak jauh dari rumah nenek aku berjalan tak tau arah difikiranku hanya ada rasa kecewa kepadanya.


baru jadian semalem kenapa sudah kaya gini batinku seraya mengusap air mataku sesekali


brum brum brum


terdengar suara motor sport dibelakangku yang tak ku hiraukan sama sekali tapi lama lama bikin aku kesal gak tau orang lagi sedih apa ganggu aja dari tadi pekikku dalam hati


"jalannya masih lebar mas kalo mau lewat lewat aja gak usah bikin emosi !" teriak ku kesal tanpa melihat pengendara sepeda motor


brum brum brum


ini lama lama orang minta dihajar ucapku pelan seraya menggulung kedua lengan baju pendekku .


"mau berantem ayo aku gak ..... takut"teriakku tapi aku memelankan kata terakhirku setelah tau sipengendara yang ternyata dia pacarku


dimatikannya motor sport miliknya dan berjalan menghampiriku.


"kenapa nanggis"ucap mas imam datar yang membuatku kesal

__ADS_1


dasar ngak berperasaan batinku


seraya berbalik hendak berjalan namun degan mudah lenganku digapai olehnya.


"kok jadi kamu yang marah sama mas"


"ngapain ngurusin aku bukannya aku gak penting urus aja calon istrimu itu" ketusku


"cemburu ya "ucap mas imam sambil tersenyum


"cie yang lagi cemburu marah marah gak jelas"ledek mas imam


"apanya yang gak jelas dari tadi aku diabaikan .iya aku tau aku salah tapi aku kan udah minta maaf . terus ditinggal pergi gitu aja sama bukannya tadi kamu anter calon istri kamu itu "ucapku tersenyum kecut


"sebegitu pentingnya dia dari pada aku mas" lanjutku pelan


"kan sekarang aku disini dek . gak nganter dia, aku suruh sepupu aku buat anter dia . mana berani aku anter cewek lain orang pacar aku cemburuan berat "ledeknya sambil menyentil hidugku pelan


"wajar lah mas kalo aku cemburu aku pacar kamu"


"iya iya pacar udah jangan nangis lagi jelek"


"hmmn" jawabku singkat


"sini mas peluk biar tenang"ucap mas imam


"ish modus "jawabku tapi aku tetap menurut masuk kedalam pelukannya . pelukan yang membuatku nyaman . dikecup keningku cukup lama yang membuatku menutup mata cukup lama menghirup dalam dalam bau parfum khas milik siempunya.


"jangan pernah nanggis lagi ya , belajarlah jadi lebih dewasa kuat menghadapi apaun. oke " ucap mas imam pelan


yang ku balas anggukan kecil.


"ya udah yuk katanya mau cari peralatan sekolah " ucap mas imam


"iya tapi kok pakai motor"tanyaku sambil melepaskan pelukan


"iya emang pakai motor dek"


"kok gak bilang dari tadi sih "kesalku


"kan tadi aku udah suruh kamu ganti baju dek"


"iya tadi setau aku kan mas bawa mobil"


"iya mobil mama udah yuk "ajak mas imam seraya mengenggam tanganku


"nih pake jaket mas buat nutupin kaki kamu. aku tau kamu gak nyaman, lain kali kalo dibilangin jangan ngeyel "ucap mas imam


"iya bawel"ucapku kesal


"berani ya sekarang ngatain mas" ucapnya seraya menoleh kebelakang


"engak mas pacar kan cuma becanda heheheh" kilahku


"pegangan dek , peluk juga boleh"ucapnya seraya tersenyum


"ishh udah jalan mas nanti keburu sore" ucapku


dari sini aku mulai belajar bahwa pacarku ini emang tipe cowok yang super cuek dan suka bicara datar sama orang lain tapi beda sama orang dekatnya dia keliatan ramah banget . dulu ku kira dia emang orang yang ramah ehh ternyata cuma sama orang orang terdekat aja .


entah keberanian dari mana aku memberanikan diri memeluk mas imam seraya menyenderkan kepalaku dipungungnya . ku pejamkan mata menikmat setiap kebersamaan kita berdua . mas imam tersenyum dan mengenggam tanganku yang berada diperutnya. menyiratkan sebuah makna bahwa aku sayang kamu dek mungkin hehehe .


benar kata al aku ini masih belum dewasa masih kekanakan suka ngambek suka nanggis . sekarang aku bertekad untuk menjadi gadis yang lebih kuat dan gak cengeng. semoga

__ADS_1


__ADS_2