NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
karna risya


__ADS_3

"Ca , Kamu punya adek cewek gak ? " tanya kak riyan yang sibuk mengunyah makanan yang aku masak


"Aku punya adek tapi cowok kak " jawabku sambil menyuapi bayi besarku yang ngakunya masih lemes karna semalem demam


"Yahh kirain . siapa tau ada bakal aku jadiin bini juga masakan kamu aja enak gini siapa tau kalo sodara tu sama masakannya " ucap kak riyan terkekeh


"Huuuh dasar lu sono kawin sama adeknya chaca . ntar lu sama sama makan pisang " ucap wildan terbahak bahak


"Adek aku masih normal kali kak gak mau yang sama sama pisang " ucapku


"Berarti lu yang gak normal yan " ucap kak arif yang ikut terbahak


"Enak aja " kilahnya menjitak wildan dan kak arif


"Padahal aku cuma masak tumis kangkung , tempe goreng sama telur dadar loh kak . ini kamu ngejek aku atau gimana nih ?" ucapku terkekeh kecil


"Ehhh enggak beneran enak kok ini , tuh buktinya adek aku nambah lagi " ucap kak riyan menunjuk risya yang nambah lagi


"Ini beneran enak kok ca . berasa dirumah makanan rumahan banget ini " ucap risya yang seumuran denganku ternyata orangnya juga asyik kita baru ketemu pertama kali ternyata dia pandai bergaul pantas saja dulu mas imam sempat menaruh hati padanya .


"Alhamdulillah kalau suka . soalnya tadi dikulkas adanya cuma ini doang " ucapku


"Kita hampir jarang masak yang kalo lagi ujian gini lebih sering delivery order soalnya males juga keluar plus capek juga " ucap mas imam


"Ohhh . " jawabku singkat.


"Sini biar mereka yang nyuci yang kasian kamu baru sampe tadi sore udah cape cape masak masa disuruh cuci piring bekas mereka juga " ucap mas imam setelah kita selesai makan.


"Iya ca , sini biar kita aja " ucap wildan


"Oh ya udah . kalo gitu aku bikinin kalian kopi mau belajar lagi kan ?" tanyaku seraya mengumpulkan piring piring yang sudah kosong


"Wahh mantulll " ucap kak arif


"Yang kamu udah kasih kabar ke bunda sama ayah kalo kesini ?" tanya mas imam disela sela belajarnya


"Udah . malahan aku udah kasih tau mereka semenjak seminggu yang lalu " jawabku meletakkan pinsel yang kugunakan tadi untuk mengusir rasa jenuh karna menemani mereka belajar .

__ADS_1


"Good " ucap mas imam mengelus kepalaku.


"Mereka selalu ketiduran gini mas ?" tanyaku melihat kak arif kak riyan dan juga wildan yang sudah tertidur dengan gaya mereka masing masing , terlihat sekali kalau mereka lelah. sedangkan risya sudah masuk kamar kakaknya tadi sehabis makan karna dia baru saja tiba tadi pagi juga katanya mau kuliah disini juga makanya begitu selesai sekolah langsung kekost kakaknya karna besok dia akan mendaftar .


"Iya hampir setiap malam aku membangunkan mereka " keluh mas imam


"Ohh ya udah aku masuk dulu ya mas ." ucapku berdiri


"Iya sayang, aku langsung nyusul karna udah kangen dia " ucap mas imam tersenyum nakal seraya melirik juniornya


"Apa sih mas . aku ngantuk mau tidur " kilahku berlalu seraya mengulum senyum


"Sayang jangan tidur tungguin bentar ya . aku mau bangunin mereka " teriak mas imam yang tak kutanggapi


Jujur aku juga sangat merindukannya tapi mengingat keadaan mas imam yang kurang fit ku urungkan niatku yang rencananya mau menggunakan lingerie yang sedang ku pegang dari tadi karna terus menimbang nimbang akankah ku pakai atau tidak .


ceklek


Suara pintu yang terbuka membuatku panik hingga langsung ku lempar cepat ke lemari .


"Sayang lagi ngapain " tanya mas imam yang tiba tiba sudah dibelakangku


"Sudah . Aku kangen " ucap mas imam yang menarik pinganggku hingga merapat


"Emmm udah malem mas badan kamu lagi gak fit, besok kan kamu juga ujian" ucapku mencoba bernegosiasi


"Hufftt . ya udah bobok yuk . aku ganti baju dulu" ucapnya seraya berlalu.


"Sini jagan jauh jauh nanti gak bisa bobok lagi " ucap mas imam yang menyuruhku tidur dipelukannya


"Mas " ucapku.


"Ya " jawabnya yang mengelus pungungku dengan lembut


"Risya baik ya cantik lagi pinter bergaul juga " ucapku yang sebenarnya aku takut jika mereka masih ada rasa mengingat mereka sama sama cinta pertama . aku ingin tau bagaimana tanggapan mas imam


"Ya dia memang seperti itu masih cantik seperti dulu " ucap mas imam yang kelepasan

__ADS_1


"Sayang bukan gitu maksud aku kamu juga cantik kok" lanjutnya setelah menyadari ucapannya dan setelah aku bergeser menjauh darinya .


"Sayang " panggilnya lagi karna aku tak menjawab sibuk dengan pikiranku sendiri


"Aku ngantuk mas mau tidur " ucapku berusaha menghindarinya aku tidur berbalik membelakanginya tapi mas imam memelukku dari belakang dan terus membujukku. entah mengapa aku merasa saat tadi kita berkumpul tatapan risya ke mas imam seperti masih menyiratkan sebuah rasa dan tak sengaja aku melihat mereka beberapa kali beradu tatap . Aku mencoba berfikir positif tapi aku merasa risya tak menyukaiku ketika dia didepan mereka bersikap baik padaku tapi ketika aku dan dia saat berdua saja dia bersikap acuh dan ngobrol hanya ketika ku tanya .


"Kamu kenapa sih yang !" sentak mas imam yang kesal aku kaget karna nya dan aku tadi juga sibuk dengan pemikiranku sendiri . Mas imam duduk dengan deru nafas yang memburu kesal mungkin.


"Aku gak papa mas , aku ngantuk mau tidur" kilahku yang juga duduk disampingnya . mas imam menatapku penuh menyelidik yang membuatku menundukan pandangan.


"Kamu cemburu sama dia ?" tanyanya kesal


"Kamu kenapa sih mas dari tadi bentak bentak " ucapku yang ikut kesal yang salah siapa yang marah siapa


"Kamu yang kenapa ! cuma gara gara aku bilang dia cantik kamu langsung marah gak mau ngomong dari tadi " ucapnya kesal.


"Kamu ngomongnya spontan mas biasanya kata kata yang kita ucapkan spontan itu dari hati " ucapku lirih yang masih bisa didengarnya


"Astaga ca " ucapnya menjambak rambutnya


"Aku juga lihat tadi kalian beberapa kali beradu tatap " ucapku tanpa bisa ku kontrol


"Lebih baik kita tidur" ucapnya berbaring membelakangiku . sakit rasanya air mata yang ku bendung sedari tadi menetes .


"Kenapa menghindar? berarti benar kalian masih ada rasa ?" ucapku serak menahan tanggis


"Cukup ca!" sentaknya dengan nada tinggi seraya duduk yang membuatku kaget hingga aku mundur menjauhinya.


"Aku fikir itu hanya fikiranku saja mas . tapi nyatanya sikap kamu sudah memberikan jawaban bagiku " ucapku dan bergegas turun dari ranjang


"Mau kemana?" tanya nya yang sudah mencekal tanganku yang hendak membuka pintu


"Tolong lepas mas " lirihku aku tidak tau mengapa akhir akhir ini perasaanku selalu berubah ubah sering marah marah


ketika ada hal hal yang membuatku tak nyaman bahkan aku sempat menanggis karna dina yang tak mau memberikan es tehnya sampai sampai teman temanku heran dibuatnya.


... ***...

__ADS_1


Mohon maaf lahir dan batin . mohon maaf karna baru bisa up hari ini 🙏


__ADS_2