NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
sandiwara imam


__ADS_3

"apa sih kak dani sakit tau"kesal dina


"kamu pasti yang bikin ide "ucap wildan


"enak aja bukan aku noh pacar sahabat kamu"ucap dina seraya menunjuk chaca yang mengusap usap telinganya.


"beneran kamu dek!"tanya imam tegas


"iya kenapa? kalian jangan deket deket kita ihh tu dilihatin yang lain"kesal chaca


"ehem"wildan dan imam bersamaan seraya agak mundur


"tenang semua harap tenang"teriak imam datar


"waduh gawat nih cowok kamu marah ca"bisik dina


"biarin"ucap chaca acuh


"kelompok 1 ketuanya maju kedepan"ucap imam . fery dan dina maju agak kedepan didekat imam seraya acuh cuek yang satu emang dingin yang satunya gesrek.


"siapa yang bikin yel yel"tanya imam kemereka berdua


"saya kak"ucap chaca seraya maju kedepan dengan kesal


"ohhh jadi kamu.nama kamu siapa . ngasih contoh yang gak baik buat temen temen kamu bagus atau tidak"ucap imam datar


"buat yang lain jangan ditiru "lanjutnya


baik kak teriak yang lain


"siapa nama kamu"tanya imam lagi


"anisa kak"ucap chaca kesal


"kalian kita kasih hukuman"ucap imam


"loh kok dikasih hukuman kak"keluh chaca


"iya karna sudah memberi contoh yang gak baik"ucap imam


"yahh"keluh kelompok 1 membuat chaca jadi merasa bersalah


"gak bisa dong kak. kalian juga seenaknya aja kasih tugas mendadak suruh mikir 5 menit lagi"bela chaca


"saya gak mau tau hukuman tetap berlaku. sekarang kalian keliling lapangan 3 kali putaran"ucap imam


"yahhh jangan dong kak"keluh kelompok 1


"ya udah gays gak papa"ucap fery


"gak bisa fer"ucap chaca kesal


"kalo kakak mau hukum kasih hukum saya aja gak usah temen temen saya yang punya ide tadi juga saya"teriak chaca


"ohhh ya udah silahkan .kalo cuma kamu sendiri 5 kali putaran"ucap imam seraya menatap tajam chaca


"oke"tegas chaca


"ca"teriak yang lain saat chaca akan keluar dari aula


"gue gak papa gays salah gue juga "ucap chaca meyakinkan


"kalian balik keposisi semula"ucap imam datar


chaca keluar aula seraya bersungut sungut kesal menuju lapangan. beruntung masih jam kelas jadi gak ada senior yang bakalan tau dia kena hukuman.


satu kali


dua kali


tiga kali putaran chaca masih oke oke aja tapi sepertinya dia sudah mulai kelelahan . tenggorokannya tersa kering sekali tapi dia tetap lanjut .

__ADS_1


kring kring kring


bel istirahat telah berbunyi tepat ketika gadis itu selesai dan sedang berada didepan aula. tak sengaja melihat imam yang sedang mengecek kertas kertas ditangannya seraya disuapi makanan oleh mbak khori . hati chaca terasa perih dia dikasih hukuman dan cowok itu malah enak enakan pacaran pikir chaca.


chaca berjalan gintai menuju kelompoknya yang sedang makan nasi box . samar samar terdengar kasak kusuk mereka membicarakan imam dan khori yang terlihat serasi lah pacaran lah dan sebagainya. hati chaca terasa tercubit. dia kembali menengok kearah sang kekasih yang dengan santainya makan disuapi gadis lain didepan mata kepalanya sendiri.


"chaca sini"teriak fery kencang


imam beralih melihat chaca yang berjalan gontai kearah teman kelompoknya. dia buru buru berdiri seraya membawa air minum untuk sang gadis.


"nih minum cha"ucap fery perhatian seraya membukakan penutup botol yang mendapat godaan dari teman temannya.


cie cie suit suit


pepet terus fer.


begitulah kira kira.


imam yang melihat sang gadis minum dari cowok lain kesal seraya berjalan kembali ketempat semula.


"kamu gak papap ca?capek ya cha"ucap dina khawatir melihat temannya sedikit pucat


"aku gak papa din."ucap chaca seraya tersenyum kecut


"mau istirahat aja kamu pucet gitu ca"ucap fery khawatir


"gak papa cuma lelah aja"ucap chaca meyakinkan


"beneran gak papa ca. biar aku kasih pelajaran tuh sepupu gak ada akhlak "ucap fathul seraya berdiri


"aku gak papa tul"ucap chaca seraya menahan tangan fathul


"dasar pacar sialan"ucap fathul kesal


"pacar siapa?" tanya fery


"pacarnya chaca lah fer siapa lagi"ucap dina


"ya itu yang tadi kasih hukuman"kesal chaca


"dia dari tadi mesra mesraan sama cewek lain sedangkan ceweknya sendiri dikasih hukuman bener bener bngst!"kesal fery seraya berdiri melangkah maju. chaca yang melihat fery emosi jadi kelabakan sendiri buru buru mengejar fery yang sudah beranjak.


"fer . kamu mau ngapain jangan gitu ah aku gak papa beneran"ucap chaca seraya menahan lengan fery


"tapi ca . aku gak terima"ucap fery


"aku juga gak terima"ucap fathul yang sudah berdiri disamping chaca


"din bantuin woyy malah makan ini dua kunyuk mau ngapain sih yang dihukum gue yang marah mereka"kesal chaca pada sahabatnya yang malah cekikikan


"jelas kita marah lah ca kita peduli sama kamu"ucap fathul


"iya"ucao fery


"haduh"ucap chaca seraya menepok jidat sudah lelah pusing ditambah pusing sama kelakuan dua cowowk ini


"ya udah terserah kalian sana sana kalo mau berantem berantem aja gue gak peduli lemes aku" kesal chaca


"oke"jawab fery dan fathul yang kembali berjalan kearah imam yang masih makan dengan mbak khori dan yang lainnya.


brukkk


belum sampai fathul dan fery sampai sudah dikejutkan suara jatuh dan dina yang berteriak memanggil chaca.


"chaca"teriak dina yang langsung berlari kearah chaca


fathul dan fery langsung berlari kearah chaca. imam yang kaget langsung berlari.


"ca. bangun "ucap dina seraya menanggis sesengukan


"cha"ucap yang lainnya khawatir

__ADS_1


"biar gue gendong ke uks"ucap fery yang diangguki yang lain


"singkirkan tangan lu dari cewek gue "ucap imam seraya mengangkat chaca dari pangkuan dina.


sesampainya di uks chaca langsung dirawat penjaga uks dan menjelaskan bahwa chaca kelelahan sebentar lagi juga sadar .


imam menyuruh dina fery dan fathul kembali keaula .


"kamu kalo ngak bisa jaga perasaan chaca lepasin "ucap fery datar seraya berlalu


"udah berapa kali kamu sakitin chaca kak. gak cuma hati tapi kali ini fisiknya juga. bener kata fery lebih baik kamu lepasin dia buat orang yang tepat"ucap fathul menahan amarah yang membabi buta . gadis yang sempat disukainya harus terluka dan terluka lagi.


"aku rasa fathul dan fery suka sama chaca kak . kalo kakak gak bisa menjaga caca dengan sepenuh hati lebih baik kakak kasih ke mereka aja"ucap dina ikut menyusul fathul dan fery


"akhhhh"teriak imam frustasi


"maaf dek"ucap imam seraya menggecup kening chaca


perlahan mata chaca mengerjab .


"enghh"lengkuhnya


"kamu sudah bngun dek. mana yang sakit?"tanya imam khawatir


"ngapain kamu disini"tanya chaca datar


"makan dulu ya dek"ucap imam serya mengambil bubur diatas naskah


"gak usah. aku pinjem hp kamu mas"ucap chaca datar


baru saja chaca membuka hp imam dia dikejutkan dengan panggilan masuk yang tertera disana.


Ririku


imam yang melihat gadisnya terpaku tanpa mengotak atik hpnya ikut melihat benda pipih itu betapa terkejutnya dia melihat nama itu.


"sayang"lirih imam


buru buru chaca menggeser ikon hijau seraya melouspeaker.


"hallo mam kamu dimana. kita ada janji bertemu ditaman kan ? aku sudah disini kamu buru buru kesini ya keburu bel bunyi"ucap mbak khori


"haloo mam"ulang mbak khori


tes


air mata chaca yang sedari tadi ditahan menetes begitu saja. buru buru dimatikan telfon itu seraya menyerahkan kembali hp itu kepemiliknya.


"aku bisa jelasin dek"ucap imam


"gak perlu"tegas chaca


"kamu mau kemana dek"tanya imam khawatir


"gak usah ngurusin aku lagi mas . bukankah aku bukan hal yang penting buat kamu"ucap chaca seraya tersenyum kecut


"dek"cegah imam


"mas aku gak tau apa yang terjadi seminggu ini sama kamu . yang pasti aku gak kenal kamu yang sekarang mas . kamu seminggu ini sibuk dengan tugas padahal aku tau kamu juga sering becanda becanda sama mbak khori sampai lupa sama aku. aku pikir aku bisa memaklumi semua ini tapi aku salah. sudah cukup aku lelah dengan semua ini mas. aku capek hati aku sakit . sakit mas"ucap chaca berderaian air mata


"aku mau kamu saat ini juga nentuin pilihan kamu mas. kamu pilih aku atau dia"ucap chaca seraya menatap imam tajam


"sayang"lirih imam seraya menunduk


"kenapa gak bisa jawab hah!"pekik chaca kesal


"oke kalau itu pilihan kamu. mulai saat ini kita benar benar gak ada hubungan apapun lagi"ucap chaca setelah itu berlari kencang kearah gerbang dia benar benar ingin pergi sejauh mungkin dari imam yang selalu membuat hatinya sakit.


imam yang melihat gadisnya menanggis meraung raung merasa hatinya diiris seribu pisau . dia tidak tega tapi demi misinya dia harus bertahan smpai besok . dia juga sama sangat merindukan gadisnya tapi demi suatu misi yang harus berjalan lancar dia harus menahannya dan melakukan sandiwara ini.


tunggu sampai besok dek , semoga air matamu besok menjadi air mata bahagia batin imam

__ADS_1


__ADS_2