
*******************
"ganti celana gak jadi pergi aja kalo pake kaya gitu"gerutu imam menatap tajam chaca yang sudah rapi mengenakan baju putih besar dan celana polkadot sejengkal diatas lutut topi dan juga kaca mata hitam yang dikalungkan dibaju depannya.
"kalo gak mau ya udah aku gak jadi setujuin kita nikah muda . lagian kita ini mau kepantai mas bukan kemall "kesal chaca cemberut
"ya udah kalo gak jadi gak papa . aku bisa nikah muda dengan yang lain"telak imam
"ooooh ya .yakin mas ? tadi malem yang nanggis nanggis siapa"ucap chaca menyeringai
"shitttt"geram imam.
"gak mau tau pokoknya kamu ganti celana apa aku yang gantiin"kesal imam menyeringai
"ihhhh curang"kesal chaca berjalan naik kearah kamar seraya menghentak hentakkan kakinya
"dasar cowok maunya menang sendiri"gerutu chaca yang menaiki anak tangga
"sayang aku denger lohhh"terik imam terkekeh gemas dengan tingkah pacarnya
"bodo"teriak chaca.
...belum ada lima menit gadis itu sudah turun lagi dan membuat imam heran tapi dia tetap fokus dengan hpnya karna ada hal penting yang harus dia bahas lewat pesan.apa iya ganti celana secepat itu pikir imam tanpa melihat chaca....
"yuk sayang"
"tumben panggil sayang"ucap imam seraya melihat kearah chaca dan betapa kagetnya pacarnya ini masih menggunakan celana tadi tapi ditutupi kain pantai tipis sampai dibawah lutut .
"kan mas suruh ganti ca kenapa malah kayak gini. ini mah sama aja sayang"protes imam
"yang penting ketutupkan mas. udah yukk"ucap chaca seraya menarik tangan imam untuk berdiri
"kalo gitu gak usah pergi"sergah imam
"ya udah"ketus chaca membalik badan dan menghempaskan tangan imam berjalan menghentak hentakkan kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
gawat ini batin imam
"ya udah ,ya udah yukkk .gak usah ngambek" teriak imam
"beneran boleh"ucap chaca tersenyum senang
"iya"ucap imam berjalan lebih dulu
"tungguin sayang"ucap chaca berlari kecil dan bergelanyut manja dilengan imam
"kalo ada maunya aja pake sayang sayangan"gerutu imam yang dibalas cengiran kuda chaca
"loh kok kerumah kamu mas"heran chaca yang berhenti digarasi rumah imam bukannya mereka mau jalan kepantai pikir chaca
"iya kita pake mobil"jelas imam
"ohh"singkat chaca manguk manguk
tin tin
bunyi klakson mobil didepan halaman yang membuat chaca heran karna imam berjalan kearah mobil itu chaca hanya mengikutinya dari belakang.
"kalian lama banget sih"pekik ikhsan seraya membuka jendela mobil
"loh"bingung chaca
"masuk yuk dek"ucap imam membuka pintu belakang mobil
"jadi kak ikhsan ikut kita mas?"tanya chaca setelah duduk disamping imam
"iya"singkat imam seraya berbaring dipangkuan chaca yang membuat ikhsan kesal
"kalian yang ikut kita bukan aku yang ikut kalian"ralat ikhsan menjalankan mobilnya
"maksudnya?"tanya chaca bingung
"kalian yang ikut aku mau pacaran bukan aku chaca"kesal ikhsan
"udah gak usah ditanggepin yang"ucap imam mengusel ngusel perut chaca
"dasar adek gak ada akhlak .jangan mesra mesraan dimobil .aku bukan sopir kalian"kesal ikhsan
"bentar lagi kakak juga bakal mesra mesraan sama mbak salsa"kesal imam yang kesal mendengar kakaknya marah marah. dan benar saja setelah menjemput salsa yang rumahnya memang dekat sekali pasangan didepan sana sudah sibuk sendiri . ikhsan lebih manja ke salsa untuk membalas perlakuan adiknya yang gak ada akhlak masih tiduran dipangkuan chaca .
"sayang aku ngantuk " adu imam memeluk erat pinggang chaca memperalam kepalanya yang mendusel ke perut chaca
"tidur aja mas nanti aku bangunin"ucap chaca mengelus lembut rambut imam pelan . tak lama imam sudah tidur dan chaca pun juga tertidur .
"lihat tuh yang pasangan dibelakang gak ada akhlak malah tidur"dengus ikhsan
"biarin aja yank. kamu kan dulu juga gitu waktu imam belum punya pacar. kamu juga kan jadiin dia supir . sekarang gantian hahahaha" ucap salsa tertawa lepas
"gemes deh sama kamu kalo udah ketawa gitu jadi pengen cium"ledek ikhsan
"cium aja bilang bilang biasanya juga langsung nyosor" ucap salsa
"ihhh jadi pengen beneran yang. kita berhenti bentar ya nyosor dulu . ngisi tenaga " ucap ikhsan.
"jangan ngada ngada kamu yang . jalan atau gak aku kasih timpuk kamu . dimobil bukan cuma kita berdua aja ya"gerutu salsa
"dasar mereka berdua penganggu"dengus ikhsan
__ADS_1
"gak usah marah marah aku temenin kamu ngobrol sampai pantai yang"
"makasih sayang"ucap ikhsan mengecup tangan salsa yang berada digengamannya.
...didalam perjalanan salsa benar benar menemani sang calon tunangan ngobrol makan bahkan salsa menyuapi dengan telaten ikhsan....
"sampai deh"lega ikhsan setelah memarkirkan mobilnya disebuah penginapan dekat pantai
"woy dek bangun gak"teriak ikhsan
"pelan pelan yang"tegur salsa membuka pintu mobil
"hoam. udah nyampe ya kak"ucap imam seraya duduk mengumpulkan kesadarannya
"loh kok kepenginapan gak langsung kepantai?" heran imam yang melihat mobil terparkir dipenginapan
"kan emang kita mau nginep selama weekend "ucap ikhsan
"kenapa gak bilang kan kita gak bawa baju kak" kesal imam
"yee siapa suruh gak nanya. lagian kamu kaya orang susah aja tinggal beli aja repot. bangunin tuh ànak satu"gerutu ikhsan turun dari mobil menyusul salsa yang sudah ada dibagian resepsionis
"sayang bangun dek"ucap imam menepuk pelan pipinya
"emmhhh . udah sampai ya"serak chaca
"iya yuk turun"
"mas kok kita dipenginapan"tanya chaca yang baru sadar mereka turun didepan penginpan
"iya dek ternyata kita nginep. maaf ya mas juga baru tau. nanti kita cari baju ganti disini aja"jelas imam
"yeahhh jadi kita beberapa hari disini mas"girang chaca.
"iya sayang"ucap imam yang baru sadar jika chaca sangat menyukai pantai
"kamu turun duluan gih mas mau parkir dulu"ucap imam mengelus puncak kepla chca yang diangguki chaca
****
"kak kita cari baju dulu didepan kalian duluan aja nanti kita nyusul"ucap imam mengandeng tangan chaca
"alhamdulillah bisa berduaan "gumam ikhsan yang memang rencananya mau liburan berdua menghabiskan waktu berdua eee malah direcokin sama adek satu satunya.
"yuk mas loh mana chaca sama imam?"
"lagi kedepan sayang kita duluan aja"ucap ikhsan sumringah
"emhh lega nya bisa istirahat juga"ucap salsa yang duduk disofa merengangkan tangannya
"sayang kekamar yuk"bujuk ikhsan
cup
"manis"bisik ikhsan setelah mencuri kecupan tunangannya yang membuat salsa melotot
"ihhh kamu tuh mas "kesal salsa
"kenapa sayang kan boleh boleh aja. lagian bentar lagi kita nikah ini " ucap ikhsan tiduran dipangkuan salsa
"kamu kekamar kamu duluan sana mas kalo capek biar aku yang tungguin mereka"
"kamar aku?" heran ikhsan
"iya sana"
"gak mau pokoknya aku mau sekamar sama kamu titik"kesal ikhsan
"tapi mas kan ada chaca sama imam"
"gak mau tau . kalo gak sekamar kita pulang aja"
"hemmm dasar cowok aku mesum banget sih dihalalin aja belum"ledek salsa
"kan tinggal bentar lagi yang halalin kamunya. lagian diajak kekua langsung gak mau"
"kalo buru buru dikirain aku hamidun sayang"
"pokoknya aku gak mau tau "
"iya iya dasar ambekan"
"kamu ngatain aku yang"
"enggak sayang . ya udah yuk aku anter kamu biar bisa tidur duluan biar capeknya ilang"bujuk salsa
"yuk"ucap ikhsan semangat
"sayang kok belinya celana pendek terus itu dibawah paha kamu semua yang kalo dipake" gerutu imam
"ihhh mas kita ini dipantai bukan dipengajian masa mau pake celana panjang"kesal chaca yang diprotes imam
"terserah kamu deh"ucap imam berlalu duluan kekasir
"mbak pakai kartu ini sekalian nanti sama cewek yang disana"jelas imam menunjuk chaca
"baik mas"
__ADS_1
" jadi berapa mbak"tanya chaca mengambil dompet ditasnya
"sudah dibayar sama masnya itu mbak"ucap penjaga kasir.
"ini mbak belanjaannya dan punya masnya sekalian ini kartu masnya mbak"lanjutnya menyerahkan belanjaan beserta kartu
"makasih mbak"ucap chaca tersenyum
"yuk mas"ucap chaca
"hmmm"ucap imam datar mengambil belanjaan ditangan chaca
"karyunya mas"
"kamu bawa aja"singkat imam berlalu terlebih dahulu.
"fixs ngambek nih mas pacar"gumama chaca berlari kecil mensejejerkan imam yang sudah jalan duluan
"mbak minta kartu cadangan kamar no 8"ucap imam keresepsionis karna tadi ikhsan sudah memberi kabar lewat pesan
"kok sepi mbak salsa sama kak ikhsan kemana"ucap chaca heran melihat ruangan yang sepi berjalan kearah mini dapur memgambil dua air mineral dan membawanya keruang tengah
"minum dulu mas"
"hmmm"
"kamu masih marah mas"
"hmm"
"dari tadi ham hemm terus "kesal chaca
"ya udah aku balik aja gak jadi ikut kalo gini"ucap chaca yang sudah berkaca kaca mengambil papaerbag dan juga tasnya
"mau kemana"ucap imam datar menahan tangan chaca
"kamu dari tadi diemin aku terus mas"ucap chaca yang gak mau berbalik menghadap imam
"sini duduk"perintah imam penuh penekanan yang membuat chaca menurut duduk disebelah imam dan menatap lurus kedepan gak mau nengok kearah cowok ngeselin tapi cinta pikir chaca
"apa salah dek mas ingetin kamu buat hal yang baik"ucap imam lembut menghadap chaca
"mas peduli sama kamu. mas cemburu liat kamu diliatin cowok cowok diluar sana . mas gak mau berbagi kecantikan kamu dengan siapapun"lanjut imam mengenggam tangan chaca.
"apa pagi itu yang kamu beli tadi lebih pendek dari yang ada dirumah kamu"
"iya maaf"pelan chaca menunduk bersalah tadi setelah imam ngambek sebenarnya dia mengganti celana yang dipilihnya tadi dengan celana diatas lutut seperti yang dirumah.
"hemm sini.maaf kalo mas bikin kamu tertekan . mas cemburu dek "jelas imam menarik tubuh chaca kepelukannya
"kayaknya mbak salsa sama kak ikhsan baru istirahat . kamu mau makan atau jalan jalan?"tanya imam
"makan yuk mas udah laper banget"ucap chaca bangkit dan membuka kain yang melilit dipingangnya
"kok dilepas"
"kan mau makan bukan mau mantai mas"jelas chaca
"hmmm"
cup
"jangan ngambek lagi lagian aku cuma milik kamu mas"ucap chaca pelan setelah memberi kecupan
"tambah nakal ya sekarang"ucap imam sumringah
"biarin sama calon tunangan ini"
"lagi dek"rayu imam
"gak mau.aku laper mas yuk"
emmmhh
ahhhh
samar samar mereka mendengar suara erotis dari kamar yang mereka lewati membuat chaca melotot . imam juga terkejut tapi kembali menetralisir keterkejutannya dan menutup telinga chaca.
"jalan dek"
"tunggu mas . kok jadi pengen ya"ucap chaca dengan polosnya membayangkan apa yang sedang mereka lakukan
pletak
"auchhh sakit mas"ringis chaca mengelus keningnya.
"jangan mikir aneh aneh"
"tapi boleh juga mas . emang kamu gak penasaran hemm"ledek chaca mengalungkan tangannya dileher imam mengikis jarak begitu dekat yang membuat imam susah menelan silvianya
"jangan ngawur dek yuk makan"ucap imam melepaskan rangkulan chaca dan berlalu lebih dulu sebelum tergoda dengan tingkah chaca yang meledeknya bagaimanapun dia lelaki normal.
"nanti praktek ya mas"ledek chaca bergelanyut manja dilengan imam
"oke"ucap imam tersenyum jahil yang membuat chaca ketar ketir niat hati mau ngerjain tapi jadi dia yang panik sendiri .
membuat imam tertawa puas didalam hati .
__ADS_1
siapa suruh ngeledekin aku sampe goda goda gitu batin imam menyeringai