NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
salah paham


__ADS_3

seorang anak gadis sedang melamun digazebo kecil sambil menatap layar handphonenya.


menanti kabar dari seseorang yang sudah tiga hari ini tidak memberi kabar padanya.


sang kekasih bilang jika dia akan mengusahakan untuk memberi kabar padanya tapi jika tidak dia yang menghubunginya lebih dulu mungkin gak ada kabar sama sekali.


ya tiga hari ini chacha selalu memutuskan untuk menelfon pacarnya terlebih dahulu itupun pada malam hari . Tapi saat ini dia benar benar galau karna kemarin malam pas dia telfon yang mengangkat seorang wanita bahkan dia kenal siapa pemilik suara itu. karna chacha sudah belajar untuk tidak menanggis dan kuat maka dia berusaha untuk selalu percaya sama sang kekasih walaupun rasa sedih itu ada. sejak kemarin dia memutuskan panggilan secara sepihak karna tau siapa yang mengangkat telfonnya tapi kenapa sampai saat ini tak ada telfon balik pikirnya.


"cha ikut nenek yuk" suara nenek memecahkan lamunanku . ku lihat nenek berjalan menghampiriku


"mau kemana nek?"tanyaku.


"kerumah anaknya nenek sarah . ada arisan disana. anterin nenek yuk dari pada ngelamun disini"


"iya nek , chacha ambil tas dulu nek" ucapku


"nenek tunggu didepan ya ndok"ucap nenek yang ku balas anggukan


sampai dikamar aku ganti baju dengan celana pendek diatas lutut dan menggenakan baju panjang yang longgar.kurapikan rambut gelombangku dan mengoles liptin supaya tidak pucat . kuambil tasku dan bergegas turun.


"nek,chacha aja ya yang bawa mobil. gak usah dianter mang supri"ucapku


"gak usah itu mang supri sudah didalam mobil yuk"


"rumahnya jauh ya nek?"tabyaku karna dari tadi gak sampai tujuan


"enggak itu depan sana yang banyak mobilnya" ucap nenek yang kujawab anggukan


"turun yuk"


"iya nek"


rumah mewah yang hampir sama besarnya dengan rumahku yang dikota penuh dengan mobil yang terparkir disekitar halaman dan ada banyak motor sport juga yang terparkir. mungkin ada yang muda juga seumuranku nganter ortu mereka pikirku. aku dan nenek berjalan masuk kedalam rumah seraya mengucap salam . kulihat banyak sekali orang disana melihat kearah pintu . dan benar saja ada remaja juga seusiaku.


"ehh nenek ima sudah datang mari masuk nek" ucap seorang wanita seumuran bundaku yang kukenal dia mamanya mas imam.


apa mungkin mas imam disini juga. ehhh tapi kan dia lagi sibuk batinku


"ehh ini siapa nek cantik sekali kamu nak"mama aisyah


"ini cucuku syah namanya anisa"ucap nenek


"hallo tante saya anisa "sapaku ramah dan berjabat tangan


"iya sayang nama tante aisyah. coba anak tante belum punya pacar pasti aku kenalin kamu ke anak tante siapa tau jodoh " ucap mama aisyah


"kamu mah ada gadis cantik mau nya langsung dikenalin sama anak kamu syah"ucap seorang wanita seumuran mama aisyah


"iya"ucap ibu ibu yang lain ikut menimpali


"maklum lah jeng orang aku udah pengen punya mantu. mungkin nanti anakku mau aku nikahin sama pacarnya sekarang setelah lulus sekolah. sekarang masih malu malu anaknya gak mau ngakuin pacarnya padahal sudah beberapa hari ini mereka bareng terus "ucam mama aisyah


"itu mah kamu yang kebelet pengen punya cucu"ucap seorang ibu yang menggundang gelak tawa.


"chacha kamu disini"sapa dar arah samping fathul


"ehhh fathul . iya anterin nenek"jawabku


"sana yuk ikut yang lain"ucap fatul seraya menunjuk gerombolan remaja yang sedang berbincang bincang yang tidak jauh dari ibu ibu


"wihh siapa nih tul bawa cewe cantik"sapa seorang gadis seumuranku yang mempunyai wajah manis rambut sebahu

__ADS_1


"kenalin ini cucunya nenek ima...."ucap fathul yang kepotong dengan gadis itu


"wahhh jadi kamu cucunya nenek ima. rumah kita deket dong nama kamu siapa sekarang kelas berapa"pekik gadis manis itu heboh


"namaku anisa aku baru mau masuk sekolah sma"


"wah sama dong sama aku. namaku dina aku sekolah di sma sma nusa bangsa nantinya. kalo kmu?" tanyanya antusias


"sama "jawabku sambil tersenyum


"duduk yuk kita ngobrol"ucap dina


alhamdulillah aku bersyukur punya teman baru semanis dina dan sebaik ini orangnya . rumah dina ternyata juga deket rumahku hanya berjarak 5 rumah kata dina .dina anak yang ceria jadi aku langsung asyik aja ngobrol bareng sama dia . dan sejenak aku melupakan kegalauanku tadi dan ikut ngobrol dengan segerombolan remaja ini. mereka orangnya asyik kita becanda ngobrol kesana kemari.


"nah ini dia calon mantuku"ucap mana aisyah yang sayup sayup kudengar


"imam khori makasih ya sudah dianterin minumannya" lanjut mama aisyah


deg deg deg


kutoleh kearah samping. dan benar saja .


kulihat mereka berdua sedang menaruh minuman ke tempat ibu ibu . sungguh pemandangan yang menyesakkan dada . kuremat celanaku dengan tanganku untuk meredakan kesedihanku supaya aku tidak menanggis disini ditempat ramai seperti ini sungguh membuatku ingin cepat cepat pergi.


sayup sayup kudengar ibu ibu ikut menggoda kedua orang yang begitu terlihat serasi dengan baju yang sama bertuliskan sama juga yang aku tidak tau apa itu tulisannya dari kejauhan. dan mereka hanya menanggapi dengan tersenyum apa itu artinya iya . tapi bukankah tante aisyah tadi bilang beberapa hari ini mereka bersama jadi yang dimaksud pacar itu mereka. lalu siapa aku? ucapku dalam hati lalu kenapa mas imam bilang jika dia sibuk akhir akhir ini .ku eratkan jemariku yang meremas celanaku .


ku lihat mereka berjalan kearah sini buru buru kupalingkan badanku membelakangi mereka.


"cie cie mas imam mbak khori" ucap remaja remaja disini


"emmm din . aku pamit bentar ya" ucapku seraya beranjak . sesak sekali rasanya hatiku aku sudah tidak mampu lagi untuk membendung air mataku .


"mau kemana cha"


"jangan lama lama cha"teriak dina dari kejauhan yang kubalas 👌 tanpa melihat kebelakang . kuhampiri nenekku untuk berpamitan pulang terlebih dahulu . mungkin nenek tau bagaimana perasaanku dan menjawab dengan anggukan dan juga tatapan sendu. aku buru buru berjalan menjauh karna sempat ku lihat mas imam sudah tau keberadaanku .


aku berdoa didalam hati supaya tidak sulit menemukan taksi atau ojek disekitar sini .


"dek"teriak seseorang yang sudah ku tau siapa orangnya . buru buru aku berlari menjauh dan alhamdulillahnya pas ada taksi didepan segera aku masuk dan menyuruh sopir untuk cepat jalan.


"dek buka pintunya"ucap mas imam seraya mengetuk jendela mobil


"neng itu gak mau turun dulu?" tanya sopirnya


"gak usah mang. langsung jalan aja"ucapku dengan suara serak


"dek buka dulu"


mobil melaju dan bisa kulihat mas imam hanya melihat mobilku yang melaju tanpa mau mengejar yang membuatku tersenyum kecut.


"kemana neng" tanya sopir


"disini dimana ya mang tempat yang indah dan sepi. saya ingin sendiri mang , nyari tempat buat menenangkan diri"


"ada neng tapi agak jauh mungkin setengah jam"


"dimana mang "tanyaku pelan


"dipantai neng"


"wahh pantai disini ada pantai mang ? " ucapku antusias sambil bersemangat

__ADS_1


"ada neng"


"ya udah kesana aja mang"ucapku gembira. aku kalo sudah denger kata pantai maka aku akan lupa dengan segala penat yang ada .


disepanjang perjalanan aku mendengarkan musik musik yang mengalun ditaksi sambil sesekali ikut bernyanyi .


"suaranya bagus neng"


"bisa aja si mamang mah"ucapku


"beneran atuh... ehhh kita sudah sampai neng"


"wah gak berasa ya, nih uangnya mang kembaliannya ambil aja"


"makasih ya neng"


"sama sama mang" ucapku seraya beranjak


dret dret dret


suara getar didalam tas ku membuatku berhenti melangkah kearah pantai.


nenek is challing


kupandangi layar ponselku .


kutepuk judatku kenapa aku sampai lupa buat kasih kabar kenenek.


"assalamualaikum nek" ucapku bersemangat tak menggambarkan ada kesedihan sedikitpun membuat nenekku bingung


"waalaikumsalam, kamu dimana udah pulang dari tadi kok dirumah gak ada ? kata mbak marni kamu juga belum ada pulang tuh? bikin nenek khawatir aja"ucap nenek berteriak yang membuatku menjauhkan ponselku


"aku dipantai nek hehehe"


"dipantai ! sama siapa ! kok bisa naik apa!"


"naik taksi nek sendirian . tadi tanya tanya supir taksinya tempat yang bagus dimana gitu terus dikasih tau disini. chacha izin gak pulang ya nek soalnya udah mau malem lagian juga dirumah gak ada kegiatan .chacha izin liburan beberapa hari disini ya nek!" ucapku memelas


"ya sudah" jawab nenek


loh kok tumben nenek gak ngomel


"beneran nih dikasih izin . makasih nenekku sayang"ucapku gembira


"yo wes tak tutup Assalamualaikum "


"waalaikumsalam nek"


tumben banget dapet izin semudah ini ucapku


"ah bodo amat lah yang penting beberapa hari kedepn aku bisa main tanpa ganguan yes" ucapku bersemangat


.............................


"denger sendiri kan mam . dia lagi dipantai sendirian . mungkin pantai dekat rumah kamu karna katanya jaraknya cuma setengah jam. nenek tau dia udah ngak sedih lagi kaya tadi . soalnya chacha kalo sudah dipantai lupa sama semuanya . jadi nenek biarin dia liburan disana dulu beberapa hari .kamu susul aja kesana abis itu kalian selesaikan masalah kalian . saran nenek kamu cepet cepet kenalin chacha ke mama kamu itu saran nenek biar chacha gak salah paham terus sama kamu. lagin ada pembantu kok kamu sama dia yang nganterin minuman"


"maaf nek . imam mau susul chacha dulu nek "ucap imam khawatir


"yo wes sana keburu kemaleman. jangan lupa izin sama orang tua kamu"


"iya nek assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam"


__ADS_2