NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
sesak


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian kini aku sudah selesai berjibaku dengan ujian yang sangat menegangkan bagiku . Saat ini aku sedang menuju kost tempat mas imam karna dia setelah lulus sma kita sepakat buat kuliah dikota karna kebanyakan juga sekolah dikota aku berusaha begitu keras supaya nanti aku bisa masuk sekolah yang sama dengannya dan juga teman temanku yang berjumlah sepuluh alias teman dekat juga mau kuliah disini ditempat yang sama dengan mas imam wildan dan kak arif dan banyak kakak kelas kita yang kuliah dikota walau berbeda jurusan dan ada juga yang beda sekolah tapi kebanyakan mereka kuliah disini .


kenapa mas imam ngekost kok gak tinggal dirumahku ?


jawabannya karna jarak dengan tempat kuliah yang memakan waktu selain itu mas imam juga gak enak karna aku gak disana . setahun ini setelah mas imam kuliah kita jadi terpaksa ldr, terkadang aku berkunjung ketempatnya 1 bulan Dua kali terkadang tiga kali tergantung kadar kerinduanku sih hehehe. Atau gak sebaliknya mas imam yang pulang kerumah . Karna satu bulan ini jadwalku begitu padat dan aku fokus ke ujian mas imam melarangku untuk berkunjung alhasil selama itu juga aku tak bertemu dengannya hanya saja kita setiap waktu sering berbalas pesan kadang juga vc sambil belajar karna dia juga sedang ujian .


Rencananya hari ini aku langsung ketempat kost nya , aku ngak kasih tau dia kalau aku bakalan berkunjung karna seharusnya aku berkunjung besok lusa tapi aku majuin hari ini setelah selesai ujian tadi aku langsung bergegas pulang dan berberes langsung otw ketempat mas imam dengan diantar supir papa adi karna aku sempat berpamitan pada papa dan mama tak lupa baby Al yang kini sudah bisa berjalan dan berbicara walaupun belum jelas 😂.


Sengaja aku mau bikin surprice buat dia sih .


"Sudah sampai neng " ucap mamang.


"Makasih ya mang . mau mampir dulu atau langsung?" tanyaku seraya membereskan tas dan paper bag yang berisi makanan serta desert yang aku buat khusus untuknya.


"Langsung saja neng nanti takut kemaleman " ucap mamang tersenyum


"Makasih ya mang sudah mau antar saya ,jadi ngerepotin " ucapku tersenyum manis


"Sudah tugas saya neng . kalau gitu saya pamit" ucapnya


"Iya hati hati ya mang " ucapku turun dari mobil


tap


tap


tap


Bunyi sepatuku saat menaiki tangga karna kamar mas imam berada dilantai 2 yang entah kenapa cuma ada 4 kamar disini dan yang mengisi 3 curut itu ditambah kak riyan yang sudah berbaikan dengan mereka setelah kejadian beberapa tahun yang lalu hubungan mereka membaik lagi.


"Ehhh ca " sapa kak arif gugup yang kulihat dari kamar mas imam

__ADS_1


"Hallo kak apa kabar? mas imam ada didalem kan ?" tanyaku


"Ba baik ca . emmm ada " ucapnya terbata


"Kamu kenapa kak tumben ngomongnya gitu kayak liat hantu aja . Emang ada yang aneh ya sama penampilan chaca ?" tanyaku seraya melihat penampilanku dikaca yang tertempel didinding yang cukup besar sehingga bisa menampilkan penampilanku tapi tak ada yang aneh pikirku


"En eggak ca kamu tetep cantik kok " ucapnya lagi yang aneh menurutku entah kenapa tak ku ambil pusing


"kalo gi.... " ucapku terhenti ketika mendengar suara yang sangat ku kenal dibalik kamar ini tapi suaranya....


"Ahhhh "


"Sakit sya "


"Auchh"


Deg


"Ahhh pelan pelan sya "


"Siapa kak ?" ucapku lirih setelah satu titik air mata jatuh begitu saja . begitu banyak sekali hal hal buruk yang ada dipikiranku . suaranya itu jelas sekali suara mas imam .


"Ca kamu jangan salah paham dulu" ucap kak riyan


"Siapa yang didalem sama suami aku kak !" pekikku kesal yang sudah menanggis tapi hanya air mata yang mengalir tak ada suara isak tangis karna rasanya sangat sakit .


"Siapa kak?" sentakku lagi karna kak riyan tak juga menjawab


"Adek gue ca tapi " ucap kak riyan terhenti karna aku mengangkat tangan supaya tak dijawab .


"Jadi kalian sembunyiin ini selama ini dari saya . Apa kalian berniat untuk mendekatkan mereka kembali ? Apa kalian tidak tau bahwa lelaki yang sedang bermesraan dengan adik anda sudah mempunyai istri ?" tanyaku berteriak

__ADS_1


"Bukan begitu ca kamu salah paham " ucap kak riyan


"Dek kamu kenapa ?" ucap mas imam yang keluar mungkin karna mendengar teriakanku tadi . tapi dia keluar dengan bertelanjang dada dan juga lehernya ada tanda tanda merah yang membuatku syok hingga menjatuhkan barang bawannku dan mundur beberapa langkah.


"Dek kamu kenapa ?" tanyanya lagi mendekatiku


"Stop ! berhenti disitu !" teriakku kesal aku jijik melihatnya seperti itu apakah itu bekas percintaan mereka? fikirku


"Kamu kenapa yang jangan nanggis ya " ucapnya lembut yang sudah berhasil memelukku secara paksa aku berusaha sekuat tenaga untuk melepaskannya aku melihat adik kak riyan yang juga keluar hanya dengan ttop walaupun pakai celana panjang


"Lepas !" teriakku kesal menghempaskan tangannya sekuat tenaga dan berhasil


"Aku gak sudi disentuh sama kamu mas !" pekikku kesal menunjuk wajahnya dan sialnya lagi aku sakit melihat tanda tanda itu dilehernya bahkan tidak hanya satu


"Kamu ngelarang aku kesini bukan karna aku ujian kan ! karna kamu sedang sibuk bercinta dengan wanita itu " ucapku kesal seraya menunjuk risya yang diam disebelah kakaknya


"Kamu ngomong apa sih dek " ucap mas imam mencoba menyentuhku tapi lekas ku tepis secara kasar


"Aku ngomong fakta mas . Aku dirumah nahan rindu jauh dari suami aku tapi ternyata kamu malah asik asikan sama wanita lain . Aku salah apa sama kamu mas ? kenapa kamu tega giniin aku ? ini alasan kamu buat ngelarang aku tak menjengukmu kan ? " ucapku kesal dengan dada yang teramat nyeri dan sesak


"Ini semua gak seperti yang kamu fikirkan dek . kita masuk ya ngomong baik baik biar mas jelasin " ucapnya yang sudah ngeh sama pembicaranku dengan wajah santainya


"Gak ada yang perlu diomongin lagi mas . sudah berapa kali kamu bilang ini salah faham mungkin benar waktu kemarin kemarin aku salah faham tapi saat ini tanda dileher kamu itu nyata mas !" ucapku lirih menepuk dadaku yang semakin sesak


"Sayang dengerin mas dulu" ucapnya memelas


"Aku cinta sama kamu mas . Tapi mungkin saat ini juga aku akan menghapus cinta ini kamu tau alasannya bahwa aku tak bisa untuk disakiti . ketika kamu berani menghianatiku maka saat itu juga cintaku akan menghilang . bukankah aku selalu bilang seperti itu mas ? ketika kamu berani melakukan itu maka berarti kamu sudah siap untuk kehilanganku " ucapku memukul dadaku yang teramat sesak karna didunia ini tak ada satupun wanita yang mau dihianati.


"Sayang" teriak mas imam yang sempat ku dengar sebelum aku kehilangan kesadaran


...***...

__ADS_1


thanks ya kakak sudah mau baca karya saya yang pertama . semoga kita selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam segala urusan. semoga kita dipermudah dalam setiap langkah 🙏


.


__ADS_2