NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
Gelut


__ADS_3

"Kenalin gue riyan " ucapnya yang sudah duduk disebelah chaca seraya mengulurkan tangan


"Hemmm ya salam kenal kak aku chaca ini temenku desi dan ini dina " ucap chaca tanpa menjabat tangan riyan


"Hai kak" sapa desi dan dina kikuk bingung juga kenapa tiba tiba ada kakak kelas yang duduk disebelah chaca seingat mereka chaca gak begitu banyak kenal dengan kakak kelas selain temen deketnya imam


"Oh iya gue minta maaf soal yang tempo hari " ucap riyan


"Soal yang mana ? yang nimpuk bola ke aku ? atau ucapan kakak waktu diparkiran ?" tanya chaca santai


"Ya semuanya" ucap riyan yang masih menatap chaca yang sedang makan secara intens membuat siempunya risih


"Sudah aku maafin kak , kakak mendingan makan yang bener dari pada ngeliatin aku gitu nanti ditimpuk sama cowok aku lagi" sindir chaca yang benar benar tak nyaman dipandang sedari tadi .


"hehehe . sorry gak maksud gimana gimana kok . maaf kalo bikin kamu gak nyaman " ucap riyan setelah terkekeh


"Dek ngapain duduk disamping dia " ucap imam yang tadinya ingin memberi bogem mentah tapi ditahan arif supaya menghadapi riyan dengan tenang.


"Mas sini" ucap chaca yang melihat imam menahan emosi seraya menepuk kursi disebelahnya yang kosong


"Ngapain lu deketin pacar gue hah!" ucap imam santai setelah tadi menyuruh chaca bergeser ketempat duduk yang ditunjuk chaca


"Kamu lanjut makan aja dek kalian juga des din " lanjutnya karna sempat melihat makanan mereka yang hanya berkurang sedikit


"Hehehe lama ya kita gĂ k duduk bareng " ucap riyan terkekeh


"Mam kita selesaiin diluar jangan disini " bisik arif yang berdiri dibelakang imam takut tuh bocah tiba tiba gelut


"Mau duduk bareng kan aku tunggu dibelakang " ucap imam beranjak


"Oke udah lama juga gak reuni " ucap riyan sinis yang ikut beranjak


"Ca kakak duluan ya " ucapnya sebelum berlalu


"Dek kamu makan dulu nanti mas susul lagi " ucap imam mengelus puncak kepala chaca.


"Gayss aku ketoilet bentar ya " ucap chaca berbohong padahal dia akan menyusul imam karna tadi sempat mendengar bisikan kak arif


"Mau ditemenin ca" tawar dina


"Gak usah cuma bentar " ucap chaca


"Maksud lu apa deketin cewek gue hah !" bentak imam setelah sampai dibelakang sekolah yang memang tak pernah ada siswa siswi disana


"Gue tertarik sama dia , dia berbeda pantesan lu buang khori gitu aja" ucap riyan terkekeh sinis


"Gue sama khori itu udah masa lalu jadi kalo lu masih ngungkit khori yang milih gue lebih baik lu perjuangin dia dari pada kegatelan sama cewek orang " ucap imam tak kalah sinis


"Wahhh udah kaya barang aja ya dioper sana sini . tapi aku udah gak tertarik sama khori . Gue lebih tertarik dengan cewek lu karna dia lebih menarik " ucap riyan menyeringai


"B**ngsek " geram imam dan siap melangkah maju memberi bogem mentah tapi sempat ditahan arif dan dihempaskan begitu saja oleh imam

__ADS_1


buk pukulan pertama yang dilayangkan imam dibagian wajah riyan


buk riyan yang tak trima juga ikut menonjok imam


dan terjadilah aksi gelut .


"Cukup woy a**ing" lerai arif dengan kekuatan exstra mendorong imam dan riyan secara bergantian hingga mereka tersungkur


"Kalian ini apa apan hah! " bentak arif kesal karna masalah yang sudah bertahun tahun tak kelar juga


"Kita itu teman dekat dulu kenapa jadi kek gini hah! jangan cuma gara gara masalah khori dulu yang lebih milih imam lu jadi kek gini yan" ucap arif.


"Apa kalian gak capek ?" ucap nya lagi.


"Gue kek gini bukan karna khori walaupun itu juga termasuk tapi gue benci dia karna dia udaah ngebuang adek gue gitu aja setelah dia kasih harapan rif" teriak rian tak kalah tinggi


"Gue gak pernah kasih harapan keadek lu yan! " teriak imam


"cuihhh , terus perlakuan lu keadek gue itu gimana kalo bukan ngasih harapan" ucap riyan sinis


"Cukup! "bentak arif


"Ini semua salah gue yan , gue yang minta imam buat ngejauhin adek lu karna gue suka sama adek lu. Gue tau imam dan risya saling suka tapi dengan bodohnya gue nyuruh imam buat ngejauhin dia . Demi temen imam rela ngorbanin cintanya , risya cinta pertamanya imam . risya adek lu yan . dia pergi bukan karna imam tapi karna gue . gue bilang suka sama dia tapi demi persahabatan kita dia memilih pergi tapi kita tetap tercerai berai gini karna semua salah gue . dia pergi karna gue " ucap kak arif meneteskan air mata bagaimana sedihnya orang yang kita sayang pergi dan persahabatan mereka berantakan


"Kenapa kalian gak pernah bilang " ucap riyan pelan


"Gue udah berkali kali mau jelasin kelu tapi apa pernah lu mau denger penjelasan kita hah!" ucap imam yang masih kesal


"Cukup mam . jangan ribut lagi . gue minta maaf sama kalian karna udah bikin orang yang kalian sayang pergi " ucap arif duduk jongkok menyembunyikan kepalanya dilutut dengan tubuh yang bergetar hebat . menanggis ? iya karna dia selalu merenung selama ini kehilangan orang yang dicintanya . hubungan persahabatan yang berantakan karnanya juga .


"Maaf gue udah salah paham selama ini sama kalian dan gak mau denger penjelasan kalian" ucap riyan yang ikut duduk didepan arif ada perasaan menyesal dan rindu karna bertahun tahun persahabatan mereka yang jadi runyam


"Yang penting kamu udah tau yan . kita sama sama saling memaafkan " ucap imam merangkul dua sahabatnya dan mereka menanggis saling memeluk bertiga menumpahkan kerinduan dan rasa kehilangan terlebih arif yang sangat merasa terpukul karna semua disebabkan olehnya .


"Apa ini kenapa kita jadi cengeng gini sih " ucap riyan terkekeh menghapus jejak air matanya


"Apa ini alasan lu ngejomblo selama ini rif " lanjutnya seraya tersenyum mengejek.


"Sialan lu " ucap arif menonjok bahu riyan pelan


"Iya ini alasan arif ngejomblo karna gak bisa move on selama ini " ucap imam terkekeh.


"Sorry gayss semua karna gue " ucap arif


"sudahlah rif semua sudah berlalu " ucap imam


"Jadi lu suka juga sama adek gue mam ? kalo gitu chaca buat gue " ucap riyan terkekeh


"Enak aja . dia bini gue tau" ucap imam kesal


"Hah ? maksudnya ? calon bini lu ? wahh ternyata lu udah klaim dia buat jadi istri . parah lu ntar tau tau ganti lagi " ucap riyan

__ADS_1


"Dia bini gue beg* " kesal imam menoyor kepala riyan


"Bini gimana sih gue gak paham ?" ucap riyan bingung


"Ck ck ck lu masih aja telmi ya yan . si imam mah udah kawin sama chaca " kesal arif


"Hah ? maksudnya udah kumpul kebo" ucap riyan terkejut


"Sembarangan aja lu" kesal imam menimpuk kepala riyan


"Gini nih yang bikin kesel . imam tuh udah nikah sama chaca " kesal arif


"Wahhh daebak kok bisa kalian kan masih sekokah" tanya riyan heran.


"Bisa lah yang punya sekolahan aja bokapnya" ucap arif.


"Wahh padahal udah gue incer" gumam riyan


"Awas lu macem macem sama bini gue "ancam imam


"Lu gak sama adek gue aja mam " becanda riyan


"Gak lah orang adek lu aja udah jadian sama arif ya kali gantian aku nikung temen sendiri " ucap imam


"Lu nyindir gue nikung lu mam? lu dendam sama gue " ucap arif terkekeh


"Gak lah bro " ucap imam ikut terkekeh


"Wah ternyata adek gue udah jadian sama lu rif kenapa gak bilang bilang sih tuh bocah " kesal riyan


"Woy kalian dicariin ternyata disini " teriak wildan dan segera menghampiri mereka


"Loh kenapa semua orang pada abis nanggis sih. tadi chaca sekarang kalian juga matanya merah kalian apain tuh anak orang " tuduh wildan


"Chaca ?" kompak mereka.


"Iya tadi aku sempet ketemu dia dari sini dia lari nabrak aku " jelas wildan


"Aishhhhh " ucap imam frustasi karna sudah pasti chaca mendengar obrolan mereka


"Gue duluan" lanjutnya berlari secepat mungkin


"Salah paham lagi nih . terancam bikin laporan sendiri " keluh arif


"Kenapa ? ehhh tumben lu juga disini? udah pada baikan" tanya wildan heran msetelah sadar ada riyan disana


"Kenapa kenapa itu bininya pasti ngambek lagi gegara salah paham " kesal arif beranjak pergi dan diikuti riyan


"woy gue samperin malah pergi lu pada " teriak wildan kesal


...***...

__ADS_1


terimakasih kakak jangan lupa like komen dan vote 😊. semoga kita selalu diberi kesehatan 🙏


.


__ADS_2