
******
"mas kita pesen kamar sendiri aja ya aku gak mau kuping aku ternodai sama kelakuan kak ikhsan "gerutu chaca yang mengingat kejadian tadi saat ini mereka sudah selesai makan dan sedang berjalan jalan disekitar penginapan.
"tadi katanya kamu pengen juga"jahil imam
"ishhh kan cuma becanda mas gak serius kalo mau ya halalin dulu lah"kesal chaca
"ya udah yuk"
"kemana"
"kua lah katanya minta dihalalin biar bisa gituan"
"ihhhhhh kamu mah nyebelin"ucap chaca cemberut
"jangan manuyun gitu . minta dikecup ya "bisik imam jahil yang mendapat cubitan diperutnya
"sakit yangg"ringisnya
"sukuruin"pekik chaca berjalan mendahului imam sambil mengomel yang membuat imam gemas dengan tingkahnya dan ingin selalu menjahilinya terus menerus.
"tungguin yanggg"teriak imam berlari kecil mengejar chaca
"permisi mbak apa masih ada kamar yang kosong ya?"tanya chaca yang sudah berada diresepsionis dengan imam
"ohhh kebetulan ada tapi cuma satu kamar kak gimana?"
"tinggal satu mas"ucap chaca menatap imam
"ya udah mbak gak papa"ucap imam
"baik kalo gitu silahkan tunggu sebentar"
"terus kamu nanti gimana mas" tanya chaca pelan
"ya ikut kamu lah. "
"ishhh awas ya jangan macam macam"
"hehehe iya "
"wahhh dapat ruangan paling pojok walaupun gak diatas tapi disini pemandangannya gak kalah bagus bisa liat langsung pemandangan pantai" ucap chaca setelah masuk kekamar setidaknya dia gak bakal denger suara suara aneh itu lagi pikirnya
"mas nanti aja ya ambil tasnya aku mau tidur dulu aja"
"kamu gak mandi dulu"tanya imam yang sedari tadi duduk disofa memperhatikan tingkah chaca
"gantinya dikamar tadi mas males ambilnya nanti kalo kegiatan mereka belum selesai gimana " ucap chaca menghampiri imam
"ya udah aku ambilin bentar kamu mandi dulu "ucap imam beranjak
"makasih penterian banget pacar aku"ucap chaca
"sana mandi bau"ledek imam menutup hidungnya
"biarin bweee"ledek chaca berlalu kekamar mandi
ceklek
"dari mana dek"ucap ikhsan yang mendengar ada orang masuk
"abis chek in"singkat imam menuju ruang tengah dan mengambil barang barang nya dan chaca
"loh mau kemana?"heran ikhsan
"ya pindah lah kak . lagian disini kalian berbuat mesum gak dikedap suara ,tadi chaca denger suara laknat kalian"kesal imam
__ADS_1
"hehehe tadi udah keburu jadi lupa "ucap ikhsan terkekeh tanpa merasa bersalah
"kalian tuhhh emang udah tunangan tapi belum kekua kak udah begituan"
"tinggal 2 minggu lagi ini lagian juga belum aku bobol tuh salsa cuma pemanasan doang" ucap ikhsan tanpa dosa
"terserah deh"
"lagian kayak kamu gak nyosor aja kechaca dek"
"terserah aku"berlalu keluar
"jangan sampai kebablasan dek"ledek ikhsan sedikit berteriak.
Didalam kamar mandi chaca sengaja mandi cukup lama berendam air hangat dengan busa sabun yang cukup banyak sengaja untuk merilekskan badannya yang kelelahan karna aktifitas mos kemarin sambil memejamkan mata. samar samar dia mendengar imam yang sudah datang dan berbicara dengan seseorang mungkin pesen makan malam kali pikir chaca. padahal mereka belum lama makan.
"taruh disebelah sini aja mas"ucap imam
"makasih ya mas"
tok tok tok
Imam yang merasa chaca sudah mandi cukup lama merasa heran kenapaa dari tadi gak keluar keluar .
"sayang"teriaknya
"kok lama "
"yang kamu masih didalam kan?"
"sayang"
ceklek. pintu terbuka menampakkan chaca yang memakai jibah mandi dan ada handuk yang melilit dikepalanya membuatnya terlihat semakin cantik dan sexy.
"apa sih mas kamu tuh ganguuin aja" gerutu chaca berjalan melewati imam dan menuju paper bag yang berada disofa
"cantik"gumam imam
grepp
"lepas ihhh mas akaau mau ganti"kesal chaca yang direcoki imam
"bentar "serak imam mendusel ndusel keleher chaca yang terekspos . hembusan nafas imam yang mengenai leher polos chaca membuat tubuhnya meremang .
"emm jangan gini mas"gugup chaca
srekkk
entah bagaimana kini chaca sudah duduk dipangkuan imam. dipejamkannya mata chaca karna lagi lagi imam menghirup dalam dalam aroma tubuh chaca yang menenagkan .
emmmhh
Imam yang terbawa suasana menggigit kecil cuping telinga chaca yang membuat chaca ikut terbuai menggeliat seperti chacing.
imam bermain main diarea leher chaca menghirup mengecup sesekali memberikan gigitan kecil dan menghisapnya dalam .
ahhhhh
masssss
racau chaca yang membuat imam bertambah semangat . tangannya menjalar masuk kedalam jubah chaca dan memainkan benda kenyal yang menggoda iman. direbahkannya pelan tubuh chaca dengan memangut bibir mungilnya.
emmmm
ahhhhhh
sayangghh
__ADS_1
kata kata yang keluar dari mulut chaca karna imam . setelah cukup lama bergulat dengan benda kenyal dan bibir gadisnya mereka terengah engah mengatur nafas dengan kening yang saling bertautan saling memandang satu sama lain.
"nikah besok yuk dek"ucap imam tersenyum
"emm nikah gak semudah itu mas"
"tapi aku udah gak tahan"
"sabar mas . kamu temuin orang tua aku dulu ya nanti kalo kita sudah nikah aku bakal kasih apa yang kamu mau" jelas chaca mengusap lembut pipi imam
"bangun ihhh berat"lanjutnya
"hehehe maaf"ucap imam terkekeh membenarkan jubah mandi chaca
"sana mandi mas biar otak kamu bersih"ucap chaca beranjak memilih baju yang belum sempat diambilnya karna ulah imam tadi
"hmmm" gumam imam menuju kamar mandi
"ihhhhh masssssssss"pekik chaca kesal setelah mengganti baju dan menatap dirinya didepan cermin melihat banyak sekali jejak kemerahan dileher putihnya .
sedangkan imam yang mendengar teriakan chaca hanya terkekeh kecil karna dia tau setelah ini pasti akan diomeli chaca panjang kali lebar.
ceklek
"kok didepan kamar mandi ?mau ngapain dek? mau nyusul mandi? kenpa gak bilang dari tadi?" ucap imam menahan tawa karna chaca sedang menatapnya tajam dan bersedakep didepan kamar mandi.
"ini gimana ngilanginya"kesal chaca mencubit imam disana sini menumpahkan kekesalannya .
"aduh sakit dek . ampun ampun"teriak imam
"kamu tuh gak bakalan kapok kalo gak dikasih pelajaran"
"iya iya maaf aku ngaku salah sayang"
"udah ya jangan cubit lagi"ucapnya lagi seraya menarik pingang chaca
"ihhh lepas"
"aku lepas tapi jangan marah marah"
"iya iya bawel"
"sini aku bantuin "ucap imam menarik tangan chaca mendudukannya disofa dan mengambil foundation.
"nahhh sudah tuhhh"
"ini didalem juga ada banyak loh mas kamu keterlaluan banget sih . aku udah kaya setengah macan tutul"gerutu chaca
"lah kan yang penting gak keliatan yang . kecuali kalo kamu gak pakai baju "
"sana jauh jauh dari aku, jangan deket deket"kesal chaca
"ya udah kamu tidur gih katanya tadi mau tidur nanti kalo udah waktu makan aku bangunin"
"aku udah kenyang mas gak mau makan lagi"
"loh mas kamu pesen singgel bad lagi ya?"lanjut heran chaca yang melihat bad dibawah sebelah kasurnya
"iya . kamu tidur yang diatas aja aku nanti yang dibawah"
"hmmm"
imam sibuk dengan ponselnya menelfon dengan serius dan mengecek email yang dikirimkan pegawainya.. jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi chaca tak terusik sedikitpun.
"good night sayang "
cup
__ADS_1
imam mengcup singkat kening chaca.
*********