
"mas ternyata orangnya manja juga ya sama kakaknya"cibir chaca
"namanya juga anak bontot dek"
"enak ya ada yang mau dimanja manjain lah aku . punya adek rese banget"ucap chaca
"gak boleh gitu cha, malahan dia lebih dewasa dari pada kamu ."
"iya mas"
"istirahat gih dek. mas juga mau istirahat yuk mas anterin kekamar mas"ucap imam seraya menggandeng tangan chaca
"aku juga udah ngantuk banget mas"
"kamu aja ngantuk apa lagi mas"cibir imam
"kamarnya cowok banget ya mas"ucap chaca setelah masuk kamar dan mengedarkan pandangannya kamar yang berdomisi warna abu abu dan hitam serta ada sedikit warna putih . satu kata didalam hati chaca"rapi"
"iya lah dek mas kan cowo.mau kekm dulu gak itu pintu yang disebelah kanan itu kamar mandi dek "ucap imam seraya menunjuk pintu bercat abu abu
"iya. terus itu yang pintu lebar itu apa mas ? ruang ganti ya?"
"iya crewet banget sih kamu sekarang dek"ucap imam gemas mengacak acak rambut gadisnya
"namanya juga cewe mas. kalo gitu nanti aku pinjem baju kamu ya mas, kan yang kemarin di pantai terbuka semua .nanti dikira mama sama papa cewek apaan aku kalo gak jadi calon mantu kan gawat"
"iya ambil aja yang sekira kamu pas. lagian siapa suruh kamu beli baju kaya gitu . awas ya kalo sampe berani pakai kaya gitu lagi"
"iya sayang jangan marah marah ya dedek takut" ucap chaca bergelanyut manja sambil cengegesan
"isshhh udah berani bilang sayang ya sekarang nakal"ucap imam seraya menyentil jidat chaca
"ihhh kamu apaan sih mas . udah sana aku mau istirahat. "
"mas bobok disofa sini aja ya dek .terus nanti pintunya mas buka sedikit."
"terserah mas yang penting aku gak ikut ikutan kalo dimarahin"ucap chaca seraya berjalan kekm
"hmmm"
"dasar mas imam ngatain aku kebo ternyata dia kebo juga baru ditinggal bentar udah mimpi" ucap chaca seraya beranjak keranjang mengistirahatkan tubuh lelahnya
......................
tap tap tap
suara langkah kaki jenjang gadis cantik menuruni anak tangga. mencari seseorang yang sudah meninggalkannya seorang diri dan lebih parahnya sekarang sudah jam 4 sore tapi dia gak dibangunkan . chaca mandi kilat memakai baju imam yang agak kebesaran dan menggunakan celananya sendiri yang diatas lutut. membuatnya terkesan tambah cantik wajah polos tanpa make up dan juga rambut bergelombangnya yang dikuncir kuda melihatkan leher jenjangnya.
"sayang kamu sudah bangun?" tanya mama aisyah yang kutemui sedang didapur
"iya ma . maaf ya ma bangunnya kesorean, emm mas imam sama kak ikhsan dimana ma?" tanya chaca
__ADS_1
"gak papa sayang kamu pasti lelah banget dari liburan.imam tadi mama suruh beli daging disupermarket depan. kalo ikhsan ditaman belakang sama salsa nyiapin buat bbq an entar"
"ohh ya udah ma .chaca kebelakang ya bantuin kak ikhsan dulu"
"iya sayang"
......"eh calon adik ipar bocil udah bangun. sayang kenalin ini mantan calon jodoh aku yang gak jadi soalnya dia pacar adek aku sendiri yang dijelasin mama tadi kamu masih inget kan yang" sapa ikhsan seraya mengejek kearah chaca ......
"iya yang aku inget"ucap salsa
"dek sini kenalin aku salsa pacarnya ikhsan"ucap salsa seraya tersenyum
"hallo mbak . aku anisa biasa orang memanggilku chaca kalo orang deket sih heheh"
"dasar bocil gak jelas . nih lihat jodoh aku yang sebenarnya gak bocil kaya kamu" cibir ikhsan
"iya iya. dasar kakak ipar gaje. mbak kok kamu mau pacaran sama modelan beginian"ledek chaca
"mau gimna lagi dek dia yang ngejar ngejar mbak terus jadi kepepet deh"ledek salsa seraya mencibir ikhsan
"tapi kamu yang dipepet enak kan yang"ucap ikhsan
"apa an sih jangan mikir yang enggak enggak deh halalin aja belum"ucap salsa seraya menatap tajam sang kekasih.
"kode keras nih kak"ucap chaca seraya menggeplak lengan ikhsan
"auu ini bocil tenaganya .ehh yuk sayang mas mah siap banget buat halalin kamu kapan aja" ucap ikhsan
"apa sih mas .pergi kamu sana itu siapin pemanggangannya"ucap salsa tersipu malu
......tak berselang lama datang dua wanita paruh baya berjalan menuju kearah kita.......
"mbak itu ibu kamu ya?" tanyaku pada mbak salsa
"bukan dek setahu aku itu ibunya khori mantanya imam waktu smp tapi mereka dulu diam diam ortunya pada gak tau. tapi lama lam juga mereka pada tau. ehhh tapi kok kesini ya apa mereka juga diundang ya"kata mbak salsa penasaran
deg
"mantan" batinku "jadi mereka pernah ada rasa"
"mantan mbak?" tanya chaca
"ehhh iya bukan maksud mbak buat bikin kamu gimana gitu ca. maaf ya .emang imam gak pernah cerita dia satu satunya mantannya imam setau aku"ucap mbak salsa
"emmm dikasih tau kok mbak"ucap chaca berusaha tersenyum
"sayang kalian lagi pada ngapain? oh iya cha ini temen mama namanya tante zia"ucap ama aisyah
"hallo tante saya anisa"ucap chaca seraya tersenyum
"hallo juga cantik"ucap tante zia
__ADS_1
mereka berempat berbincang bincang sebentar .
"ma imam mana kok dari tadi beli disupermarket depan gak nyampe nyampe"tanya ikhsan
"itu tadi imam jalan sama khori dulu waktu jemput kerumah tante sama om pakai mobil sendiri. tadi katanya mereka mau jalan jalan bentar. maklum namanya anak muda"jawab tante seraya tersenyum bahagia sebelum mama aisyah yang jawab
deg
"loh kok jemput khori bukannya mama bilang mau kesupermarket depan?" tanya ikhsan yang belum tau ternyata calon adik iparnya udah kenal sma khori
"emmm ehhh itu anu" ucap mama aisyah gelagapan
aku bodoh sekali batinku menjerit seraya menundukan kepala ku
"tadi tante telfon mama kamu kalo mau kesini dan gak ada mobil soalnya papanya khori lagi dikantor. terus mama kamu bilang kalo si imam lagi dijalan ya udah deh tante ngusulin buat mama kamu bilang keimam buat jemput tante. eh ternyata pas sampe rumah barengan sama papanya khori"ucap tante zia
"ohhh"jawab ikhsan
"ma sini kita keruang keluarga yuk"ucap papa adi dari pintu belakang
"ohh iya pa. yuk zia kita kesana"ucap mama aisyah
setelah mereka pergi aku pamit kekamar mas imam aku ingin menenangkan pikiranku yang sedang kalut ini.
"kak, mbak aku ambil handphone dulu diatas"ucapku yang dijawab anggukan oleh mereka
sayup sayup aku mendengar beberapa orang sedang berbincang dari ruang keluarga yang ternyata ada mas imam dan juga khori didalamnya .
"jadi gini di ,kedatangan kami kesini mau jelasin waktu kepergian khori 1 tahun yang lalu buat berobat karna sakit kankernya dan imam maaf karna kita gak pamit ke kamu"ucap seorang lelaki paruh baya papanya khori
"iya om saya sudah tau"jawab mas imam
"jadi gini kita kan udah sama sama tau kalo dulu imam sama khori sempat pacaran bagaimna kalo kita menjalin hubungan keluarga dengan mentunangkan mereka berdua" ucap lelaki paruh baya itu
deg
rasa sayatan pisau yang merobek hatiku berkeping keping sakit sekali
"maaf joko semua keputusan ada ditangan anak anak"ucap papa adi datar
"bagaimana kamu mam. kalo khori sih sudah setuju setuju saja"ucap om joko
"akan saya pertimbangkan om. maaf saya butuh waktu"ucap imam
kata kata mas imam membuatku benar benar hancur kubekap mulut ini supaya tidak mengeluarkan suara. pertimbangkan sedangkan dia menjalin hubungan denganku dan kita juga akan segera bertunangan bukan apa aku ini hanya mainannya saja .pikir chaca
chaca melangkah pelan menuju kamar imam ingin cepat cepat pergi dari sana dan sialnya tas dan handphonenya ada dikamar itu. chaca menemukan tasnya tapi tidak dengan handphone nya dia mencari kesana kemari . sampai tidak sengaja melihat foto seorang gadis yang sedang digandeng seorang lelaki sambil tersenyum disebuah laci samping ranjang dia mengamati foto itu sampai tidak sadar jika ada yang masuk kekamar itu dan berdiri dibelakangnya.
"mas bisa jelasin dek"lirih imam
chaca menutup laci itu kasar dan segera menghapus air mata yang masih menetes.
__ADS_1
chaca berbalik dan lekas bergegas pergi dari kamar itu tanpa menatap kekasih hati .
semoga kamu bahagia mas aku bahagia jika kamu bahagia