
"Sayang tolong bangun "
"Sayang "
"Dek "
"Sayang "ucap mas imam yang samar samar aku dengar dan perlahan ku buka mata
"Eughhh " perlahan ku buka mata ini dan aku sudah berada dikamar mas imam tidur diranjang yang selalu kita jadikan tempat mencurahkan rindu ketika berjauhan.
tes
"Sayang ku mohon jangan nanggis lagi . ini gak seperti yang kamu fikirkan" ucap mas imam yang memegang erat tanganku dan dikecupnya berkali kali
"Aku mau pulang mas . tolong lepaskan aku " ucapku lirih
"Enggak sayang mas gak mau " ucapnya frustasi
"Woy b**sat lu semua malah pada diem bantuin gue jelasin " ucapnya lagi dengan kesal yang membuatku menengok kearah yang ditatap mas imam . disofa sudah ada kak riyan , wildan , dan kak arif yang duduk dengan risya bahkan mereka terlihat mesra yang membuatku bingung .
"Huftt jadi gini ca" ucap kak arif yang beranjak melepaskan gengamaan tangan risya dan berjalan kearah ranjang
"Tadi malem si kutu kupret suami kamu ini demam tinggi sampai gak sadar terus semaleman kita jaga nih suami kamu sampai tadi pagi udah baikan tapi masih tetep panas walaupun agak turun . Kita mau bilang ke kamu gak dibolehin . Terus dia minta dikerokin lah dari kita gak ada yang bisa ngerokin . Alhasil pacar aku yang baik hati itu kita bujuk ngerokin suami kamu . tapi suami kamu gak bisa diem jadi hasilnya kaya cuma setengah setengah aja kaya bekas c**okan . kalo gak percaya kita semalam tidur disini sampai kamu tadi datangpun aku sama wildan masih ngebo disini . Kalo gak percaya kamu periksa aja cctv yang kamu taruh disini aku lihat kok noh disamping pintu " ucap kak arif geleng geleng gak habis pikir dengan kelakuanku yang menaruh cctv . ehh kenapa dia bisa tau padahal aku kasih hiasan biar gak ada yang tau .kecuali aku dan mas imam sih .
"Kamu liat cctv aja ya dek biar percaya kalo mas gak main gila dibelakang kamu" ucap mas imam mengecup tanganku yang digengamnya memang benar telapak tangannya terasa panas yang membuatku khawatir
"Kamu demam mas tangan kamu panas lebih baik kamu kedokter" ucapku pelan
"Gak mau sebelum masalah ini selesai aku gak mau kedokter kecuali sama kamu " ucapnya ngeyel
"Ya udah mana laptopnya " ucapku beranjak duduk disandaran ranjang
"Ambilin laptop gue rif " ucap mas imam
Aku berkutat didepan laptop melihat tanggal kemarin hingga pagi ini dan benar adanya yang diucapkan kak arif . huftt aku jadi malu sendiri udah marah marah nangis nanggis sampai pingsan lagi .
"Maaf " lirihku dan mas imam langsung memelukku setelah menyingkirkan laptop dipangkuanku
cup
cup
__ADS_1
cup
"Gak papa . salah mas juga gak kasih kabar kekamu " ucap mas imam setelah mengecup keningku beberapa kali
"Kita pergi yuk sepertinya sebentar lagi bakalan ada adegan tak sen***h" ucap wildan dan mereka langsung beranjak keluar dan menutup pintu yang membuatku malu karna kejadian beberapa tahun lalu saat wildan dan dina berkunjung kerumah kita malah sibuk dengan aktifitas menguras keringat nikmat .
"Mas badan kamu panas kita kedokter ya " ucapku memelas aku khawatir karna tadi malam kata kak arif dia panas
"Udah mendingan dek ini juga abis minum obat yang dibeli arif tadi pagi. Kangen " rengeknya manja tidur dipangkuanku
"Pengen mimik yang " lanjutnya dengan mata sayu . ku hela nafas panjang karna arti dari kata mimik itu dia ingin minum seperti bayi .
"Kamu lagi sakit mas jangan aneh aneh deh " elakku karna aku tak mau menahan sesuatu yang bergejolak nantinya karna ulah suami mesumku .
"Kan waktu mas sakit juga mimik langsung sembuh yang " rengeknya benar benar seperti bayi terkadang aku suka jengkel dengan tingkat kemesumannya yang setiap hari makin bertambah .
"Huft ... oke oke bayi gedeku tersayang biar aku tutup pintu dulu ya . sama mau dikedap suara nanti kalo kamu nakal malah aku yang malu " ucapku hendak menaruh kepalanya kebantal tetapi dia sudah lari ngibrit mengunci pintu dan menekan tombol kedap suara yang membuatku geleng geleng katanya sakit tapi tingkahnya makin hari ada aja pikirku .
"Tingkah kamu sekarang beneran kaya bayi ya mas . bayi besar " ejekku dengan senyum mengejek
"Iya ini bayi besarnya mau minum sebulan gak mimik jadi sakit . buruan buka dek " ucapnya kesal yang membuatku terkekeh
"Auuuu , sakit mas jangan digigit gitu " ucapku kesal memencet hidungnya agak lama
"Ya Abis kamu keluar dalam keadaan telanjang dada terus ada tanda merah merah terus tadi juga ada suara suara " elakku tak mau disalahkan
"Auchhh kok digigit lagi sih tuh kan merah " lanjutku kesal
"Kamu berisik dek . bayi besarnya jadi gak konsen nih" jawabnya bisa aja
"Minium ini mah gak perlu konsentrasi kali mas " ejekku dengan sinis
"Biarin terserah kamu jangan ganggu bayinya nanti malah nanggis " ucapnya dengan tersenyum menjengkelkan
"Ini tuh sore mas kita nanti dikira lagi yang aneh aneh lagi" gerutuku
"Emang " ucapnya singkat yang membuatku jengkel
"Aku capek mas "
"1 jam lagi " ucapnya yang masih sibuk minum
__ADS_1
"Dasar bayi besar " gerutuku
"Punyaku emang besar yang . kamu aja selalu minta lagi dan lagi " ucapnya terkekeh menggoda yang membuatku geli sendiri
"Apa sih gak jelas " ucapku
"Jelas yang nih kalo gak percaya liat aja sendiri dengan jelas " ucapnya seraya membuka resleting celananya
"Tutup gak !" ucapku kesal
"Hehehe iya sayang " ucapnya terkekeh
"Aku ngantuk mas mau bobok bentar " ucapku lesu benar benar capek dan ngantuk banget abis nanggis pasti ngantuk berat
"Ini udah bobok yang, tinggal merem aja. aku temenin gak aku tinggal " ucapnya pura pura tak tau maksudku yang membuatku mendengkus kesal
"Iya tapi mimiknya nanti lagi mana bisa aku tidur kalo kamu sambil main gini " ucapku kesal
"Hehehe gemes deh . ya udah aku tutup nih " ucapnya mengalah
"Kamu juga istirahat mas biar cepet sembuh " ucapku lirih yang sudah mulai kehilangan kesadaran
"Iya sayang " ucapnya memelukku erat dan tak lama kami pun terlelap
...***...
Sedangkan didepan kamar kost ada mereka yang keluar dari kamar imam tadi berkumpul dimeja dan kursi yang sudah ada sejak mereka pertama masuk lumayan buat qtime .
"Beneran tuh mereka berdua melepas rindu kita disini semalem gak bisa tidur jagain dia ehhh bininya datang langsung melepas kecebong " ucap kak riyan yang kesal setelah mendengar pintu kamar imam yang dikunci dari dalam
"Namanya juga gak dilepas dari sebulan auto blingsatan " ucap kak arif terkekeh yang dapat cubitan diperut dari risya kekasihnya yang dibalas cengiran kuda kak arif.
"Kalian kan juga gitu suka bersol* karna gak ada patner . jadi makin iri kan" ucap wildan yang mendapat timpukan dari kak arif dan riyan
"Jadi kamu suka gitu beb ? kamu juga kak ? dasar mesum!! " kesal risya beranjak kekamar kakaknya tak mau ikut andil dalam obrolan tak berfaedah mereka .
"Enggak beb " teriak arif
"Enggak dek " teriak riyan bersamaan
"Sialan lu . kaya lu gak aja " kesal arif menjitak wildan
__ADS_1
...***...
thanks kakak . semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam setiap langkah 🙏