
"tul , liat chaca gak ? tadi aku liat dia lari kearah sini" ucapnya seraya mengedarkan pandangan mencari chaca
"lari kearah gerbang kak. tadi kaya sedih gitu matanya berkaca kaca " ucap fathul
"oke thanks ya " ucap imam segera berlari kearah parkiran karna bisa dipastikan kemungkinan besar istrinya pulang
"Assalamualaikum mbok" ucap chaca yang melihat simbok sedang menyapu depan rumah
"Waalaikumsalam non kok udah pulang jam segini ?" tanya simbok
"Iya mbok cuma clasmet aja bentar tadi . kalau gitu saya ganti baju dulu ya mbok" pamit chaca
"Mangga non" jawab simbok
"Hufttt kok aku jadi cengeng gini ya? cuma liat ketulusan persahabatan mereka sampe nanggis gini " ucap lirih chaca menghapus sisa air matanya
"Mbok pulang lebih awal aja gak papa . tinggal masak buat makan siang sama malam biar saya aja mbok " ucap chaca yang menuruni tangga
"Gak papa non saya tinggal?" tanya simbok sungkan
"Iya gak papa mbok " ucap chaca
"Kalau gitu saya pamit non " pamit mbok
"Hati hati ya mbok" jawab chaca
"Iya suwun ya non" ucap simbok berlalu
"Bikin mie enak kayaknya nanti sore baru masak . mas imam masih disekolah ini " ucap chaca mengambil pànci dan diisi air lalu menyalakan kompor merebus air menunggu matang sambil mengambil sawi dan telur .
Grep
"Dek kamu marah sama mas?" tanya imam yang tiba tiba memeluknya dari belakang yang sedang memasukan telur
"Mas sana ihhh aku baru masak ." ucap chaca yang susah bergerak
"Jangan marah ya itu kan cuma masalalu mas dek" ucap imam
"Kamu ngomong apa sih mas .sana dulu aku mau masak ini " ucap chaca yang sedikit kesal karna telur udah hampir matang
"Kamu udah makan mas ?" tanya chaca seraya melihat imam sekilas untuk mendapat jawaban darinya
"Kamu ambil mie lagi satu gih biar bisa makan bareng" lanjutnya setelah mendapat jawaban gelengan dari imam
"Tunggu dimeja ya . jangan disini bikin susah gerak kamu kalo disitu " ucap chaca sedikit cemberut
lah bukannya dia marah ya ,? kata wildan sama fathul tadi keliatan nanggis lah sekarang kok biasa aja batin imam yang heran
tap tap
"Nah makan gih mas kamu pasti laper juga kan nanti baru aku kompres luka lebam lebam kamu" ucap chaca setelah meletakkan 2 mangkuk mie yang dimasaknya tadi
"sruppp . enaknya kayaknya udah lama aku gak buat mie instant "ucap chaca terkekeh
__ADS_1
"Loh kok cuma diliatin mas . cepet makan terus nanti aku obatin " lanjutnya.
"Iya sayang makan yang banyak ya " ucap imam tersenyum mengelus sayang kepala chaca
"Sini mas aku kompres lebam kamu " ucap chaca setelah mencuci mangkuk dan mengambil es batu
"Auchh sakit dek" rengek imam manja padahal gak sakit dia sengaja mencari perhatian istrinya
"Maaf mas . lagian kenapa sih pakai acara berantem segala diomongin baik baikkan bisa " kesal chaca tetapi tetap mengompres dan sesekali meniup lukanya
"Namanya juga cowok dek . kalo cewek mah jambak jambakan " jawab imam terkekeh
"Dek kamu tadi nanggis karna mas ?" lanjutnya menatap dalam manik coklat istrinya
"Enggak aku terharu aja soal persahabatan kalian. mas kira aku marah karna mas cinta sama adeknya kak riyan ?" ucapnya menyelidik.
"Ya kirain tadi kamu nanggis karna mas . cemburu gitu" jawab imam mengulum senyum
"Cemburu itu pasti ada mas . Tapi aku sedang belajar dan percaya sama kamu . aku tau hati kamu udah mentok diaku mas hehehe" ucap chaca terkekeh.
"Ceritanya lagi gombalin suami nih "ledek imam
"Enggak tuh . tapi bener kan kamu aja sakit gak mau makan gara gara aku " cibir chaca
"Hehehe makasih ya dek udah mau menjadi dewasa . Cobaan silih berganti kedepannya pasti ada aja rintangan rintangan yang menanti . Tapi kita mencoba untuk tetap bergandengan tangan ya dek" ucap imam tulus mengenggam tangan chaca yang diangguki chaca .
"Ngomong ngomong kok kamu ikutan pulang mas ?" tanya chaca
"ohhh" singkat chaca mengangguk
"Mas aku ngantuk mau tidur siang " ucap chaca beranjak
"Ya udah mas anterin kekamar abis ini mas kekafe ya nanti kamu kalau nyariin susul aja " ucap imam mengekor dibelakang istrinya tadi saat sampai rumah langsung menuju kamar tapi tak mendapatkan istrinya berada dikamar imam memutuskan berganti baju lebih dulu dan langsung mencari keberadaan istrinya yang ada didapur.
"Kamu gak usah nganterin mas cuma naik ini . langsung aja nanti kamu malah capek" ucap chaca setibanya dibawah tangga berbalik menatap imam
"Ya udah istirahat ya " ucap imam mengecup kening istrinya.
"hmm . bye mas " ucap chaca berlalu.
...***...
"kemana tuh bocah katanya ketoilet belum juga nonggol " keluh dina
"Nyamperin mamasnya kalik " timpal desi
"Ini anak anak ipa juga belum pada nonggol . kita pulang aja yuk udah capek banget aku " ucap dina
"Ya udah tapi aku chat hasna dulu" jawab desi yang diangguki dina
"Udah yuk" lanjutnya setelah mengirim pesan dan mereka berlalu dari kantin
"sayang" teriak wildan yang membuat dina menoleh ketika sampai diparkiran.
__ADS_1
"kenapa will?" tanya dina
"Kamu mau pulang ?" tanya wildan
"Iya ini mau pulang . kamu masih nanti kan?" tanya dina
"Aku pulang sekarang tapi tunggu bentar aku ambil tas biar aku anter" ucap wildan berlari kekelasnya kembali
"Ya udah aku duluan ya din" ucap desi menyalakan motor maticnya.
"Iya des . hati hati" ucap dina
"Mampir ke toko buku bentar ya will " ucap dina
"siap boss" ucap wildan cengengesan
"Aturan orang pacaran tuh jalan jalan kemana gitu ini malah ketoko buku " keluh wildan karna bosan mengikuti dina memilih buku
"Tadi kamu gak usah nganterin will kalo gak mau " ketus dina
"Gak gitu yang . aku tuh pengen manja manja sama kamu kangen tau ." rengek wildan
"Apa sih will " ucap dina tersipu malu segera berlalu membawa beberapa buku
"Makan dulu ya yang " ucap wildan turun dari motor dan menggandeng tangan dina
"Hemm "
"Mbak imamnya ada ?" ucap wildan
"Ada mas saya panggilkan dulu bentar"
"Gak nyari tempat duduk aja dan " sapa imam
"Gak gue laper tapi penuh semua noh . makan dirumah lu aja deh suruh bawain kesana ntar" ucap wildan
"Ya udah yuk . tapi chaca tadi tidur din kamu liat aja ntar kekamar" ucap imam
"Mbak nasi goreng spesial 4 ya nanti suruh bawa kerumah" ucap imam
"Siap mas"
"Kamu aja yang panggil chaca kak . aku ngak berani" ucap dina yang mendaratkan tubuhnya disofa
"Ya udah nyantai aja kalau haus ambil sendiri" ucap imam seraya menaiki tangga
ceklek
"Astagfirullah "
...***...
Terimakasih banyak buat dukungannya . semoga sehat selalu dan diberi kelancaran dalam setiap hal 🙏
__ADS_1